Langsung ke konten utama

Pemdes Kalisalak Kebasen Kembangkan Wisata Adat


BANYUMAS : Setelah mendapatkan Gelar Desa Adat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (Bapermas- PKB) Banyumas pada Tahun 2011, Desa Kalisalak terus mengembangkan potensi adat, budaya dan tradisi yang diliki dan dilaksanakan secara turun temurun.
Kepala Desa Kalisalak, Sutrisno saat ditemui, Rabu (23/3) mengatakan adat, tradisi dan budaya yang berkembang didesanya, mendapat perhatian dari pemerintah. Setelah mendapat gelar adat pihaknya mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
“Pada bulan Oktober 2015, kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk revitalisasi rumah adat yang telah berdiri sebelumnya. Mudah-mudahan dengan diresmikannya rumah adat ini dapat mendukung program desa wisata,” katanya,
Lebih lanjut Sutrisno, mengatakan rumah adat nantikan akan menjadi pusat kegiatan itu terdiri dari tiga bagian utama. Yakni bangunan untuk perkantoran, kemudian balai adat dan galeri yang berisi benda- benda bersejarah peninggalan Amangkurat I.
“Rumah Adat kami sudah diresmikan oleh Bupati Banyumas, Bapak Ir. Achmad Husein, Selasa (22/3) malam lalu” jelasnya.
Sutrisno menjelaskan setiap tahun di desanya digelar berbagai macam acara adat, budaya dan tradisi. Antara lain jamasan jimat dan gebyar suran. Sebagai orang timur, masyarakat sini masih memegang erat adat, budaya dan tradisi Banyumasan serta menjaga alam dengan baik.
“Kami berencana memadukan wisata adat dan potensi alam, karena selain adat dan budaya kami juga memiliki potensi alam berupa air terjun, gua dan sendang yang layak dijadikan tempat wisata. Dan biasanya pada akhir pekan tempat -tempat itu sering dikunjungi warga luar daerah” terangnya.
Nantinya setelah mengunjungi wisata alam, wisatawan dapat sekalian mengunjungi rumah adat yang berisi berbagai benda peninggalan sejarah. Menurutnya pengembangan wisata itu sebagai salah satu upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Biasanya pada setiap akhir pekan banyak pedagang yang berjualan di sekitar rumah adat. Hampir setiap akhir pekan ada kegiatan di rumah adat, seperti untuk tempat kumpul komunitas-komunitas seperti komunitas sepeda motor, pecinta alam, pecinta budaya, rombongan keluarga dan sebagainya” pungkasnya.
 
Sumber Foto : http://pemdeskalisalak.blogspot.co.id

Foto Humas Kabupaten Banyumas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…