Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 17 Februari 2016

Lapas Supermaximum security Purwokerto




April  pindah ke lapas baru 

17 March 2016 |rd Purwokerto


 Empat Tahun Mangkrak, Lanjut Lagi

PURWOKERTO – Setelah mangkrak selama empat tahun, akhirnya bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Purwokerto hampir mencapai 100 persen. Bahkan rencananya, April mendatang penghuni lapas bakal pindah ke lapas baru yang ada di Jalan Pasukan Pelajar Iman Purwokerto.
Kasubag TU Lapas Klas IIA Purwokerto, Prajitno SPd SH mengatakan, lapas lama sudah over kapasitas. “Kita gerak cepat. Sekarang sedang disiapkan kantornya, lainnya sudah siap. Mudah-mudahan April nanti sudah bisa diresmikan bersamaan ulang tahun Permasyarakatan,” katanya.
Dikatakan Prajitno, pembangunan lapas baru sudah mangkrak selama empat tahun yakni dari 2011 sampai 2015. Baru pada tahun 2015 pembangunan dilanjutkan kembali. “Setelah mendapat kunjungan dari anggota DPR dan Dirjen Permasyarakatan, pembangunan diteruskan lagi,” katanya.
Menurutnya, lapas yang baru bisa menampung 485 narapidana. “Ada tiga blok dengan beberapa kamar. Misalkan tipe tujuh, maksudnya satu kamar berisi tujuh napi. Tapi kalau saya lihat, di bangunan yang baru bisa menampung dua kali lipatnya,” jelasnya.
Sedangkan di lapas lama, tuturnya, hanya ada dua blok dengan kapasitas 111. “Namun saat ini ditempati oleh 300 lebih narapidana,” ujarnya



17/02/16 20.11,West Indonesia Time
Akhirnya Lapas Supermaximum security Purwokerto akan segera tuntas direncanakan mulai digunakan tahun ini . Lapas lama direncanakan menjadi Lapas Anak atau ada kemungkinan tukar guling dengan Pemda .  Lapas dengan model twin building miliki area yang cukup luas . Lapas ini secara desain mirip Lapas Pasir putih Nusakambangan.Lapas Supermaximum Security Purwokerto dibangun tahun 2009 sempat mangkrak. saya sempat ke lokasi tahun 2012 dan 2014. setelah sekian lama tanpa kabar akhirnya info terbaru finishing tahun ini dan resmi jadi markas baru Lapas Purwokerto.








Persoalan pemasyarakatan jadi salah satu prioritas kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, memasuki awal 2016 ini. Berbagai persoalan seputar penjara memang mendesak cepat dicari solusinya.
Salah satunya adalah over kapasitas hunian penjara, baik yang berstatus lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (rutan). Tahun ini, Lapas Purwokerto yang baru dibangun, dijadwalkan sudah bisa beroperasi.
"Terakhir saya tinjau, pembangunan sudah 99,9%. Tinggal penambahan sedikit, sudah selesai. Ya, tahun ini sudah bisa (difungsikan)," ungkap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Bambang Sumardiono, usai memimpin apel Deklarasi Janji Kinerja 2016, di Kota Semarang, Senin (4/1/2016).
Sebagai informasi, di Purwokerto sebenarnya sudah memiliki lapas. Namun, kondisinya dipandang tidak lagi layak huni, ditambah over kapasitas hunian terus terjadi. Sarana dan prasarana juga sudah tidak mendukung, dikhawatirkan bisa memicu gejolak di dalam penjara.
Akhirnya, otoritas terkait dalam hal ini Kemenkumham membangun lapas baru di sana. Diketahui, pembangunan Lapas Purwokerto ini sudah dimulai sejak 2009, namun karena ada beberapa kendala, pembangunan sempat terhenti.
Pembangunan lapas, sebut Bambang, harus melalui berbagai tahapan. Yang biasa terjadi, pihak pemerintah daerah setempat menyediakan lahannya sementara pembangunan fisik dari Kemenkumham.
Sementara itu, soal sudah siapnya Lapas Purwokerto itu ditempati, Bambang menyebut itu juga beserta pegawainya.
"Nanti SDM nya, bedol desa. Dari lapas lama, pindah semua ke lapas yang baru," lanjutnya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Molyanto, mengatakan Lapas Purwokerto itu berkelas llA.
"Nanti terpisah, antara hunian (penjara) dengan perkantorannya. Lapas yang lama sudah enggak ideal, apalagi lokasinya juga di tengah kota," tambahnya.
daerah.sindonews.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar