Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 19 Februari 2016

HUT Banyumas,KIRAB BOYONGAN REPLIKA SAKA SIPANJI


peringatan HUT Banyumas 
perpindahan ibukota kabupaten . diperagakan dengan mobil jadul . 
peragaan pemda pemindahan replika Saka Guru pendapa Sipanji . salah satu tidak boleh lewat atau nyeberang serayu 

credit to Jaka Jack









Humas Kabupaten Banyumas

PERTAMA DIGELAR, KIRAB BOYONGAN REPLIKA SAKA SIPANJI
Banyumas : Prosesi Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji, dari Pendopo Kecamatan Banyumas menuju Pendopo Sipanji Purwokerto, yang berlangsung Kamis (18/2) berlangsung menarik. Semua peraga memakai pakaian adat jawa banyumasan, dari subamanggala, bregada pembawa saka dan peraga lain termasuk Bupati Banyumas beserta istri.
Keunikan juga terlihat dengan terlibatnya puluhan mobil antik yang dikoordinir Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Korwil Banyumas.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di halaman Pendopo Kantor Kecamatan Banyumas, oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein. Sebelumnya subamanggala yang diperankan oleh AKP Isfa Indarto, Waka Kabagops Polres Banyumas, melaporkan kesiapan memberangkatan boyongan.
Bupati berpesan agar boyongan saka pendapa, salah satu saka “Sipanji” dilarang melalui Sungai Serayu dan setelah selesai pendirian pendapa agar segera ditanggapkan lengger.
Selanjutnya pemberangkatan oleh bregada memikul tiga saka, diilustrasikan bahwa saka “Sipanji” sudah berangkat duluan tidak menyebrangi sungai serayu, sehingga saka yang dibawa dari Banyumas hanya tiga saka.
Selain pembawa bregada juga ada gadis pembawa klasa (tikar) dan bantal, serta pembawa lampu teplok dan sapu lidi sebagai syarat pindahan tradisi orang Jawa.
Sesampainya di alun-alun dan pendopo Purwokerto, “saka sipanji” bertemu dan dipasang sebagai saka guru yang bertempat di posisi barat daya Pendopo Sipanji Purwokerto sekarang.
Prosesi pemasangan saka guru, diawali laporan subamanggala bahwasanya bregada pembawa saka, semua telah tiba, selanjutnya dilaksanakan prosesi pemasangan.
Usai pemasangan, Istri Bupati Ny Erna Husein menerima tikar, bantal serta lampu yang selanjutnya digelar ditengah-tengah pendopo, untuk tempat selamatan/tumpengan.
Sesuai pesan Bupati saat pemberangkatan, setelah selesai pemasangan saka (pembangunan Pendapa Sipanji) dilaksanakan pagelaran lengger
Menggunakan Mobil Antik.
Keunikan dan kemeriahnya prosesi boyongan terlihat dengan hadirnya mobil antik dan kuno yang dinaiki oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan anggota Forkompinda lainya.
Sugoto Ketua PPMKI Korwil Banyumas, mengatakan hampir 40 mobil kuno dikerahkan. “Ada mobil buatan tahun 1938 yang ikut, untuk mobil pembawa manggalayuda yang berada paling depan adalah Ford buatan tahun 1948.
Sedangkan mobil yang dinaiki oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein beserta Istri adalah Mobil Impala buatan Tahun 1962 milik Teguh Warga Karangjambu Purwokerto Utara.
“Demikian halnya mobil yang dinaiki Wakil Bupati dr Budhi Setiawan beserta istri, sama-sama buatan tahun 1962 tetapi merknya Ford Galaxy” jelas Sugoto


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar