Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 05 November 2015

Banyumas Kembangkan Sejumlah Obyek Wisata Andalan


Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata setempat berencana mengembangkan sejumlah kawasan wisata. “Kawasan wisata yang kami kembangkan selama ini difokuskan pada tiga wilayah yang dikenal dengan Bangomas (Baturraden, Wangon, dan Banyumas). Ke depannya, kami kembangkan menjadi enam wilayah,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Banyumas Deskart S. Jatmiko di Purwokerto, Minggu. Khusus untuk Lokawisata Baturraden, pihaknya akan memaksimalkan area yang ada untuk penataan pedagang dan aset serta pengembangan lahan-lahan yang masih kosong namun saat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran. Menurut dia, di Desa Karangsalam dan Ketenger, Kecamatan Baturraden, juga akan dikembangkan wisata “canyoning”. Sementara untuk kawasan wisata di kota Purwokerto, lanjut dia, lebih difokuskan pada pengembangan taman-taman kota. “Saat ini ada rencana pengembangan Taman Rekreasi Andang Pangrenan dan Taman Bale Kemambang. Bale Kemambang dalam dua tahun ini akan diperluas sedangkan di Andang Pangrenan akan dilakukan rehabilitasi terhadap sarana yang rusak dan penambahan fasilitas guna menarik pengunjung,” katanya. Di kawasan wisata Kota Lama Banyumas telah terlaksana kegiatan Festival Bambu Banyumas dan pihaknya juga membentuk forum dengan merekrut 26 enam tokoh masyarakat setempat. Selain itu, kata dia, di Kecamatan Cilongok akan dilakukan pengembangan kawasan wisata industri oleh para pengrajin tahu di Desa Kalisari serta kegiatan ekspedisi “Rata Amba” untuk mengungkap situs-situs peninggalan di Curug Cipendok. Ia mengatakan bahwa rencana pengembangan kawasan wisata di Kecamatan Wangon akan dilakukan di Desa Cikakak, Windunegara, dan Wlahar. “Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, rencananya akan dikembangkan sebagai kawasan wisata rawa. Kami juga punya lahan seluas 4 hektare di Curug Gumawang, Somagede, yang sudah dibangun tinggal koordinasi dengan Bina Marga karena masih ada jalan sepanjang 2 kilometer yang perlu dibangun,” katanya. Jatmiko mengatakan bahwa geliat wisata di beberapa wilayah pengembangan sudah mulai terlihat dengan tumbuhnya desa-desa wisata dan beberapa atraksi pendukungnya.

Baturaden dan Cikakak menarik perhatian Investor 
 Sejumlah investor dari Jakarta tertarik untuk mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Banyumas. 
Hal itu terungkap dalam forum bisnis investasi untuk wilayah Jawa, yang difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPMPD) Jateng, yang diselenggarakan di Jakarta dua hari hingga Kamis (23/10) ini. Dalam forum tersebut, setiap daerah diberi kesempatan untuk presentasi menawarkan potensi lokal masing-masing. Dari Banyumas, Bupati Achmad Husein didampingi tim BPMPP diberi kesempatan untuk mempresentasi potensi di bidang kepariwisataan. Forum tersebut dihadiri para investor se-Jawa. Sekretaris BPMPP Banyumas, Agus Nurhadi mengatakan, dua potensi wisata di Banyumas yang dilirik investor atau pihak ketiga adalah kawasan wisata Baturraden dan kawasan wisata Taman Kera Cikakak Wangon. “Usai Bupati presentasi, ada beberapa investor yang merespon lebih lanjut. Dan yang langsung menyatakan tertarik untuk berinvestasi ada dua perusahaan. Tapi saya lupa nama perusahaannya. Dalam waktu dekat mereka akan ke Banyumas untuk melihat kondisi secara langsung,” kata Agus kepada suaramerdeka.com lewat telepon selulernya, Jumat (24/10). Saat berkunjung ke Banyumas. investor tersebut, katanya, akan melakukan analisa dan peninjauan lokasi serta minta gambaran prosedur kerjasama yang harus dilalui. Termasuk akan menghitung potensi investasi yang akan ditanamkan. Hal serupa, juga di Cikakak Wangon, objek wisata Taman Kera tersebut, lanjut Agus, membutuhkan sentuhan pengembangan, di Jateng, objek wisata Taman Kera juga tidak ada. Sehingga kalau ada sentuhan pengembangan, diharapkan memiliki daya tarik yang lebih tinggi dan akhirnya bisa meningaktkan sumber PAD dan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar