Langsung ke konten utama

Pencemaran Sungai Di Purwokerto Tegolong Akut & Gawat

Sampah Banjaran Sampai Sembilan Truk
2 November 2015
PURWOKERTO – Gerah terhadap kondisi sampah yang kian hari kian meningkat, ratusan warga, Minggu (1/11) kemarin kembali melakukan serangan fajar terhadap sampah yang berada di Sungai Banjaran. Setidaknya sembilan truk sampah berhasil diangkat dan dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kaliori.
Salah satu aktivis lingkungan dari Komunitas Masyarakat Purwokerto Peduli, Apris Dwi Rahmadani mengatakan, sampah tersebut sebagian besar merupakan hasil serangan fajar bersih sungai pada minggu lalu. Namun karena kekurangan armada, akhirnya selama seminggu terakhir sampah yang sudah ditepikan belum bisa diangkat.
“Baru pada hari ini (kemarin, red) sampah sudah bisa diangkat dengan bantuan armada truk sampah dari dinas terkait. Namun volumenya bertambah karena ada kiriman sampah dari daerah hulu sungai,” katanya.
Diakui Apris, upaya untuk ikut menyadarkan masyarakat agar peduli terhadap kelestarian sungai memang butuh kerja ekstra keras. Menurutnya, upaya yang dilakukan sejumlah warga dalam melakukan serangan fajar iharapkan bisa menjadi cambuk atau pemicu peningkatan kesadaran masyarakat.
Menurutnya, untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap sungai, perlu ada shock therapy. “Kalau perlu bisa diberlakukan sanksi sosial bagi masyarakat yang menyebabkan lingkungan kotor, termasuk lingkungan sungai. Dengan ada sanksi sosial, diharap warga di sekitar lokasi akan menjadi malu, dan tergerak menjaga kebersihan lingkungannya,” ucapnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Dr Ir Irawadi CES mengaku sangat prihatin dengan kondisi sungai yang ada di wilayah perkotaan saat ini. “Setelah melihat secara langsung, kondisinya memang sangat buruk. Kita akan upayakan untuk membentuk tim terpadu untuk melakukan konservasi pemeliharaan sungai secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dia berharap dengan adanya konservasi, kondisi sungai yang ada di dalam kota Purwokerto bisa berubah menjadi sungai yang sehat. “Setelah ini kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan inventarisasi saluran drainase atau saluran air yang berpotensi menjadi penyebab banjir di dalam kota,” katanya

Tak hanya sampah, Limbah berbahaya juga sudah mencemari sungai di Purwokerto .

suaramerdeka.com - Kualitas air sungai yang melintas di wilayah Purwokerto terus menurun. Hal itu diakibatkan berbagai macam sebab, antara lain pembuangan limbah dari rumah tangga dan dampak dari penambangan golongan C.
Berdasarkan hasil uji kualitas air oleh Laboratorium Lingkungan Hidup Badan Lingkungan HIdup (BLH) Banyumas di empat sungai, yakni Logawa, Banjaran, Kranji, dan Pelus, kondisi airnya telah tercemar dan mengandung zat pencemar beracun.
Kepala UPT Laboratorium, Heri Sulastiono, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan air sungai tidak laik untuk dikonsumsi. Apabila dikonsumsi, dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi di dalam tubuh manusia.
“Secara keseluruhan nilai rasio BOD Sungai Logawa, Banjaran, Kranji, dan Pelus berkisar antara 0,24-11,22 mg/l. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi sungai tercemar sedang dan mengandung zat pencemar beracun atau toksik,” katanya, Kamis (8/10).
Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan di lapangan, sambung dia, masukan limbah rumah tangga ke badan air sungai Kranji jauh lebih besar dibanding tiga sungai lainnya. Pasalnya Sungai Sungai Kranji melintas di tengah kota dan sejumlah perumahan mulai dari bagian hulu sungai.
“Apalagi kalau musim kering seperti sekarang ini, kualitas air sungai jelas menurun. Debit air yang semakin kecil sehingga tidak bisa memproses limbah-limbah yang ada. Jadi tanpa diuji pun sudah kelihatan kualitas airnya,”


Komentar

  1. Salam lestari..
    Perkenankan saya untuk memperkanalkan diri trlebih dahulu.
    Saya dany setyawan domisili di area kali pelus saya memang bukan asli purwokerto saya hanya sedikit dari jutaan orang yg miris dan tergerak tentang issu2 lingkungan.
    Untuk saat ini saya tergabung di gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.
    Sekiranya sodara berkenan saya minta contact person njenengan untuk bisa ngobrol lebih mendalam seputar kota satria.
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas kunjungannya di blog ini pak Dany setyawan. Saya kebetulan tidak berdomisili di Purwokerto dan karena kesibukan pribadi jarang ke Purwokerto. Dulu setiap minggu saya menyempatkan diri ke Purwokerto. tapi jika ada kesempatan saya Ke Purwokerto kita bisa bertemu membahas berbagai hal. Saya anggota komunitas Skyscrapercity Purwokerto . komunitas yang fokus dan peduli terhadap isu yang berkaitan dengan pertumbuhan perkotaan. no personal nanti saya kirim lewat g+ ya...

    BalasHapus
  3. untuk sementara no hp sedang tidak aktif pak tapi disimpan dulu tidak apa apa 081368687527 tapi jika ada pesan lebih cepat bisa ke twitter saya di SkyscraperPurwokerto @sitoneizer. terima kasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…