Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 23 Maret 2016

naiknya status BNK Banyumas menjadi BNNK Banyumas


Meskipun sangat terlambat tapi naiknya status BNK Banyumas menjadi BNNK Banyumas patut diapresiasi. Sebelumnya aneh karena yang operasi di wilayah Banyumas adalah BNNK Purbalingga . Secara kasus Banyumas peringkat 3 jateng kenapa fasilitas lebih tinggi Purbalingga. Dan berkali kali BNK Banyumas mengusulkan kenaikan status tidak ditanggapi. Baru sekarang dikabulkan. Sempat ada info mafia yang bermain sehingga proses kenaikan status terhalang . data Badan Narkotika Nasional (BNN), selama tahun 2013 kasus penyalahgunaan narkoba di paling tinggi di Jawa Tengah. Setelah Solo, Semarang menempati urutan kedua, disusul, Purwokerto, Cilacap, Magelang, Tegal dan Pekalongan.


Padahal Purbalingga mungkin masuk 10 besar pun tidak sampai. ada isu kepentingan mafia terselubung menghalangi alih status karena takut ada kenaikan anggaran pemberantasan oleh instansi sejenis di kabupaten Banyumas. 


http://googleweblight.com/?lite_url=...n55yOmttXUdnWA




BNNK Belum Punya Alat Tes Urine

Test-Urine
PURWOKERTO – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Banyumas yang baru dibentuk Januari 2015, masih minim peralatan. Salah satunya alat tes urine.
Kepala BNNK Banyumas Aziz Nurwanto menjelaskan, saat ini BNNK sedang berupaya membeli alat tes urine. Alat tersebut harus beli dan harganya tidak murah. Saat ini, BNNK Banyumas masih berupaya membeli perlengkapan kantor.
“Bertahap. Ini baru beli alat-alat kantor. BNNK kan baru resmi jalan Januari kemarin, jadi masih perlu pengadaan alat kantor. Ke depan baru ada rencana beli alat tes urine,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini harga alat tes urine tidak murah. “Satu unit mencapai Rp 100 ribu,” katanya kepada Radarmas.
Aziz mengungkapkan, kabupaten lain seperti Cilacap dan Purbalingga bisa melakukan tes urine ke instansi pemerintahan ataupun yang lainnya secara rutin. Hal itu dikarenakan sudah lama beroperasi dan stok alat tes urine masih banyak.
“Cilacap dan Purbalingga sudah lama berdiri. Mereka alatnya sudah lengkap dan punya banyak persediaan alat tes urine, sehingga mereka bisa melakukan kegiatan secara rutin,” imbuhnya.
Aziz menjelaskan, BNNK Banyumas sudah merencanakan kegiatan tes urine dan tinggal menunggu ketersediaan alat. “Kami berusaha secepatnya. Anggaran sudah ada, segera kami lakukan tes urine kalau alat sudah mencukupi,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan dan penyelidikan. Sehingga kasus penyalahgunaan narkoba bisa terungkap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar