Langsung ke konten utama

Warga Wangon Keluhkan Debu Dampak Perbaikan Jalan

Warga Wangon Keluhkan Debu Dampak Perbaikan Jalan

4 Maret 2016 Suara Banyumas 
BERDEBU:Kepulan debu dampak dari perbaikan jalan nasional Wangon yang belum dituntas dikeluhkan warga dan pengguna jalan.  (suaramerdeka.com/Susanto)
BERDEBU: Kepulan debu dampak dari perbaikan jalan nasional Wangon yang belum dituntas dikeluhkan warga dan pengguna jalan. (suaramerdeka.com/Susanto)
BANYUMAS, suaramerdeka.com - Warga Kota Kecamatan Wangon mengeluhkan debu akibat perbaikan jalan nasional di dekat Terminal Bus Wangon dan Pasar Wangon selama dua pekan ini. Mereka berharap agar perbaikan jalan itu segera dituntaskan sehingga debu yang mengganggu pandangan dan pernafasan itu segera hilang.
Pengguna jalan, Aziz mengaku terganggu dengan debu yang mengepul di sepanjang jalan yang akan diperbaiki tersebut. Timbunan material pasir, batu, kerikil yang baru dikeraskan dan belum diaspal tersebut mengepul ketika dilintasi kendaraan. Apalagi ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan sepanjang 500 meter yang ramai dilintasi kendaraan. “Makanya selama dua pekan ini kami sangat terganggu dengan kondisi berdebu ini. Kalau cuaca sedang cerah, debu akan sangat mudah mengepul ketika dilintasi kendaraan. Sementara ketika hujan, jalan ini menjadi licin dan berbahaya,” katanya, Jumat (4/3).
Pantauan suaramerdeka.com di lokasi melihat banyak pengguna jalan dan pengendara sepeda motor yang terpaksa menutupi mulut untuk menghindari kepulan debu jalan tersebut. Sementara sejumlah pemilik pertokoan di tepi jalan, berusaha mengurangi kepulan debu dengan menyiramkan air di lokasi jalan tersebut. Namun demikian karena panjangnya jalan dan tebalnya debu, usaha itu tak begitu efektif untuk mengurangi kepulan debu perbaikan jalan tersebut.
Kapolsek Wangon, AKP Supriyanto menyatakan keluhan demi keluhan juga diterima oleh pihak kepolisian terkait jalan berdebu tersebut. Markas Polsek Wangon yang berada dekat lokasi jalan tersebut juga tak luput dari debu yang diakibatkan dampak perbaikan jalan yang tak kunjung tuntas tersebut. Untuk itulah ia berharap agar pihak pemborong atau kontraktor yang menangani perbaikan jalan ini segera menuntaskan perbaikan atau peningkatan jalan tersebut.
“Kami juga pernah berulangkali menghubungi pihak pemborong ini, namun belum ada tindak lanjut. Kami berharap perbaikan jalani bisa segera dituntaskan. Jangan sampai berlarut-larut karena dengan debu atau jalan licin yang ditimbulkan, sangat dikeluhkan pengguna jalan,” jelasnya.

Pedagang Keluhkan Polusi Debu

foto aDampak Perbaikan Jalur Wangon
WANGON-POlusi debu dampak perbaikan  jalan dari perempatan terminal ke arah perempatan Poslantas Wangon, dikeluhkan warga, pedagang dan sejumlah kantor seperti Mapolsek Wangon yang berada di jalur tersebut.
Saat tidak turun hujan, polusi debu akibat kendaraan yang melintas,  membuat tidak nyaman masyarakat sekitar. Sebaliknya saat turun hujan, jalan tersebut becek.
Kapolsek Wangon, AKP Supriyanto mengatakan, perbaikan jalan yang tertunda menyebabkan kondisi jalan berdebu. Sebab debu dari material batu dan pasir di jalan yang akan diperbaiki tepat berada di depan kantornya. Akibatnya, debu mengotori bagian depan Mapolsek.
“Kami sudah berusaha menghubungi pihak yang akan melaksanakan pengaspalan, tetapi tidak ada jawaban. Kalau memang belum untuk digarap setidaknya jangan menimbun material terlalu lama sampai dampaknya ke kantor polisi dan pedagang yang ada di tepi jalan. Barang dagangannya kotor semua,”kata Kapolsek, Kamis (10/3).
Dia berharap kepada pelaksana proyek pengaspalan jalan untuk mengasplan jalan tersebut. Warga, pedagang, hingga  pelaku bisnis di sekitar jalan yang berdebu banyak yang mengeluh kepada pihak Polsek Wangon.
“Warga dan pedagang banyak yang mengeluhkan kondisi tersebut kepada kami. Dan kami tindak lanjuti dengan menghubungi pihak pelaksana, tetapi tidak ada jawaban. Harapan kami dan warga serta pedagang, pengaspalan segera dilaksanakan supaya kondisinya tidak berdebu seperti saat ini. Kalau turun hujan jalan menjadi becek,ujarnya.
Salah satu warga Eko Sutrisno (40) mengatakan, pedagang dan warga di jalur tersebut terutama di komplek pertokoan terminal Wangon mengeluhkan kondisi perbaikan jalan yang belum selesai.
“Kalau ada kendaraan lewat debu berterbangan. Apalagi bagi pedagang, hal itu sangat menganggu karena bisa membuat barang dagangannya kotor terlebih untuk kesehatan, sangat tidak baik karena polusi,”ujar Eko. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…