Langsung ke konten utama

Pembahasan Raperda Sering Molor

Pembahasan Raperda Sering Molor

Dewan Tak Punya Manajemen Legislasi
PURWOKERTO – Pembahasan raperda inisiatif yang dilakukan DPRD Banyumas sering molor. Hal ini disebabkan dewan dewan belum punya manajemen legislasi, sehingga tidak ada pengelolaan manajemen yang jelas. Hal itu membuat masing-masing komisi, personal DPRD maupun badan pembentukan peraturan daerah (Baperda) sering jalan sendiri-sendiri.
Koordinator Tenaga Ahli Lintas Fraksi DPRD Banyumas Suradi Alkarim mengatakan, usulan penyiapan manajemen legislasi sempat dibahas dalam rapat koordinasi antara tenaga ahli fraksi dan kelompok pakar bersama bagian Setwan pada 24 Febaruari lalu.
“Manajemen legislasi dianggap mendesak dan diperlukan anggota DPRD dalam menjalankan fungsi legislasinya. Karena selama dua tahun terakhir, dalam payung program legilasi daerah (Prolegda), pembahasan puluhan raperda dinyatakan molor atau tak terselesaikan sesuai target dengan produk hukum daerah berkualitas,” kata tenaga ahli Fraksi Golkar-Demokrat, kemarin.
Menurutnya, dalam menyusun prolegda bukan program yang asal-asalan dan mengejar target kuantitas. Sesuai Pasal 7 UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UUPPP), prolegda merupkan instrument perencanaan program pembentukan undang-undang yang disusun secara berncana, terpadu dan sistematis. Dalam hal ini, nilai dia, peran DPRD sangat sentral.
Masukan lain, kata dia, dalam menyusun dokumen naskah akademik, prasyarat raperda terutama inisiatif perlu diserahkan kepada satu tim dari akademisi (perguruan tinggi) sesuai spesifikasi keilmuanya. Naskah akademik juga harus didukung dengan data yang akurat dari lapangan, terutama mengenai kesadaran hukum masyarakat.
“Dalam menjalankan manajemen legislasi, pikiran tenaga ahli sangat relevan dihadirkan di DPRD. Dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifas produk hukum daerah yang berkualitas. Serta untuk menjaga proses Prolegda tetap berada dalam alur pembentukan sistem hukum lokal, yang mencerminkan satu kesatuan konsep atau pemikiran,” katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…