Langsung ke konten utama

Pendirian UNU Purwokerto

Up Date Info


Quote Radar Banyumas

Muhammad Rofik dari PCNU. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan proses perizinan untuk pembangunan Universitas NU (UNU), khususnya di wilayah Karanglewas. Dia menjelaskan, dalam rencana tata ruang wilayah sebelumnya, wilayah tersebut ditandakan dengan warna kuning. Namun demikian, pada RDTRK kali ini terjadi perubahan warna pada wilayah tersebut menjadi hijau. “Kita minta pertimbangan terhadap upaya kami tersebut, karena sedang dalam tahap evaluasi. Padahal pernah disebutkan untuk perencanaan yang sedang dilakukan atau berjalan akan diakomodir dalam RDTRK,” ujarnya. Rofik juga meminta pengembangan lahan pendidikan perguruan tinggi dapat lebih merata. Sebab selama ini pengembangan perguruan tinggi baru terjadi di wilayah utara (Unsoed dan IAIN), wilayah timur (UMP), dan beberapa pengembangan perguruan tinggi di wilayah selatan. Sedangkan untuk wilayah barat sama sekali belum terakomodir. “Ibarat perahu itu bisa oleng karena tidak seimbang. Padahal pendidikan menjadi salah satu pertimbangan perekonomian masyarakat, sehingga perlu ada pemerataan,” tegasnya.Terkait rencana pengembangan UNU, pihak Pansus RDTRK  akan kembali melakukan pertimbangan. Meski demikian, rencana pola ruang yang ditandai dengan warna kuning tersebut merupakan pola ruang yang ada dalam RTRW. Sedangkan dalam RDTRK nantinya akan lebih detil. “Nanti akan kita lihat lagi koordinatnya, karena tidak menutup kemungkinan ada warna kuning diantara warna hijau. Kalau tidak melanggar ketentuan baik GSS maupun GSB, nantinya akan tetap diakomodir dalam RDTRK,

Pendirian UNU Purwokerto Dikebut
Gedung Perkuliahan Segera Dibangun
23 September 2015   Suara Banyumas


Tahapan pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto terus dilaksanakan oleh para panitia pendiri. Selain menunggu surat keputusan dari Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat ini panitia berencana segera membangun masjid kampus dan gedung perkuliahan. Pengajuan izin pendirian universitas milik organisasi ”bintang sembilan” itu juga telah diajukan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Ditargetkan pada 2017 perguruan tinggi milik NU tersebut sudah beroperasi. Ketua LP Maarif NU Kabupaten Banyumas, Rojikin, mengatakan pendirian perguruan tinggi tersebut sudah menjadi cita-cita NU Banyumas sejak lama. Namun karena berbagai hal upaya realisasi baru terlaksana sekarang. Padahal, lulusan sekolah lanjutan atas atau kejuruan khususnya warga NU sudah banyak. ”Kami berharap jika telah berdiri, warga NU dapat mendukung dan memanfaatkan secara maksimal perguruan tinggi milik mereka dengan sebaik-baiknya. Kami optimistis 2017 bisa beroperasi,” kata Rojikin yang pekan lalu baru saja melaksanakan rapat dengan panitia pendiri UNU Purwokerto pekan lalu.
Program Studi Upaya pendirian turut difasilitasi oleh para akademisi NU yang telah berkiprah di perguruan tinggi negeri di Purwokerto termasuk Unsoed, terutama yang telah tergabung dalam ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama). Sebelum akhirnya dipilih lokasi pendirian kampus di sekitar Kompleks Makam Syekh Makdum Wali, Karanglewas, ada lokasi lain yang diwacanakan yaitu di wilayah Gunung Tugel, Purwokerto Selatan. ”Sementara itu untuk rencana program studi yang akan dibuka itu antara lain 10 buah terdiri atas keguruan, teknik dan umum. Termasuk di antaranya adalah fakultas kedokteran,” jelas Ketua LP Maarif Banyumas itu.
Pendidik asal Pekuncen, Muthiah, mengeprasiasi langkah LP Maarif NU Banyumas yang secara bertahap merealisasikan UNU Purwokerto. Ia berharap agar ketika berdiri, perguruan tinggi itu dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan yang bermanfaat, berakhlak, dan profesional di bidangnya. ”Saya yakin UNU Purwokerto nantinya bukan hanya untuk warga NU saja, tapi untuk seluruh warga Banyumas Raya bahkan nusantara. Kami berharap lulusannya benar-benar bisa berkiprah di tingkat lokal hingga global,” katanya.

Jika ini terwujud maka kawasan barat Purwokerto semakin berkembang. Tinggal mensinergikan potensi yang sudah ada yaitu Kampung Logawa Leisure Park by Dreamland , Panembahan Makdum wali dan Museum Soedirman , Pengembangan Kali Logawa untuk event tradisi dan wisata serta ekologi. Dan tak kalah penting adalah menggali dan mengembangkan situs Pasirluhur.  Nilai historis asal usul sejarah Banyumas bermula dari sini. Dahulu kawasan ini adalah Kotaraja atau pusat pemerintahan masa itu di bawah pemerintahan Raden Kamandaka dan keturunannya serta dilanjutkan oleh Raden Jaka Kahiman Bupati pertama Banyumas keturunan Raden Baribin dengan adik kamandaka. Dan saya sebagai keturunan buyut orang pasirluhur sangat berharap kejayaan akan lahir kembali di sini. 




Komentar

  1. Setau saya gunung tugel sekarang tanahnya milik Unsoed. Dan mau didirikan kampus fakultas keguruan dan ilmu pendidikan unsoed serta sekolah vokasi unsoed

    BalasHapus
  2. terima kasih infonya, itu calon lokasi alternatif, Gunung Tugel luas bukan hanya satu lokasi.dan bisa jadi UNU di karanglewas. Kalo boleh tau rencana gedung baru Unsoed berapa lantai?

    BalasHapus
  3. kalo unu pwt kapan buka lowongan dosen yaa..saya dapat tawaran ngajar dr unu jkt..tapi domisili saya di pwt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setahu saya sudah buka lowongan termasuk via fb, tapi kampusnya belum ada, kalo pendapat saya terima saja tawaran dari jkt sambil cari pengalaman, ntar kalo UNU Purwokerto beroperasi baru ngusulkan pindah

      Hapus
  4. kalo unu pwt kapan buka lowongan dosen yaa..saya dapat tawaran ngajar dr unu jkt..tapi domisili saya di pwt..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…