Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 22 Februari 2016

Taman Kranji Terganjal Lahan


19 February 2016 |Purwokerto

Pemprov Minta Tukar Guling


PURWOKERTO – Pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Sungai Kranji masih diupayakan Pemkab Banyumas. Tahun 2016, Pemkab Banyumas menargetkan pembangunan fisik. Terkait hal itu, dalam waktu dekat rencananya akan ada pembahasan antara Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkab Banyumas, terutama berkaitan dengan pemanfaatan lahan akan dijadikan lokasi taman.
Seperti diketahui, status lahan yang akan digunakan saat ini masih milik atau aset Pemprov Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan koordinasi terkait administrasi pemanfaatan lahan tersebut.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Ariono menjelaskan berdasarkan koordinasi yang dilakukan, pihak pemprov menghendaki adanya penggantian lahan dengan lahan yang lain.
“Minggu depan tim dari provinsi akan ke Banyumas untuk meninjau alternatif lahan penggantinya. Saat ini sudah ada pendataan aset dari pemkab,” katanya.
Terkait pembangunan taman, Ariono menargetkan pembangunan fisik taman dapat dilakukan tahun ini. Oleh karena itu, administrasi lahan yang akan digunakan harus segera diselesaikan.
“Harapannya pembangunan bisa direalisasikan dan bisa diselesaikan sekaligus pada tahun ini,” ujarnya.
Seperti diketahui, realisasi taman edukasi sumber daya air yang rencananya akan dibangun di bantaran Sungai Kranji tertunda hingga awal tahun 2016. Menurut Kepala Dinas SDABM Kabupaten Banyumas Irawadi, pihaknya sudah menandatangani MoU dengan pemerintah provinsi. Namun untuk penggunaan tanah milik pemerintah provinsi, ternyata tidak cukup hanya dengan MoU. Tetapi harus ditindaklanjuti dengan permohonan pinjam pakai atau permohonan pelepasan hak.
Meski demikian, dia\\\\\\\\\\ menegaskan secara perencanaan baik desain maupun konstruksi, diakui sudah selesai. Irawadi menambahkan, seharusnya realisasi taman edukasi sumber daya air tersebut bisa dilaksanakan pada tahun 2015. Namun karena adanya kendala lahan, pihaknya terpaksa mengundur realisasi kontruksi pembangunan taman tersebut.
“Namun kita juga harus menunggu keputusan dari pemerintah provinsi terkait penggunaan lahan di Sungai Kranji. Kalau memang disetujui pembangunan bisa segera dilakukan, namun bila tidak disetujui nanti kita akan coba usulkan permohonan pinjam pakai tanah kepada pemerintah provinsi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, untuk pembangunan taman edukasi dialokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Berdasarkan perencanaan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Besar Serayu Opak (BBSO) tahun lalu, Pemkab Banyumas hanya akan fokus pada pembangunan taman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar