Langsung ke konten utama

Pelebaran Jalan Ajibarang Wangon Bagian II

Jalur Pancasan Minim LPJU

(11 December 2015, Suara Merdeka)
Akibat proyek pelebaran jalan di jalur Ajibarang-Wangon tepatnya. Masuk Desa Pancasan Ajibarang, sejumlah tiang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dibongkar. Hal itu membuat sepanjang jalur Pancasan saat malam hari menjadi gelap.
Kepala Desa Pancasan, Ali Syaifurohman mengatakan, dampak dari pelebaran jalur Ajibarang-Wangon masuk desa Pancasan, membuat beberapa titik lampu penerangan jalan terkena pelebaran yang akhirnya dibongkar. Namun, usai pelebaran jalan beberapa tiang lampu belum bisa difungsikan kembali.
“Kami sudah melaporkan ke pihak terkait, supaya lampu difungsikan kembali. Karena saat malam hari, jalur Pancasan gelap minim lampu penerangan,”jelas Ali, Kamis (10/12).
Dengan kondisi jalan usai pelebaran dan musim hujan, ia berharap lampu penerangan kembali diperbaiki dan difungsikan. Harapan tersebut juga datang dari warga dengan keluhan jalan yang gelap kepada kepala desa.
“Warga banyak yang mengadu kepada saya karena kondisi jalan yang gelap. Untuk itu saya berharap lampu penerangan jalan segera diperbaiki,”jelasnya.
Selain lampu penerangan jalan, lanjut Ali, menjelaskan terkait adanya tiang telepon yang berada di badan jalan usai pengerjaan pelebaran jalan, pihaknya sudah melaporkan ke pihak terkait untuk segera dipindah. Ia berharap pemindahan tiang telepon bisa dilakukan secepatnya.
“Sudah ada realisasi untuk pemindahan. Beberapa titik sudah dipasang tiang telepon baru sebelum tiang lama yang berada di badan jalan dibongkar. Namun, kami berharap bisa secepatnya dipindah, karena usai proyek pelebaran jalan, tiang telepon yang sebelumnya berada di tepi jalan menjadi berada di badan jalan,”jelasnya

Warga Keluhkan Tiang Telepon di Badan Jalan

 

(20 November 2015, Radar BANYUMAS)-Warga Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang dan pengguna jalan yang melintas di jalur Ajibarang-Wangon, mengeluhkan berdirinya tiang telepon di badan jalan wilayah Desa Pancasan.
Setelah ada pelebaran jalan, tiang telepon tersebut berada di badan jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Salah satu warga Pancasan, Subhan mengatakan, beberapa tiang telepon berada di badan jalan mulai dari perbatasan dengan Desa Ajibarang Wetan sampai ke Masjid Pancasan.
“Sudah banyak pengendara motor yang memilih jalur kiri untuk berkendara dan menabrak tiang karena berada dekat atau di badan jalan. Selain itu warnanya juga hitam, sehingga penggendara motor sering tidak mengetahui ada tiang listrik di jalan,”jelas Subhan, Rabu (19/11).
Dia berharap pihak terkait segera memindah tiang telepon yang berada di badan jalan atau dekat dengan jalan. Terlebih tiang telepon yang berada di dekat Masjid Pancasan, beberapa waktu lalu ada pengendara sepeda motor yang menabrak tiang dan jatuh ke kanan, tertabrak truk.
“Kami berharap segera dipindah tiang telepon yang berada di jalur Pancasan. Ada beberapa titik yang memang segera untuk dipindah seperti di dekat Masjid karena setelah pelebaran jalan, tiang telepon menjadi berada di badan jalan,”ujarnya.
Kepala Desa Pancasan, Ali Syaifurohman mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak terkait agar tiang telepon segera dipindah. Dia berharap pemindahan tiang telepon bisa dilakukan secepatnya.
” Beberapa titik sudah dipasang tiang telepon baru sebelum tiang lama yang berada di badan jalan dibongkar. Namun kami berharap bisa secepatnya dipindah, karena usai proyek pelebaran jalan tiang telepon yang sebelumnya berada di tepi jalan menjadi berada di badan jalan,”jelasnya.

Pembelajaran dan Perhatian Pemanfaat Areal Jalan dan Jembatan Provinsi.


 Pelebaran jalan provinsi di wilayah Brebes dan Banyumas diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan perhatian bagi para pemanfaat areal jalan dan jembatan provinsi. Pasalnya, selama ini sering ada kesan pemanfaatan areal jalan kurang memperhatikan standar teknis, koordinasi lembaga, dan regulasi. Seperti diketahui, lima ruas jalan di wilayah Brebes hingga Banyumas sedang dalam pelebaran sejak tiga pekan terakhir. Di ruas Prupug hingga perbatasan Banyumas dan ruas jalan Ajibarang hingga Wangon yang menjadi sasaran pelebaran, ditemukan banyak pipa air bocor dan jaringan fiber optik yang dipasang secara dangkal putus setelah permukaan jalan tersebut digali alat berat. Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah 9 Slawi-Ajibarang-Wangon, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Farman Ali, mengharapkan ke depan warga, perusahaan, atau lembaga yang ingin memanfaatkan areal sekitar jalan dan jembatan milik negara dapat memperhatikan prosedur.
Hal ini penting untuk mengantisipasi permasalahan di lapangan pada kemudian hari. “Kami minta ke depan koordinasi dengan kami lebih ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada masalah lagi. Aturan hingga prosedur teknis harus benar-benar diperhatikan,” katanya, kemarin. Belum Sesuai Prosedur Farman menjelaskan, sesuai dengan pemantauannya di lapangan, banyak sekali pemanfaatan areal jalan provinsi atau nasional yang belum sesuai dengan prosedur dan standar teknis. Akibatnya, saat pelebaran jalan, banyak kabel jaringan telekomunikasi, jaringan air bersih (milik warga, pemerintah desa, dan pemerintah daerah) yang terkena dampak pengerukan jalan. “Sesuai dengan standar teknis, misalnya penanaman kabel ataupun pipa air bersih itu minimal 1,5 meter di bawah permukaan jalan. Yang terlihat dalam proses (pelebaran jalan) ini kurang dari satu meter,” jelasnya.
Kepala Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Ali Syaifurrohman, mengatakan, pelebaran jalan provinsi di wilayahnya memang membawa dampak kelancaran lalu lintas kendaraan jalur Ajibarang- Wangon. Selain itu, pelebaran jalan yang menggunakan alat berat itu juga terpaksa membuat banyak pipa fiber optik dan air bersih tertanam terangkat lagi. “Kami sedang berkoordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana proyek pelebaran jalan ini. Semoga segera ada solusi terbaik atas dampak pelebaran jalan ini,” katanya
Pelebaran Jalan Diharapkan Jadi Pembelajaran
(Suara Merdeka, 6 Oktober 2015) 



Akhir Tahun, Proyek Jalan Ajibarang-Wangon Selesai


  suaramerdeka.com - Pengaspalan jalan Ajibarang-Wangon dipastikan telah selesai pada akhir tahun 2015. Sementara ruas-ruas jalan nasional Slawi Ajibarang Wangon yang belum tergarap akan dianggarkan pada 2016 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah 9 Slawi-Ajibarang-Wangon, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Farman Ali. Ia mengatakan sampai dengan kemarin, hampir seluruh proyek jalan khususnya di wilayah Ajibarang Wangon telah selesai dikerjakan.
“Ada sekitar 13 kilometer yang telah diselesaikan. Sebelumnya telah diselesaikan pekerjaan jalan di jalur Slawi Ajibarang khususnya wilayah Bumiayu, Paguyangan dan sebagainya,” katanya.
Menghadapi musim hujan, perbaikan jalan berupa penambalan jalan berlubang juga terus dilaksanakan rutin oleh para pekerja. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi kerusakana jalan yang lebih parah. Sementara itu untuk ruas jalan yang belum tergarap maka dianggarkan akan dilaksanakan 2016 mendatang.
“Untuk yang belum tergarap kami rencanakan untuk diusulkan pelaksanaanya pada 2016 mendatang. Sehingga ke depan seluruh jalan dari arah Slawi Ajibarang Wangon dapat representatif untuk memenuhi kebutuhan para pengguna jalan di jalur selatan,” katanya.
Sebelumnya, Farman Ali juga mengimbau pemanfaatan areal jalan dan jembatan milik provinsi atau pusat oleh warga, lembaga atau instansi tertentu diharapkan dapat dilaksanakan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…