Langsung ke konten utama

TDUP Dianggap Kadaluarsa Pembahasan Raperda Kepariwisataan Ditunda

Pembahasan Raperda Kepariwisataan Ditunda

2 Maret 2016 Suara Banyumas 
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Banyumas yang membahas Raperda Kepariwisataan, menyatakan sulit untuk meneruskan pembahasan raperda tersebut. Alasannya, setelah dikonsultasikan ke pemerintah pusat, ternyata raperda  usulan eksekutif ini dinilai masih banyak kelemahan.
Ketua Pansus Raperda Kepariwisataan, Didi Rudianto mengatakan, sebelum ada perda tersebut, seharusnya sudah ditetapkan lebih dulu Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPKDA) Kabupaten Banyumas.
“Ini merupakan syarat dasar yang harus ada lebih dulu, sebagai dasar acuan pembentukan perda kepariwisataan dan RIPKDA disusun mendasarkan  UU No 10 Tahun 2009, tentang Kepariwisataan dan PP No 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025,” katanya, Rabu (2/3).
Sementara rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPP) Banyumas tahun 2008, kata dia, sudah kadaluarsa karena mengacu pada Perda No 3 Tahun 2008 tentang  Usaha Rekreasi dan Hiburan (URHU).
Lebih lanjut dikatakan anggota Pansus, Yoga Sugama, pembangunan kepariwisataan harus didasarkan pada rencana induk kepariwisataan, yakni RIPPARNAS, RIPK Provinsi Jateng dan RIPKDA kabupaten/kota. Ini sesuai dengan Pasal 8  ayat 1 UU No 10 tahun 2009, Pasal 9 ayat 3, dan dikuatkan dengan PP No 50/2011, terutama pada ayat 1, 2 dan 3.
Dia menandaskan, penetapan perda kepariwisataan harus mengacu pada Perda RIPKDA. “Kalau dipaksakan, ini sama artinya mengabaikan acuan dasar legal drafting-nya,” tandasnya.


15 Februari 2016  Suara Banyumas 
LIBURAN: Ratusan pengunjung memadati kolam ombak di Dreamland Sprink Water Park Ajibarang, kemarin.(suaramerdeka.com/Susanto)
LIBURAN: Ratusan pengunjung memadati kolam ombak di Dreamland Sprink Water Park Ajibarang.(suaramerdeka.com/Susanto)
PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Banyumas, yang membahas Raperda Kepariwisataan menilai acuan Tata Dasar Urusan Pariwisata (TDUP) yang dipakai pihak pemkab melalui dinas terkait dianggap kadaluarsa. Dalam pengelolaan kepariwisataan selama ini, ternyata masih menggunakan aturan tahun 2008. Padahal, aturan tersebut seharusnya sudah diperbaharui dengan aturan baru.
Ketua Pansus Raperda Kepariwisataan Didi Rudianto mengatakan, hingga saat ini belum ada zonasisasi atau pemetaan soal pariwisata di Banyumas karena masih mengacu pada aturan lama, yang tidak menjelaskan soal tata dasar urusan pariwisata. “Akibat belum ada TDUP, maka pengelolaan kepariwisataan di sini kurang maksimal, sehingga ini berdampak terhadap pendapatan asli daerah,” kata Didi, Minggu (14/2). yang membandingkan dengan Kota Bogor yang baru saja dikunjungi untuk lokasi kunja.
Menurutnya, di Kota Bogor, pemerintah setempat sudah menerapkan TDUP, mengikuti aturan baru terkait pariwisata. Dalam TDUP, katanya diatur secara jelas dan detaol soal zonanisasi kepariwisataan. Jika sudah ada zonanisasi, PAD dan pendapatan masyarakat bisa dipacu lebih meningkat.
Lebih lanjut, Didi mengatakan, pembahasan raperda kepariwisataan ini diharapkan bisa singkron dengan Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto yang masih diperpanjang pembahasannya sampai saat ini. Sehingga zonanisasi terkait dunia pariwisata di Banyumas nantinya bisa terpetakan dan menjadi perencanaan kabupaten. “Jadi tidak hanya kota pendidikan, kota perekonomian, kota perdagangan, tapi harus ditegaskan juga menjadi kota pariwisata,” harapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…