Langsung ke konten utama

Infrastruktur Pendukung Bandara Wirasaba Belum Maksimal


Menanti Realisasi Bandara Wirasaba

 SmCetakSuara Banyumas

PURWOKERTO – Kabar Bandara Wirasaba akan dikembangkan Pemerintah Pusat pada tahun ini, menggugah asa warga masyarakat di sekitarnya. Namun demikian, infrastruktur pendukung operasional bandara tersebut, sejauh ini belum maksimal.
Salah seorang warga Purbalingga, Kurniawan S mengatakan, sejauh ini selain realisasi bandara yang masih dinanti, infrastruktur pendukung operasional bandara juga belum maksimal. Salah satunya, adalah jalan akses menuju Purbalingga melalui Jembatan Linggamas yang sejak awal didengungkan sebagai jalur penunjang operasional bandara.
“Jalan (jalur akses via Jembatan Linggamas) dari Banyumas masih sempit, jalan dari arah Purbalingga masih ada yang rusak. Jika bandara benarbenar direalisasikan, infrastruktur pendukungnya juga jangan sampai dilupakan,” jelas karyawan swasta di Purwokerto itu, kemarin.
Menurutnya, infrastruktur pendukung tersebut sebenarnya sama pentingnya dengan bandara itu sendiri. Sebab bila jalan menuju bandara rusak, kemudian angkutan umum sulit dicari, maka penumpang pesawat akan kesulitan.
Awal Mei lalu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, Bandara Wirasaba akan mulai dilakukan pengembangan tahun ini. Setelah dikembangkan, nantinya bandara akan dapat menampung sekitar 2 ribu sampai 3 ribu penumpang per hari.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi, pihaknya terus berupaya meningkatkan infrastruktur, salah satunya sebagai penunjang operasional bandara. Beberapa waktu lalu dia mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan jalan akses menuju Purbalingga via Jembatan Linggamas.
Dikatakan, pada tahun ini pihaknya akan mengajukan usulan pada pembahasan anggaran perubahan sebesar Rp 20 miliar. Alokasi itu, kata dia akan digunakan sebagai biaya pembebasan lahan untuk membangun jalan akses baru yang lebih lebar.
Jalan akses baru dibangun lebih lebar dari jalan akses saat ini, karena diprediksi jalan itu kan menjadi tulang punggung lalu lintas di jalur tengah Pulau Jawa. Sebab bila jalan itu selesai, tidak hanya kendaraan yang menuju bandara yang akan melintas, melainkan juga akan dilintasi kendaraan lain yang hendak menuju kota-kota di wilayah lain, seperti di kota di Jawa Tengah bagian timur.
Dikatakan, setelah proses pembebasan lahan selesai, nantinya direncanakan pembangunan fisik segera dilaksanakan. Menurut Irawadi, dalam proses pembangunan fisik jalur akses, Pemprov Jateng dikabarkan juga akan membantu pembiayaan.
“Pembiayaan itu, dimaksudkan sebagai pengganti anggaran yang telah dikeluarkan Pemkab Banyumas, untuk melakukan pembebasan lahan,” ujarnya. Sementara itu, di samping infrastruktur jalan, moda transportasi juga masih belum maksimal.
Rencana operasional bus rapid transit (BRT) Trans Purbalingga – Purwokerto, sejauh ini juga masih belum terealisasi. Menurut Kepala Dinhubkominfo Banyumas Santosa Eddy Prabowo, realisasi BRT sejauh ini masih terganjal penetapan trayek. “Trayek belum menemui kesepakatan, masih dalam pembahasan,” katanya.

Organda Dukung Transportasi

 SmCetakSuara Banyumas

RENCANA operasional Bandara Wirasaba didukung pula oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banyumas. Menurut Sekretaris Organda Banyumas, Is Heru Permana, bentuk dukungan itu tak lain berupa penyiapan moda transportasi umum menuju bandara tersebut.
“Organda mendukung bila jadi dibuka (bandara), moda transportasi umum akan kita siapkan,” jelasnya, saat dihubungi, kemarin. Adapun moda transportasi yang akan disiapkan antara lain berupa taksi.
Saat ini, di Banyumas sudah ada 120 taksi yang beroperasi. Bila bandara jadi terealisasi, nantinya calon penumpang pesawat, terutama yang berasal dari wilayah Kota Purwokerto tentu dapat memanfaatkan taksi untuk menuju bandara.
“Bila nanti banyak peminat, bila perlu taksi akan ditambah,” jelasnya. Dia mengatakan, bukan hanya di Banyumas, di Kabupaten Purbalingga, saat ini juga sudah ada taksi yang beroperasi.
Oleh sebab itu, taksi tersebut akan dapat ikut membantu masyarakat, terutama untuk menuju bandara, maupun sebaliknya Adapun mengenai angkutan umum non-taksi, menurutnya, sejauh ini pihaknya belum pernah diajak berembug oleh pihak manapun.
Kendati demikian, pada dasarnya, Organda siap mendukung, sesuai tugas dan fungsinya, yaitu terkait dengan angkutan darat. “Pada dasarnya adanya bandara perlu didukung moda transportasi yang memudahkan penumpang,” tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…