Langsung ke konten utama

Sungai Tajum Tercemar Limbah Emas


1 February 2016 | Radar Banyumas

Diduga Berasal dari Penambangan di Hulu

BANYUMAS-Sejak beberapa pekan terakhir, warga Desa Darmakradenan Kecamatan AJibarang yang berada di tepi Sungai Tajum mengeluhkan kondisi air sungai yang berwana keruh dan dinilai tidak layak dimanfaatkan.
Warga menduga air sungai yang masih dimanfaatkan untuk kebutuhan setiap hari seperti mencuci dan mandi, merupakan dampak dari aktivitas penambangan emas di wilayah hulu.
Salah satu warga, Syarif Hidayat (46) warga Grumbul Kesal mengatakan, warga curiga perubahan air Sungai Tajum itu diakibatkan adanya aktivitas penambangan emas di wilayah hulu di wilayah Desa Gancang, Kecamatan Gumelar. Hal itu terlihat dari warna air yang selalu tidak keruh walaupun usai banjir.
“Biasanya setelah hujan turun sungai banjir. Beberapa sata kemudian air sungai mengalir normal sudah tidak keruh. Tetapi beberapa minggu ini airnya malah terus-terusan keruh. Hal ini yang dikeluhkan warga dan warga menganggap ada aktivitas penambangan emas di wilayah hulu,”jelas Syarif, Minggu (31/1).
Menurut Syarif, penduduk Grumbul Kesal sudah turun-temurun memanfaatkan Sungai Tajum untuk kegiatan sehari-hari.Warga mengeluh dan takut untuk memanfaatkan air sungai yang dinilai tercemar. Bahkan dasar sungai yang biasanya kelihatan, saat ini sudah tidak bisa dilihat karena airn warnanya kecoklatan.
“Tidak adnaya alternatif sumber air, mungkin masyarakat tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Namun karena tidak adanya sumber air lain selain air sungai Tajum, warga tetap memanfaatkan air tersebut,”tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Sugeng (47). Warga Kedung Iyom yang hobi memancing ini mengatakan, sejak satu bulan yangh lalu perubahan warna air berdampak pada tidak adanya ikan yang bisa ia pancing.
Selain itu, Kedung Iyom)tidak bisa lagi dijadikan tempat sumber penghasilan, sebab populasi ikan jauh berkurang, bahkan ikan melem dan munjaer yang selama ini menjadi ikon Sungai Tajum jarang tertangkap nelayan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…