Langsung ke konten utama

Dipertimbangkan, Pemanfaatan Cagar Budaya


● Pelantikan Tim Ahli
13 Februari 2016, Suara Banyumas

Selain nilai sejarah dan dampak bagi lingkungan, Tim Ahli Cagar Budaya diminta untuk mempertimbangkan sisi pemanfaatan benda cagar budaya.
Hal ini diharapkan menjadi pedoman bagi tim saat melakukan kajian dan penelitian benda cagar budaya di wilayah Banyumas. Demikian disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein, saat melantik Tim Ahli Cagar Budaya yang dibentuk oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Gedung Graha Satria kompleks Pendapa Si Panji, Jumat (12/2).
Menurut dia, pengkajian benda cagar budaya yang diusulkan harus memiliki nilai sejarah, berkarakter dan memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. “Benda cagar budaya, baik tangible (benda) maupun intangible (tak benda) harus memiliki nilai historis.
Kalau itu saya setuju untuk ditetapkan,” kata Achmad. Tim ahli, sambung Achmad, sebaiknya mempertimbangkan penataan tata ruang saat melakukan kajian. Tidak hanya melihat dari sisi sejarahnya saja, tapi juga memikirkan upaya pemeliharaan dan pemanfaatannya.
Dia mengatakan, benda cagar budaya yang memenuhi unsur untuk didaftarkan juga memiliki aspek kemanfaatan bagi generasi mendatang. Kelak, merek dapat belajar dari sejarah yang terkandung dalam cagar budaya tersebut.
Hukuman Diperberat
Adapun kelima orang yang dilantik Bupati Banyumas sesuai SK Nomor 30/731/2015 tentang Tim Ahli Cagar Budaya yakni Arif Rahman di bidang museumologi, bidang sejarah ada Edy Suswanto, Agus Kholid sebagai ahli arsitektur, Weda Kubita di bidang hukum dan Purbo Winoto, arkeolog akan bertugas selama tiga tahun.
Sebelum ditetapkan, mereka telah menjalani proses seleksi dan sertifikasi profesi pada bulan November 2015 lalu. Sebagai informasi, Tim Ahli Cagar Budaya ini berwewenang melakukan penelitian dan kajian, mengusulkan dan memelihara, serta menghapus cagar budaya dari daftar.
Sesuai dengan UU Cagar Budaya nomor 11 Tahun 2010 tim tersebut terdiri dari tiga anggota dari masyarakat dan dua orang dari unsur pemerintah.
Usai dilantik,juru bicara Tim Ahli Cagar Budaya, Weda Kubita mengatakan, pihaknya akan melakukan orientasi terhadap tugas dan pengkajian cagar budaya.
Selain itu, mereka juga akan mengkaji ancaman sanksi dan denda dalam Perda Kabupaten Banyumas nomer 4 tahun 2015 tentang Cagar Budaya.
“Seharusnya hukuman dan sanksinya diperberat. Misalnya hukuman pidana minimal lima tahun serta denda miliaran rupiah. Tujuannya untuk memberikan efek jera kepada para pelaku perusakan benda cagar budaya,” kata Tim Ahli Cagar Budaya bidang hukum ini.
Weda mengungkapkan, akhir-akhir ini Kabupaten Banyumas selalu kecolongan dan terlihat lemah dalam hal perlindungan cagar budaya di wilayahnya. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan jalan memberikan sanksi dan hukuman yang tegas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…