Langsung ke konten utama

Banyumas Kembangkan Sejumlah Obyek Wisata Andalan


Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata setempat berencana mengembangkan sejumlah kawasan wisata. “Kawasan wisata yang kami kembangkan selama ini difokuskan pada tiga wilayah yang dikenal dengan Bangomas (Baturraden, Wangon, dan Banyumas). Ke depannya, kami kembangkan menjadi enam wilayah,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Banyumas Deskart S. Jatmiko di Purwokerto, Minggu. Khusus untuk Lokawisata Baturraden, pihaknya akan memaksimalkan area yang ada untuk penataan pedagang dan aset serta pengembangan lahan-lahan yang masih kosong namun saat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran. Menurut dia, di Desa Karangsalam dan Ketenger, Kecamatan Baturraden, juga akan dikembangkan wisata “canyoning”. Sementara untuk kawasan wisata di kota Purwokerto, lanjut dia, lebih difokuskan pada pengembangan taman-taman kota. “Saat ini ada rencana pengembangan Taman Rekreasi Andang Pangrenan dan Taman Bale Kemambang. Bale Kemambang dalam dua tahun ini akan diperluas sedangkan di Andang Pangrenan akan dilakukan rehabilitasi terhadap sarana yang rusak dan penambahan fasilitas guna menarik pengunjung,” katanya. Di kawasan wisata Kota Lama Banyumas telah terlaksana kegiatan Festival Bambu Banyumas dan pihaknya juga membentuk forum dengan merekrut 26 enam tokoh masyarakat setempat. Selain itu, kata dia, di Kecamatan Cilongok akan dilakukan pengembangan kawasan wisata industri oleh para pengrajin tahu di Desa Kalisari serta kegiatan ekspedisi “Rata Amba” untuk mengungkap situs-situs peninggalan di Curug Cipendok. Ia mengatakan bahwa rencana pengembangan kawasan wisata di Kecamatan Wangon akan dilakukan di Desa Cikakak, Windunegara, dan Wlahar. “Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, rencananya akan dikembangkan sebagai kawasan wisata rawa. Kami juga punya lahan seluas 4 hektare di Curug Gumawang, Somagede, yang sudah dibangun tinggal koordinasi dengan Bina Marga karena masih ada jalan sepanjang 2 kilometer yang perlu dibangun,” katanya. Jatmiko mengatakan bahwa geliat wisata di beberapa wilayah pengembangan sudah mulai terlihat dengan tumbuhnya desa-desa wisata dan beberapa atraksi pendukungnya.

Baturaden dan Cikakak menarik perhatian Investor 
 Sejumlah investor dari Jakarta tertarik untuk mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Banyumas. 
Hal itu terungkap dalam forum bisnis investasi untuk wilayah Jawa, yang difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPMPD) Jateng, yang diselenggarakan di Jakarta dua hari hingga Kamis (23/10) ini. Dalam forum tersebut, setiap daerah diberi kesempatan untuk presentasi menawarkan potensi lokal masing-masing. Dari Banyumas, Bupati Achmad Husein didampingi tim BPMPP diberi kesempatan untuk mempresentasi potensi di bidang kepariwisataan. Forum tersebut dihadiri para investor se-Jawa. Sekretaris BPMPP Banyumas, Agus Nurhadi mengatakan, dua potensi wisata di Banyumas yang dilirik investor atau pihak ketiga adalah kawasan wisata Baturraden dan kawasan wisata Taman Kera Cikakak Wangon. “Usai Bupati presentasi, ada beberapa investor yang merespon lebih lanjut. Dan yang langsung menyatakan tertarik untuk berinvestasi ada dua perusahaan. Tapi saya lupa nama perusahaannya. Dalam waktu dekat mereka akan ke Banyumas untuk melihat kondisi secara langsung,” kata Agus kepada suaramerdeka.com lewat telepon selulernya, Jumat (24/10). Saat berkunjung ke Banyumas. investor tersebut, katanya, akan melakukan analisa dan peninjauan lokasi serta minta gambaran prosedur kerjasama yang harus dilalui. Termasuk akan menghitung potensi investasi yang akan ditanamkan. Hal serupa, juga di Cikakak Wangon, objek wisata Taman Kera tersebut, lanjut Agus, membutuhkan sentuhan pengembangan, di Jateng, objek wisata Taman Kera juga tidak ada. Sehingga kalau ada sentuhan pengembangan, diharapkan memiliki daya tarik yang lebih tinggi dan akhirnya bisa meningaktkan sumber PAD dan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…