Langsung ke konten utama

Lestarikan Sumber Air Desa Karangsalam


KONFIGURASI Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden berupa pegunungan yang memiliki iklim sejuk dengan sumber mata air yang melimpah. Terdapat 26 mata air yang tersebar di wilayah desa tersebut.
Kekayaan alam tersebut, tentu harus terus dijaga kelestariannya untuk mewujudkan tatanan kehidupan masa depan yang berwawasan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya manusia dan penghijauan berbasis masyarakat.
Apalagi, desa itu merupakan daerah tangkapan air yang sangat penting dalam sistem tata air mengingat banyak sekali mata air yang menjadi sumber penghidupan baik masyarakat maupun pertanian. Menurut Ketua Pokdarwis Kamulyan Desa Karangsalam, Sisworo, kerusakan ekosistem di kawasan ini dipastikan akan berakibat fatal terhadap kualitas lingkungan, baik lokal ataupun regional.
Karena itu, ia menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk bersama- sama melakukan penanaman tanaman konservasi di lokasi catchment area dengan melibatkan seluruh masyarakat pemilik lahan yang ada di sekitar mata air. Penanaman vegetasi bertujuan untuk melestarikan sumber air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada 2011, dilakukan penanaman vegetasi di sekitar mata air Curug Telu dengan jenis tanaman aren sebanyak 500 pohon, pala 250 pohon, manggis 500 pohon, trembesi 100 pohon dan kopi arabika 1.000 pohon. Kerja sama dengan pemangku kepentingan ini terus dilanjutkan sampai pada 2013.
Pemilihan jenis tanaman yang dibagikan ke warga untuk ditanam di daerah tangkapan air berupa 60 persen tanaman buah-buahan dan 40 persen tanaman kayu tahun.
Dengan menanam tanaman buah-buahan, maka tanaman tidak ditebang melainkan tetap dipelihara untuk diambil buahnya, dengan demikian kelestarian tanaman akan terjaga. Bahkan kini perbukitan di sekitar mata air yang tadinya tampak gundul sekarang ini terlihat hijau dipadati tanaman keras dan bua-buahan.
“Kami setiap tahun menanam bibit tanaman keras dan buah-buahan. Saat ini jumlah bibit yang ditanam mencapai 7.000 pohon. Awalnya lahan yang ditanaman tanaman seluas 7 hektare, tapi sekarang sudah mencapai 12 hektare,” katanya.
Pada awal 2016, program pembagian bibit tanaman konservasi untuk petani kembali dilakukan. Sedikitnya 2.000 bibit meliputi bibit durian, pala, alpukat, manggis, pete dan jenitri dibagikan secara gratis. “Program penanaman pohon akan terus digulirkan setiap tahunnya,” katanya.
Ia juga mengemukakan potensi alam yang asri dengan tanaman konservasi telah mendorong kesadaran masyarakat untuk menjadikan desa wisata. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga untuk menopang pendapatan asli desa.
“Desa Karangsalam merupakan desa penyangga wisata Baturraden yang memiliki spesifikasi berbasis alam, sehingga kami mencoba mengimplementasikan potensi alam untuk menjadikan desa wisata,” katanya.
Sisworo mengemukakan potensi desa wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan salah satunya eduwisata. Para wisatawan dapat diajak untuk melihat dan melakukan kegiatan konservasi yang diprakarsai oleh Pokdawis Kamulyan. “Konservasi ini untuk mengarah pada keselamatan alam dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.


2 Februari 2016 , Suara Banyumas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…