Langsung ke konten utama

Penanganan Kawasan Kumuh RKPKP PURWOKERTO Dimulai


Penanganan Kawasan Kumuh Dimulai
Melalui Program RKPKP

 SmCetakSuara Banyumas
PURWOKERTO – Penanganan kawasan kumuh melalui program Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) dimulai. Pengerjaan proyek penanganan kawasan kumuh tersebut ditargetkan selesai 150 hari mendatang.
Menurut Kasi Perumahan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Banyumas, Syaihun penanganan kawasan kumuh melalui program RKPKP, kali ini dilakukan di Kelurahan Bancarkembar, Kelurahan Grendeng, Kelurahan Karangwangkal, Kelurahan Purwokerto Lor, dan Kelurahan Purwokerto Wetan.
“Penanganan yang melalui program ini dilaksanakan dengan kontraktual oleh pemborong,” jelasnya, kemarin. Dia mengatakan, adapun alokasi untuk melakukan penanganan melalui program RKPKP, ternyata hanya turun sebesar Rp 5,3 miliar.
Alokasi anggaran tersebut, digunakan untuk berbagai penanganan indikator kawasan kumuh, di antaranya penanganan jalan, drainase, talut, sarana persampahan berupa pengadaan gerobak, maupun kendaraan pengangkut roda tiga.
Lima Wilayah
Dikatakan, lima wilayah yang menerima bantuan penanganan kawasan kumuh melalui program RKPKP itu merupakan lima dari sepuluh wilayah, yang masuk kategori kumuh, dan telah ditetapkan dengan surat keputusan Bupati Banyumas. Menurutnya, dari sepuluh wilayah tersebut, sejauh ini seluruhnya telah mendapat penanganan.
Meskipun, bentuk penanganan yang dilakukan belum dilakukan meliputi tujuh indikator kawasan kumuh. “Semua (10 kawasan kumuh) sudah mendapat penanganan, hanya saja, belum semua indikator kumuh di wilayah itu tertangani,” ujarnya.
Penanganan itu, kata dia, akan dilakukan secara bertahap, sampai dengan 2019 mendatang. Sesuai dengan target penanganan kawasan kumuh, yang diharapkan seluruh kota telah bebas dari kawasan kumuh pada tahun itu. Diberitakan sebelumnya, sampai Mei, alokasi anggaran penanganan kawasan kumuh, melalui program Kota tanpa kumuh (Kotaku) belum cair. Kondisi itu membuat penanganan fisik kawasan kumuh, belum bisa dilaksanakan.
Program Kotaku di Banyumas menjadi kelanjutan dari program Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) yang telah dimulai tahun lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…