Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 16 November 2015

Usulan Revitalisasi Terminal Wangon Terintegrasi Taman Kota


Wajah Teminal wangon saat ini, telihat gersang dan kumuh, tidak sehijau belasan tahun lalu
















































Warga Usulkan Taman Kota Terpadu


BANYUMAS-Taman Kota terpadu yang diusulkan berlokasi di Terminal Bus Wangon, diharapkan dapat terealisasi. Taman kota terpadu ini diharapkan juga dapat mendorong pembenahan masalah lingkungan dan menambah pendapatan retribusi terminal karena saat ini kondisi terminal Wangon terlihat kumuh dan semrawut.
Kepala UPT Terminal Ajibarang-Wangon, Gitu SH, Selasa (5/5) mengatakan, pihaknya mengapreasiasi usulan warga Kecamatan Wangon tentang taman kota terpadu di terminal Wangon tersebut. Dia juga berharap agar usulan itu dapat direalisasikan.
“Kami sepakat jika di terminal ada taman kota terpadu yang bisa memberikan kenyamanan dan keindahan terminal. Apalagi sekarang ini terminal Wangon terlihat kumuh,”ujarnya. Menurut dia, dengan adanya taman kota dengan berbagai fasilitasnya, diharapkan akan ada peluang pendapatan bagi warga sekitar dan pemerintah daerah.
Warga sekitar terminal dapat berdagang dan pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan retribusi dari para pedagang yang berdagang di sekitar lokasi taman kota. “Selama ini pendapatan terminal hanya dari retribusi dari angkutan umum dan mikrobus yang melintas. Apalagi seperti terminal Ajibarang, terminal Wangon juga merupakan terminal lintasan saja,”jelasnya.
Warga Karangtawang, Banteran, Sahidi mengatakan, dengan perkembangan Wangon yang terus berjalan dan menjadi lintasan kendaraan dari arah Bandung dan Jakarta, sudah waktunya pembenahan kota dilaksanakan. Selain prasarana transportasi yang layak, Wangon juga membutuhkan ruang publik terbuka yang mampu menjadi tempat melepas penat atau istirahat.
“Kalau sekarang ini banyak warga ataupun generasi muda yang menghabiskan waktu santai di sembarang tempat, karena memang tidak ada tempat yang representatif bagi warga,”ungkapnya. Camat Wangon, Sujarwoto mengatakan, beberapa waktu lalu memang pernah diwacanakan tentang terminal terpadu bersama taman kota.
Di kompleks terminal bus Wangon tepatnya, diusulkan akan dibangun sebuah taman yang bisa menjadi wahana publik terbuka untuk masyarakat. “Hal itu sudah dibicarakan dan sudah disurvei tahun lalu oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo). Kami juga berharap agar rencana itu dapat terealisasi sehingga mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,”jelasnya.
Dengan adanya taman kota sebagai ruang publik terbuka, diharapkan suasana Wangon akan menjadi lebih menarik. Menurut dia, selama ini kompleks terminal angkutan Wangon terkesan kumuh dan semrawut. Terlebih lagi sebagai lintasan jalan dari arah Bandung, Yogya dan Jakarta, kompleks perempatan Wangon hingga Jalan lingkar Wangon sering menjadi tempat parkir dan mangkal kendaraan-kendaraan berat, khususnya di malam hari.
“Makanya kami berharap agar penataan dan pembenahan kembali prasarana di Kota Wangon baik jalan raya, terminal maupun taman kota dapat direalisasikan. Apalagi sebagai kota lintasan wilayah industri dari Ajibarang dan Cilacap, Wangon sangat strategis untuk dikembangkan,”imbuhnya ( Radar Banyumas)


Rencana Renovasi Terminal Wangon Bertahap



Terminal tipe B Wangon seluas dua hektar dengan armada yang biasa beroperasi sebanyak 214 kendaraan mendesak diperbaiki. Pasalnya, hampir seluruh aspal jalan mengelupas dan terdapat genangan air saat hujan turun.
Penumpang bus asal Wangon, Sukanto mengatakan, keadaan terminal saat ini memprihatinkan, karena keadaan jalanannya rusak parah. Sehingga, lanjutnya, saat musim penghujan, genangan air menggenang di lokasi terminal.
“Sangat tidak nyaman melihat kondisi terminal, yang seperti ini. Paling jelas terlihat, yakni jalanannya yang rusak. Kalau pas panas, debunya kemana-mana. Kalau pas hujan, genangan air ada dimana-mana. Selain itu, peneduh dan pohonnya juga minim,” kata dia, kemarin (25/11).
Lebih lanjut dia menyesalkan, keadaan seperti ini yang seolah dibiarkan pihak pengelola dan pemkab. Dia mengharapkan segera ada tindakan perbaikan dari mereka.
Selain itu, infrastruktur pendukung dari mulai atap bangunan, wc, drainase, dan dinding butuh segera direnovasi. “Selain kondisi terminal yang rusak, juga fasilitas seperti WC juga rusak. Sebagai penumpang yang setiap hari menggunakan terminal sangat menyayangkan kondisi terminal Wangon,”ujarnya.
Sementara itu, ditemui di kantornya, pengelola terminal UPT Wangon, Nidam menjelaskan, memang tengah ada rencana pembenahan terminal Wangon, tapi itu dilakukan bertahap. Kemudian, menurutnya untuk langkah pertama, yakni pembangunan atap terminal khususnya untuk angkutan koprades akan segera direalisasi.
“Kami memang tengah memrogramkan perenovasian terminal, namun bertahap. Pertama, yang telah mendapat acc (diterima_red) pemkab, yakni pembangunan atap koprades. Itu sudah di anggarkan di anggaran perubahan Oktober lalu, namun hingga sekarang belum ada realisasinya, padahal bulan depan harus sudah SPJ, saya juga bingung dan nggak tahu kenapa belum dibangun hingga saat ini. Tahap selanjutnya, akan menyusul saat yang pertama telah direhab,” jelas Nidam. ( Radar Banyumas)





Apakah yang dimaksud adalah ini sebagai hasil renovasi tahap I ? Inilah Terminal KopradesSekarang terlihat lebih rapi dan memiliki atap. Jika demikian maka renovasi tahap berikutnya akan menyusul. Semoga saja sesuai harapan kita semua.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar