Langsung ke konten utama

Penyusunan Sejarah Desa Adat di Banyumas


Penyusunan Terkendala Narasumber
Sejarah Desa Adat di Banyumas


Radar Banyumas
24 April 2012
BANYUMAS - Meski menemui kendala tentang narasumber pelaku sejarah dan dokumentasi, namun sejumlah pengurus Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Adat di Banyumas hingga kini, masih giat menyusun dokumentasi sejarah dan asal usul desa.
Ketua Pokmas Bonokeling Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Sumitro mengatakan penyusunan dokumentasi sejarah, berupa sejarah dan asal usul desa juga memerlukan waktu dan penelitian yang cukup lama. Mengingat pembuatan sejarah desa ini juga tidak boleh serampangan dan sembarangan.
"Harus benar-benar disusun secara benar dan runtut. Apalagi ini menyangkut silsilah dan juga berbagai kejadian di masa lalu. Kami terus mengumpulkan dan menyusunnya lagi agar lebih baik dan tidak melenceng," ujar Sumitro beberapa waktu lalu.
Kebenaran sejarah dan asal usul desa, lanjut Sumitro sangat penting, karena nantinya hal ini akan menjadi acuan dan pembelajaran bagi generasi mendatang. Terlebih lagi sebagai desa adat, dimana setiap warganya didorong untuk semakin mengerti dan melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur di masa lalu hingga sekarang.
"Kami berharap sejarah dan asal usul desa ini nantinya dapat menjadi bahan sejarah dan pelajaran bagi warga di sini khususnya sehingga semakin bangga dengan warisan budaya leluhur di sini," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pokmas Sekar Wigati, Desa Gerduren Kecamatan Purwojati, Bambang Suharsono mengatakan hingga saat ini pihaknya terus menghimpun data dan dokumentasi dari para pelaku sejarah desanya. Namun tidak bisa dipungkiri untuk mendapatkan data yang akurat, valid dan otentik, ia perlu kerja keras dan membutuhkan waktu yang lama.
"Apalagi sebagian narasumber yang mengerti masa lalu dan dokumentasi sejarahnya sudah jarang. Makanya memang perlu waktu untuk menyusun sejarah desa Gerduren ini. Apalagi kami harus menggali informasi terkait lengger Gerduren,"jelas Bambang beberapa waktu lalu.
Namun, dia mengaku optimis dapat menyelesaikan sejarah asal usul desa Gerduren dengan segala kebudayaan dan masa lalunya. Apalagi di Desa Gerduren, masih terdapat sejumlah situs peninggalan kebudayaan di masa lalu. Kebudayaan Gerduren yang lekat dengan nuansa agraris juga terus diungkap dengan para sejarah pelaku kesenian lengger.
"Kami harus mewawancarai banyak orang untuk mendapatkan data yang valid dan otentik. Kami harus memilah dan memilih dengan kritis dan menyambungkan satu sama lain. Tapi tidak boleh asal nyambung saja, namanya juga catatan sejarah," ujarnya.
Seperti diketahui di Banyumas, ada lima desa adat yaitu Desa Cikakak Kecamatan Wangon, Desa Gerduren Kecamatan Purwojati, Desa Kalisalak {Kecamatan Somagede?}, Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas dan Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang. Kelima desa ini pada 2011 lalu, mendapatkan bantuan pilot project desa adat, untuk bisa pemberdayaan masyarakat desa dan pelestarian adat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…