Langsung ke konten utama

Konservasi Sempadan Sungai Tak Boleh Berhenti

17 Mar 2016  suaramerdeka.com – 
Konservasi wilayah sempadan sungai termasuk Sungai Serayu diwilayah Banyumas perlu terus dilaksanakan. Apalagi saat ini wilayah di sepanjang aliran Sungai Serayu ini sudah sangat rawan pengikisan.
Kader konservasi nasional, Kusno yang menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengertian dan fungsi sempadan sungai. Untuk itulah melalui aksi nyata berupa penanaman tanaman konservasi, maka wilayah lahan di dekat sungai dan sekitarnya bisa terjaga. Konservasi lahan tepi sungai tersebut harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama terutama warga di sekitar sungai.
“Untuk itulah kami bersama sejumlah kalangan komunitas peduli lingkungan, pramuka, pemerintah desa dan masyarakat melakukan aksi nyata tanam pohon pucung, pule dan salam di tepi Sungai Serayu, di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, awal Maret lalu,” katanya.
Kusno mengimbau kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk bisa memahami dan melaksanakan isi dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. Dari regulasi tersebut dijelaskan garis sempadan sungai adalah garis maya di kiri dan kanan palung sungai yang ditetapkan sebagai batas perlindungan sungai.
“Perlu diketahui jika sempadan sungai terdapat tanggul untuk kepentingan pengendali banjir, perlindungan badan tanggul maka ada larangan warga untuk menanam tanaman selain rumput, mendirikan bangunan dan mengurangi dimensi tanggul,” jelasnya.
Warga Desa Pegalongan, Kasmidi mengatakan pengikisan di sempadan sungai Serayu khususnya di Desa Pegalongan telah lama dirasakan oleh warga sekitar. Untuk itulah warga turut berupaya aktif untuk mendorong konservasi di wilayah sempadan sungai dengan menanam sejumlah tanaman keras. Selain itu warga berharap pemerintah bisa turut melakukan penanganan di tepi pinggir sungai dengan bronjong di sepanjang aliran sungai.
“Selain tanaman pule, salam dan pucung yang mempunyai perakaran kuat, sejumlah warga juga telah menanam pohon aren di sekitar sungai untuk menghambat laju pengikisan lahan sekitar sungai. Kami berharap agar pemerintah juga turut membantu upaya warga ini,” katanya.
Kepala Desa Pegalongan, Slamet Widodo mengatakan pemerintah desa juga telah melakukan upaya konservasi lahan sekitar sungai dengan memberikan bantuan tanaman buah dan kayu kepada warga yang mempunyai lahan dengan Sungai Serayu. Upaya berbagai pihak termasuk kalangan komunitas peduli lingkungan ‘Wong Apa’, masyarakat, pramuka dan lainnya patut diapresiasi dan diteruskan.
“Kami berharap upaya ini tidak berhenti pada saat tertentu saja. Makanya kami akan terus imbau kepada warga untuk turut aktif melaksanakan konservasi. Apalagi semua ini juga dilaksanakan untuk menjaga lingkungan kita sendiri,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…