Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 26 November 2015

Jembatan Tajum, Terbukanya Isolasi Pedalaman Tiga Kecamatan

(Selasa, 30 Desember 2003, SuaraMerdeka)

 Delapan Desa Tak Terisolasi Lagi

Jembatan Kali Tajum Diresmikan

Harapan warga delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Wangon, Purwojati, dan Ajibarang untuk bisa menikmati jalur transportasi dengan lancar terpenuhi.
Setelah Senin (29/12) kemarin, jembatan Kali Tajum, Pekodokan, di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon yang menghubungkan desa-desa tersebut secara resmi dibuka untuk umum oleh Bupati Banyumas Aris Setiono. Sebelumnya, selama puluhan tahun warga yang tinggal di daerah perbukitan Wangon-Purwojati tersebut terisolasi dari desa lain dan dengan pusat kecamatan.
Peresmiannya ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita, disaksikan ribuan warga, antara lain anak-anak sekolah. Dari Pemkab hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suyatno SSos MHum, Kabag Pengendalian Pembangunan Daerah Didik Rutwianto SH MHum, Kepala Bawasda Harya Sena, unsur Muspika, dan sejumlah pejabat lain. Demikian juga, Direktur CV Niagaraya M Nasir Basalamah selaku pelaksana proyek.
Untuk menyaksikan pembukaan jembatan penghubung senilai Rp 2 miliar ini, warga rela tidak berangkat kerja, pergi ke ladang ataupun sawah. Bahkan untuk meluapkan rasa bersyukur dan kegembiraannya, warga menggelar pertunjukan wayang kulit di dekat jembatan pada malam harinya. Kades Wlahar Rakun menuturkan, kegiatan syukuran itu murni swadaya dari desa dan warga.
''Setelah jembatan dibuka, warga juga telah siap membuka sejumlah jalur/jalan yang selama ini jarang dipakai di daerah perbukitan atas agar kegiatan perekonomian, mobilitas warga dan anak sekolah serta hubungan antardesa tambah lancar,'' paparnya.
Jalur Tembus
Delapan desa tersebut adalah Gandulekor, Kaliurip, Kaliwangi, Kalitapen, Karangtalun, dan Wanarata (Kecamatan Purwojati), Wlahar (Kecamatan Wangon) khususnya Gerumbul Pekodokan yang dihuni 350-an keluarga, dan Tipar Kidul Gerumbul Janggawana (Kecamatan Ajibarang). Jembatan itu juga bisa sebagai jalur tembus atau alternatif tiga kecamatan itu. Sebab, bila mengambil jalur jalan raya Ajibarang-Wangon-Purwojati dan sebaliknya, jaraknya lebih jauh.

Kisah Jembatan Tajum Lain, Sama sama Penghubung Daerah Pedalaman.


