Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 19 Mei 2016

Infrastruktur Pendukung Bandara Wirasaba Belum Maksimal


Menanti Realisasi Bandara Wirasaba

 SmCetakSuara Banyumas

PURWOKERTO – Kabar Bandara Wirasaba akan dikembangkan Pemerintah Pusat pada tahun ini, menggugah asa warga masyarakat di sekitarnya. Namun demikian, infrastruktur pendukung operasional bandara tersebut, sejauh ini belum maksimal.
Salah seorang warga Purbalingga, Kurniawan S mengatakan, sejauh ini selain realisasi bandara yang masih dinanti, infrastruktur pendukung operasional bandara juga belum maksimal. Salah satunya, adalah jalan akses menuju Purbalingga melalui Jembatan Linggamas yang sejak awal didengungkan sebagai jalur penunjang operasional bandara.
“Jalan (jalur akses via Jembatan Linggamas) dari Banyumas masih sempit, jalan dari arah Purbalingga masih ada yang rusak. Jika bandara benarbenar direalisasikan, infrastruktur pendukungnya juga jangan sampai dilupakan,” jelas karyawan swasta di Purwokerto itu, kemarin.
Menurutnya, infrastruktur pendukung tersebut sebenarnya sama pentingnya dengan bandara itu sendiri. Sebab bila jalan menuju bandara rusak, kemudian angkutan umum sulit dicari, maka penumpang pesawat akan kesulitan.
Awal Mei lalu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, Bandara Wirasaba akan mulai dilakukan pengembangan tahun ini. Setelah dikembangkan, nantinya bandara akan dapat menampung sekitar 2 ribu sampai 3 ribu penumpang per hari.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi, pihaknya terus berupaya meningkatkan infrastruktur, salah satunya sebagai penunjang operasional bandara. Beberapa waktu lalu dia mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan jalan akses menuju Purbalingga via Jembatan Linggamas.
Dikatakan, pada tahun ini pihaknya akan mengajukan usulan pada pembahasan anggaran perubahan sebesar Rp 20 miliar. Alokasi itu, kata dia akan digunakan sebagai biaya pembebasan lahan untuk membangun jalan akses baru yang lebih lebar.
Jalan akses baru dibangun lebih lebar dari jalan akses saat ini, karena diprediksi jalan itu kan menjadi tulang punggung lalu lintas di jalur tengah Pulau Jawa. Sebab bila jalan itu selesai, tidak hanya kendaraan yang menuju bandara yang akan melintas, melainkan juga akan dilintasi kendaraan lain yang hendak menuju kota-kota di wilayah lain, seperti di kota di Jawa Tengah bagian timur.
Dikatakan, setelah proses pembebasan lahan selesai, nantinya direncanakan pembangunan fisik segera dilaksanakan. Menurut Irawadi, dalam proses pembangunan fisik jalur akses, Pemprov Jateng dikabarkan juga akan membantu pembiayaan.
“Pembiayaan itu, dimaksudkan sebagai pengganti anggaran yang telah dikeluarkan Pemkab Banyumas, untuk melakukan pembebasan lahan,” ujarnya. Sementara itu, di samping infrastruktur jalan, moda transportasi juga masih belum maksimal.
Rencana operasional bus rapid transit (BRT) Trans Purbalingga – Purwokerto, sejauh ini juga masih belum terealisasi. Menurut Kepala Dinhubkominfo Banyumas Santosa Eddy Prabowo, realisasi BRT sejauh ini masih terganjal penetapan trayek. “Trayek belum menemui kesepakatan, masih dalam pembahasan,” katanya.

Organda Dukung Transportasi

 SmCetakSuara Banyumas

RENCANA operasional Bandara Wirasaba didukung pula oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banyumas. Menurut Sekretaris Organda Banyumas, Is Heru Permana, bentuk dukungan itu tak lain berupa penyiapan moda transportasi umum menuju bandara tersebut.
“Organda mendukung bila jadi dibuka (bandara), moda transportasi umum akan kita siapkan,” jelasnya, saat dihubungi, kemarin. Adapun moda transportasi yang akan disiapkan antara lain berupa taksi.
Saat ini, di Banyumas sudah ada 120 taksi yang beroperasi. Bila bandara jadi terealisasi, nantinya calon penumpang pesawat, terutama yang berasal dari wilayah Kota Purwokerto tentu dapat memanfaatkan taksi untuk menuju bandara.
“Bila nanti banyak peminat, bila perlu taksi akan ditambah,” jelasnya. Dia mengatakan, bukan hanya di Banyumas, di Kabupaten Purbalingga, saat ini juga sudah ada taksi yang beroperasi.
Oleh sebab itu, taksi tersebut akan dapat ikut membantu masyarakat, terutama untuk menuju bandara, maupun sebaliknya Adapun mengenai angkutan umum non-taksi, menurutnya, sejauh ini pihaknya belum pernah diajak berembug oleh pihak manapun.
Kendati demikian, pada dasarnya, Organda siap mendukung, sesuai tugas dan fungsinya, yaitu terkait dengan angkutan darat. “Pada dasarnya adanya bandara perlu didukung moda transportasi yang memudahkan penumpang,” tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar