Langsung ke konten utama

Gerhana Matahari Sabit Bukit Tranggulasih


Meski Hanya Sabit, Tetap Memesona

FOTO A 2...ratusan masyarakat sikatar Purwokerto menanti fenomena gerhana Matahari dari Bukit Tranggulasi  (1)Ratusan Warga  Padati Tranggulasih
PURWOKERTO- Wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb) memang tak masuk lintasan Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret kemarin. Namun, itu tak menyurutkan antusiasme warga untuk menikmati “atraksi” Tuhan  tersebut.
Ratusan  warga terbukti mendaki Bukit Tranggulasih, Desa Windujaya Kedungbanteng, Banyumas sejak Selasa malam. Mereka ingin menjadi bagian dari sejarah  menyaksikan dan mengabadikan gerhana matahari.
Mereka yang berasal dari Banyumas dan luar Banyumas itu sengaja menginap di bukit setinggi 400 meter dpl, yang yang berada di Selatan Gunung Slamet tersebut.
Ginanjar (27), warga asal Purbalingga mengaku sengaja datang ke Bukit Tranggulasih lantaran ingin menyaksikan fenomena langka itu. Dirinya bersama teman-temannya datang sejak pukul 21.00 WIB. “Memang sudah direncana akan liat gerhana dari sini (tranggulasih, red),” katanya.
“Menakjubkan. Meski hanya sebagian, hasilnya malah luar biasa seperti bulan sabi,” imbuhnya. Seperti pengunjung lain, dia  menyiapkan amunisi sebelum memotret. Ia menggunakan kamera DSLR dengan tambahan tiga keping filter lensa tipe ND8 dan ND3.
“Biasanya saya pakai buat motret sunrise dan sunset,” ungkapnya yang berhasil memotret setiap detik momen gerhana dari  pukul  06.33 WIB hingga membentuk mirip bulan sabit pukul 07.30 WIB.
Sementara Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Banjarnegara menjadi pusat pengamatan gerhana di Jawa Tengah. Pada saat gerhana kemarin, stasiun yang terletak di Desa Kalilunjar Kecamatan Banjarmangu ini menyelenggarakan kegiatan nonton bareng bersama siswa SMP.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Teguh Rahayu mengatakan di Jawa Tengah, gerhana hanya sebagian. Sehingga saat gerhana, suasana tidak sampai gelap. Hanya meredup beberapa saat.
Dijelaskannya, untuk Banjarnegara dan sekitarnya, gerhana teramati mulai pukul 06.20WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 07.23  WIB dan berakhir pada pukul 08.34. Durasi gerhana 2 jam 14 menit 16,9 detik.     Dengan magnetido gerhana 0,862. Magnetido merupakan perbandingan antara diameter matahari yang tergerhanai bulan dan diameter matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi.
Durasi terpendek teramati di Cilacap yakni 2 jam 13 menit 9,3 detik. Sedangkan durasi gerhana terlama teramati di Rembang yakni 2 jam 17 menit 0,9 detik.
Dari Kroya Kabupaten Colacap,  warga punya cara tersendiri untuk menikmati gerhana. Mereka memanfaatkan negatif film yang masih dimiliki  serta hasil foto rotngen bekas keluarganya yang sakit.
Namun ternyata tidak mudah juga. Sebab jika menggunakan satu lembar negatif film pancaran sinar matahri masih terasa silau. Begitu juga untuk negatif foto rotngen yang masih tembus pancaran sinar matahari yang menilaukan.
“Kalau cuma satu lapis memang masih tembus. Baru setelah dilapisi dua atau tiga lapis proses matahari tertutup oleh bulan bisa dilihat dengan nyaman,”kata Andi Riyanto (37) salah seorang warga.
Hal itu banyak dilakukan oleh warga setelah mendapatkan informasi beruntun g untuk dapat melihat gerhana matahari total. Meski tidak 100 persen namun warga bisa melihat secara kasat mata dengan menggunakan alat seadanya.
Di Purwokero, tak kurang seribu jamaah  mengikuti shalat gerhana matahari yang digelar tahmir Masjid Agung Baitussalam.
Koordinator Lapangan, H Sudarman S.Ag  mengatakan bahwa pada salat gerhana matahari kali ini, bertindak sebagai imam yaitu Ustad Amrullah S.Sos dan khotib Dr H Hizbul Muflihin M.Pd. ” Alhamdulillah animo masyarakat cukup baik. Sekitar 1000  lebih jemaah yang memadati masjid. Mereka telah datang sejak pukul 06.00 WIB. Bahkan ada juga musafir dari Jakarta dan Bandung,” katanya.
u, Dr H. Hizbul Muflihin M.Pd dalam khutbahnya mengajak dan mengingatkan seluruh jemaah yang hadir agar menjadikan fenomena alam gerhana matahari tahun ini sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Tidak salah jika kita melihat mitos yang ada, tetapi bukan berarti mitos itu yang kita ikuti. Gerhana baik matahari atau bulan pada dasarnya merupakan peristiwa alam biasa yang dapat dihitung kapan terjadinya dengan ilmu hisab atau astronomi. Gerhana tidak terkait dengan peristiwa kematian atau kelahiran seseorang,” terangnya.
Di akhir khutbahnya, Hizbul berpesan agar setiap jemaah setidaknya dapat merenungkan dan mempelajari 3 hal dari shalat gerhana matahari. Yang pertama memberikan suatu bentuk pembelajaran bahwa Allah SWT menjadikan siang dan malam dengan sistem tata surya, kedua membuktikan bahwa seluruh firman ALLAH SWT yang terkandung di dalam Al-Quran benar-benar terjadi dan ketiga hendaknya dengan mengikuti shalat gerhana dapat dijadikan sebagai moment untuk senantiasa bermuhasabah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…