Status Jembatan Jadi Kendala Pemberian Bantuan

(14 Maret 2015, Suara BANYUMAS) – Pemkab Banyumas, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) menyatakan belum dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan konstruksi bagian tengah Jembatan Tajum Janggawana Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang. Pasalnya badan dan tiang jembatan yang melintang di atas Sungai Tajum tersebut merupakan aset desa.
Kabid pemeliharaan jalan dan jembatan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Eriek Kusuma mengatakan jembatan itu pada Januari lalu sudah dicek ke lapangan oleh petugas namun demikian dalam pengecekan, diketahui badan jembatan yang melengkung merupakan badan jembatan yang dibangun oleh pihak desa. Dinas SDABM kata dia, hanya membangun badan jembatan yang ada di sebelah timur. ”Karena itu aset desa, kami belum berani melakukan perbaikan. Untuk keamanan seharusnya badan jembatan itu harus diganti lagi,” katanya.
Kepala Desa Tiparkidul, Riyanto mengatakan sejarahnya pembangunan Jembatan Tajum menuju Dusun Janggawana tersebut dibangun secara permanen dengan bantuan sejumlah pihak dan swadaya masyarakat. Bagian tengah badan jembatan yang telah melengkung dan tiang penyangganya keropos itu sepanjang 17 meter merupakan swadaya masyarakat. Sementara sejumlah bagian lainnya dibangun dengan bantuan dana aspirasi dari wakil rakyat. ”Karena memang sebelumnya jembatan ini merupakan jembatan gantung yang juga sudah rusak. Untuk itulah warga, pemerintah desa dan berbagai pihak membangun jembatan ini menjadi seperti sekarang ini dengan bertahap,” jelasnya.
Terkait kerusakan tersebut, Riyanto berharap pemerintah kabupaten ataupun provinsi dapat memperbaiki kembali bagian yang rusak tersebut. Pasalnya dengan kondisi sekarang ini, jembatan tersebut sangat berbahaya dilintasi warga. Untuk itulah sejak beberapa bulan terakhir, jembatan ini sudah tertutup oleh kendaraan roda empat. Dikhawatirkan ”Kami berharap agar upaya dari pemerintah untuk bisa memperbaiki infrastruktur ini dengan berbagai cara yang tidak menyalahi prosedur yang ada. Kami khawatir jika dibiarkan maka kerusakannya akan semakin parah dan membahayakan warga,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Janggawana Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang yang tinggal di seberang Sungai Tajum mengkhawatirkan konstruksi sebagian badan jembatan Sungai Tajum. Saat ini selain kondisinya ada yang melengkung, sambungan konstruksi badan jembatan juga telah merenggang. Selain dimanfaatkan warga Dusun Janggawana, Jembatan Sungai Tajum sepanjang sekitar 84 meter x 2,5 meter itu juga dimanfaatkan oleh warga Dusun Karangkamal, Desa Windunegara dan Dusun Pekodokan, Desa Wlahar Kecamatan Wangon dan Desa Kaliputih Kecamatan Purwojati yang secara geografis berada di seberang Sungai Tajum. Jadi jumlah pemanfaat jembatan tersebut selain bisa mencapai ribuan warga.
Sambungan Jembatan Janggawana Retak

(Radar Banyumas, 17 November 2015)

Usulan Perbaikan Tak Direspon

AJIBARANG-Pemerintah Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang tetap berharap pemerintah daerah dapat membantu perbaikan Jembatan Tajum menuju Dusun Janggawana yang kondisinya sudah membahayakan bagi warga.
Sebab sambungan jembatan lama dan baru sudah retak serta bergeser. Dikhawatirkan saat musim hujan dengan aliran sungai Tajum yang deras, dapat menyeret pondasi jembatan.
Kepala Desa Tiparkidul, Riyanto mengatakan, proposal pengajuan perbaikan jembatan di atas Sungai Tajum itu telah dilayangkan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) beberapa waktu lalu.
Namun dari informasi yang dia dapat, pengajuan perbaikan dan pembangunan jembatan Janggawana harus menunggu APBD Perubahan 2016. “Sudah ada pengajuan terkait perbaikan jembatan melalui Musrenangcam namun dari informasi yang didapat tidak masuk APBD induk 2016 jadi menunggu Perubahan. Sehingga diharapkan realisasi perbaikan bisa segera terlaksana mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting warga,”jelasnya, Senin (16/11)¹.
Menurut dia, tiga wilayah yang terhubung dengan Jembatan Tajum dari Dusun Janggawana, Tipakidul, Ajibarang ini adalah wilayah Desa Wlahar Kecamatan Wangon dan Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati.
“Wargaberharap agar pemerintah daerah dapat membantu perbaikan jembatan Tajum yang ada saat ini. Apalagi dengan kondisi yang telah retak dan melengkung seperti sekarang ini, cukup berbahaya,”ujarnya.
Menurut dia, tanggapan pejabat dari dinas terkait yang menyatakan bahwa bantuan perbaikan Jembatan Tajum terhalang status jembatan, cukup dikeluhkan warga.
Dia berharap agar pemerintah daerah dapat tetap mengupayakan turunnya bantuan lewat jalur lain namun tidak melanggar prosedur.
Petugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) beberapa waktu lalu menyatakan belum dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan konstruksi bagian tengah Jembatan Tajum Janggawana Desa Tiparkidul. Sebab badan dan tiang jembatan yang melintang di atas Sungai Tajum tersebut berstatus merupakan aset desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar