Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 05 Februari 2016

Kereta Purwokerto-Wonosobo Akan lewat Wirasaba

Kereta Purwokerto-Wonosobo Akan lewat Wirasaba

5 Februari 2016  Suara Banyumas 
KALIGONDANG- Jalur kereta api penghubung lintas tengah Jawa Tengah antara Purwokerto- Purbalingga-Wonosobo akan segera diaktifkan kembali. Untuk wilayah Purbalingga, stasiun akan dibangun di dekat Bandara Wirasaba. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Purbalingga, Jonathan Eko Nugroho, Rabu (3/2), di kantornya, Jalan Raya Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, mengungkapkan, akses kereta tersebut akan membangun jalur rel baru dari Purwokerto melalui Sokaraja, kemudian masuk Purbalingga dan stasiun di Desa Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon. Dari sini jalur kereta api kemudian akan diteruskan melintasi belakang landasan Bandara Wirasaba dan diteruskan ke Purwareja Klampok, Banjarnegara, hingga Wonosobo. Belum Diaktifkan Jonathan menjelaskan, jalur kereta yang melintasi Purbalingga kota dengan Stasiun Kandanggampang kemungkinan belum akan diaktifkan. Sebab, dalam rapat terakhir antara Dinhubkominfo Purbalingga dan Dinhubkominfo Provinsi dan PT KAI, tidak dibahas reaktifikasi Stasiun Kandanggampang. “Memang jalur transportasi darat nanti akan disambungkan ke bandara, yang dari Purwokerto, Banjarnegara, dan Wonosobo nanti mudah untuk akses ke bandara. Proses pembangunan jalur kereta api sembari proses pembangunan bandara, jadi kalau bisa selesainya bareng dan aktifikasinya bareng. Tahun lalu selesai DED (detail engenering design),” katanya. Terkait kereta api yang digunakan, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, kereta akan menyesuaikan dengan rel yang dibangun. Bisa saja menggunakan kereta seperti jenis KA Logawa atau Prambanan Ekspres (Prameks). “Kalau soal pembebasan lahan, itu nanti jadi urusan PTKAI. Ini karena Purbalingga kelewatan program revitalisasi jalur kereta, jadi kami ikut rapat bersama,” katanya. Pihaknya juga sudah terjun ke masyarakat untuk menyosialisasikan aktivasi jalur tersebut sejak tahun lalu. Revitalisasi jalur sepanjang 98 kilometer yang tidak berfungsi sejak 25 tahun lalu itu akan menjadi alternatif moda transportasi yang kian padat. Jalur ini dulu diresmikan oleh perusahaan Hindia Belanda Serajoedal Stoomtram Maatschappij pada 7 Juni 1917. Jalur ini sempat dilewati oleh beberapa lokomotif diesel, namun akhirnya jalur ini ditutup pada 1 Agustus 1978.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar