Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 02 Maret 2016

Proses Penggantian Aset TESDA Sungai Kranji

Maksimal Butuh Enam Bulan


PURWOKERTO – Pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Sungai Kranji masih diupayakan Pemkab Banyumas. Tahun ini, pemkab menargetkan pembangunan fisik taman bisa dimulai. Saat ini realisasi tersebut masih menunggu lahan pengganti yang akan ditukar dengan lahan milik provinsi yang ada di Kranji.
“Dari rapat dengan provinsi, pihak provinsi sudah setuju untuk menukar lahan dengan lahan milik pemkab Banyumas. Saat ini kita masih menunggu alternatif lahan yang akan ditukar,” kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas, Ariono.
Seperti diketahui, status lahan yang akan digunakan masih menjadi milik atau aset Pemprov Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan koordinasi terkait administrasi pemanfaatan lahan.
“Harapannya pembangunan bisa direalisasikan dan bisa diselesaikan sekaligus pada tahun ini,” ujarnya.
Kepala Dinas SDABM Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, dari informasi yang didapat dari provinsi, proses penggantian aset membutuhkan waktu enam bulan. Sehingga pihaknya berharap aset yang dijadikan alternatif pengganti dapat segera diajukan.
“Kemungkinan bisa lebih cepat. Tapi kita masih menunggu pendataan aset dari bagian aset Setda Banyumas. Kemungkinan baru Agustus realisasi fisik taman dibangun,” katanya.
Dijelaskan, untuk proses penyusunan DED Taman Kranji, pihaknya sudah melakukan penyempurnaan. Di sisi lain, untuk anggaran pembangunan sampai saat ini juga sudah disiapkan senilai Rp 1 miliar.

Pemkab Siapkan Tiga Lokasi Pengganti

PURWOKERTO – Pemkab Banyumas telah menyiapkan lahan alternatif pengganti lahan milik provinsi di wilayah Kranji. Lahan milik provinsi bakal digunakan untuk Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Sungai Kranji.
Kabid Aset dan Akutansi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Banyumas, Maryono mengatakan, dari hasil rapat telah disepakati alternatif untuk rencana tanah pemda yang mau ditukarkan ada tiga lokasi.
Yakni tanah seluas 3 hektare milik pemda di Kelurahan Teluk lokasinya di sebelah SMPN 7. Alternatif kedua, lahan di belakang gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Jalan Gerilya, luasnya sekitar 1 hektare. Serta alternatif ketiga pemberian lahan untuk akses jalan dari lokawisata Baturraden ke Kebun Raya Baturraden.
“Kebetulan pemerintah provinsi ingin menggunakan tanah pemda yang ada di lokasi wisata Baturraden, karena Kebun Raya pengelolanya provinsi. Tapi jalan yang akses dari lokawisata Baturraden menuju ke sana belum ada. Itu mau menggunakan milik pemda, luasnya sekitar 2.950 meter persegi,” kata Maryono, Selasa (1/3).
Lebih lanjut Maryono mengatakan, dari ketiga lokasi alternatif, pihaknya berharap terjadi kesepakatan antara pemerintah provinsi dengan pemkab. Menurutnya, tukar menukar lahan harus disepakati bersama. Untuk itu, pihaknya menggunakan tim appraisal untuk melakukan penghitungan.
“Kalau tukar menukar harus seimbang, sehingga kita akan pakai aprraisal. Kalau selisihnya sedikit masih bisa dibahas. Tapi kalau selisihnya agak banyak, misalkan sampai Rp 100 juta, tergantung nanti provinsi apakah mau tetap seperti itu apa mau minta kekurangannya dalam bentuk tanah lain atau uang,” terangnya.
Maryono menuturkan, ketiga lahan baru akan ditinjau oleh provinsi. Namun pihaknya berharap pertukaran yang akan disepakati yakni jalan akses ke kebun raya. Menurutnya, pertukaran tersebut akan saling menguntungkan kedua pihak. Apalagi nilainya tidak jauh berbeda.
“Kalau disepakati dengan akses jalan ke kebun raya, sama-sama untung. Otomatis kalau ada aksesnya, ada wisatawan yang ke Baturraden juga bisa tembus ke kebun raya. Terlebih jika bisa dibuat tiket terusan,” ujarnya.
Maryono berharap, proses pertukaran lahan segera diselesaikan. Sehingga pembangunan TESDA Sungai Kranji juga bisa segera diproses. Jika tanah sudah tidak ada masalah, kemungkinan Bina Marga siap melelang.
“Harapan kami juga segera, meskipun proses itu butuh waktu kerana harus ada penilaian. Hari ini (kemarin) baru ada koordinasi dari UP3D, bahwa tim dari provinsi akan melakukan survei lokasi. Semakin cepat semakin baik, apalagi anggaran sudah siap,” tandasnya.
Ditambahkan, sebelumnya pemkab meminta lahan di wilayah Kanji untuk dihibahkan. Namun pihak provinsi tidak sepangkat. Mereka menginginkan adanya pertukaran lahan.
“Kami dari bidang aset hanya menyiapkan lahan pengganti, ketiga lahan alternatif itu menurut kami yang paling memungkinkan karena berada di dalam kota. Apalagi akses ke kota juga tidak terlalu jauh,” katanya.


Kelanjutan Taman Kranji

PURWOKERTO – Kelanjutan pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Kranji masih belum bisa dipastikan, hal itu mengingat tawaran lahan pengganti dari Pemkab Banyumas kepada Pemerintah Provinsi, baru akan dicek Selasa (15/3).
“Besok (hari ini-red) lahan pengganti yang ditawarkan kepada Pemprov Jateng baru akan dilihat oleh tim dari provinsi,” kata Kepala Bidang Sungai dan Air Baku Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas, Achmad Setiawan, Senin (14/3).
Menurutnya, bila dari tiga alternatif lahan pengganti yang diusulkan Pemkab Banyumas salah satunya diterima oleh Pempro, maka pembangunan TESDA Kranji baru dapat dilanjutkan. Dan, sejauh ini pihaknya masih menunggu kepastian mengenai penggantian lahan untuk melakukan kegiatan pembangunan.
“Kami masih menunggu kepastiannya,” ujarnya. Tahun lalu, pembangunan taman yang lokasinya di bantaran Sungai Kranji sedianya mulai dilakukan dengan mempersiapkan lahan. Setelahnya beberapa fasilitas juga kan mulai dibangun seperti jogging track. Lokasi di tepi Sungai Kranji itu, dipilih karena memiliki infrastruktur sumber daya air yang lengkap.
Pada desain awal, taman hanya dibangun di bantaran Sungai Kranji, di lokasi tersebut, akan dibangun beberapa sarana seperti jogging track, bangku taman, serta air mancur di tengah taman. Taman Edukasi Sumber Daya Air yang merupakan bagian dari program restorasi Sungai Kranji mulai dibangun pada 2015.
Berkaitan dengan program restorasi Sungai Kranji, pada 2014 lalu sudah mulai dikerjakan. Namun demikian, pekerjaan yang dilakukan tahun lalu diantaranya baru perbaikan pintu bendung.
Restorasi Sungai
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas, Irawadi, menambahkan, tujuan dilakukan restorasi sungai dengan membangun taman, untuk menambah ruang terbuka hijau, serta untuk konservasi. Sebab dengan bantaran yang terjaga, dapat menjadi daerah resapan air, sehingga tidak langsung melimpas ke sungai.
Selain itu, nantinya setelah direvitalisasi, bantaran sungai itu akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti lokasi pusat kuliner. Diberitakan sebelumnya, lahan di tiga lokasi disiapkan Pemkab Banyumas, sebagai alternatif pengganti lahan milik Pempro sekitar Sungai Kranji, yang akan dibangun Taman TESDA Kranji.
Menurut Kabid Aset dan Akutansi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Banyumas, Maryono tiga alternatif lahan tersebut yaitu tanah seluas tiga hektare milik Pemkab di Kelurahan Teluk yang berada di sebelah SMP 7 Purwokerto.
Laha lainnya berada di Jalan Gerilya tepatnya di belakang Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang memiliki luas sekitar satu hektare. Adapun selanjutnya yaitu pemberian lahan untuk akses jalan dari Lokawisata Baturraden ke Kebun Raya Baturraden.
“Kebetulan Pemprov ingin menggunakan tanah pemda yang ada di lokasi wisata Baturraden, karena Kebun Raya pengelolanya Provinsi, tapi jalan yang akses dari lokawisata Baturraden menuju ke sana itu belum ada.
Lha itu mau menggunakan milik pemda, luasnya sekitar 2.950 meter persegi,” kata dia, Selasa (1/3). Agar nilai aset yang ditukar seimbang, dia mengatakan akan menggunakan tim appraisal untuk melakukan penghitungan.
Bila dalam hasil penghitungan ada selisih tapi jumlahnya sedikit hal itu masih dapat dibahas lebih lanjut. Namun demikian, bila selisihnya cukup banyak, tergantung dari Pemprov apakah akan tetap bersedia, atau akan meminta kekurangannya dalam bentuk tanah di lokasi lain, atau dengan uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar