Langsung ke konten utama

Perluasan TPA Kaliori

Perluasan TPA Kaliori Tunggu Studi Kelayakan

Ilustrasi
Ilustrasi
PURWOKERTO – Rencana perluasan TPA Kaliori seluas 4 sampai 5 hektare menunggu studi kelayakan. Hingga saat ini, studi kelayakan belum bisa dimulai karena masih harus menunggu penetapan secara resmi pejabat pembuat komitmen yang ditunjuk.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Kebersihan Dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Zahnir mengatakan, perluasan TPA Kaliori dengan total anggaran Rp 3 miliar harus didahului studi kelayakan.
“Dengan anggaran studi kelayakan sebesar Rp 200 juta, kita akan terlebih dahulu mengkaji mengenai kelayakan lokasi yang akan menjadi rencana perluasan TPA. Kalau layak artinya dapat dilanjutkan, tetapi kalau tidak layak harus dicarikan lokasi lainnya,” katanya.
Dilanjutkan, saat ini studi kelayakan belum dapat dimulai karena masih harus menunggu penetapan Ppkom studi kelayakan secara resmi. “Setelah ada Ppkom, selanjutnya segera dilelangkan untuk dapat dimulai studi kelayakannya. Mudah-mudahan pada awal Maret sudah bisa dikerjakan. Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan studi kelayakan,” tuturnya.
Zahnir menjelaskan, studi kelayakan yang akan dilakukan yakni mencermati kondisi geologi untuk memastikan lokasi yang dipilih tidak berada dalam zona bahaya longsor. Meneliti geohidrologi serta kemiringan zona wajib berada pada kemiringan kurang dari 20 persen.
“Kalau kemiringannya lebih dari 20 persen dikhawatirkan akan memperbesar kemungkinan terjadinya erosi, dan mempercepat terjadinya sedimentasi yang mengakibatkan longsor,” jelasnya.
Dia menambahkan, kondisi exsisting TPA Kaliori saat ini seluas 5,4 hektare dan dibagi menjadi tiga zona dengan volume sampah antara 80-90 meter kubik perhari dari Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Sumpiuh, Kemranjen, Tambak, Somagede dan Kembaran.
“Studi kelayakan ini sangat penting didahulukan sebelum dilakukan perluasan TPA. Jangan sampai tanah yang sudah dibeli nanti mubazir, karena tidak layak secara geologi, geohidrologi dan kemiringan zona yang dipersyaratkan,” tutur Zahnir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…