Langsung ke konten utama

Rencana Perluasan kawasan GOR Satria Purwokerto

Sudah lama sebenarnya rencana perluasan Kawasan GOR Satria Purwokerto, berikut salinan berita tahun 2006, menunjukkan betapa rumitnya proses itu untuk bisa terwujud, dan seberapa keras usaha Pemkab banyumas.

Rencana Pengembangan Kawasan Olahraga Terganjal Lahan

Rencana pengembangan kawasan olahraga di kompleks GOR Satria Purwokerto yang sudah dirancang tim Pemkab Banyumas dipastikan akan terganjal penyediaan lahan. Pasalnya, lahan di sekitar kawasan GOR sebagian telah dikuasai sejumlah pengembang di Purwokerto. Padahal dalam masterplan yang sudah dibuat, lahan yang akan dipakai untuk perluasan sarana olahraga, rencananya dibeli Pemkab. Lahan tersebut sebagian berupa tanah masyarakat dan sebagian lagi tanah eks banda desa.
Tanah yang mulai dikuasai pengembang adalah tanah-tanah milik warga. Mereka bersedia membeli dengan harga tinggi, mengingat di kawasan tersebut sangat strategis dan ke depan diproyeksikan menjadi kawasan yang ramai.
Permasalahan tersebut terungkap saat sejumlah anggota Komisi B DPRD bersama dengan Ketua DPRD Suherman dan unsur teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) GOR meninjau di lokasi rencana pengembangan kawasan GOR, Sabtu (9/9).
Dari Komisi B diwakili Sutikno (ketua), Ahmad Saeful Hadi (sekretaris) dan dua anggotanya, Anang Agus Kostrad dan Mutamir. Sementara itu dari DPU, Kabid Pembinaan Teknis Broto Suseno dan dua stafnya, Rosidin dan Drajat Sugiarto.
Kepala UPT GOR Imam Raharjo mengemukakan, lahan di sekitar GOR yang sudah dikuasai pengembang: di utara Gelanggang Sasana Krida dan barat pendapa bela diri.
''Kendala yang akan dihadapi untuk pengembangan GOR adalah penyediaan lahan. Sebab, sebagian lahan yang tadinya sudah masuk ke dalam masterplan ada yang dimiliki pihak ketiga,'' ujar Imam.
Lahan yang sudah dimiliki Pemkab Banyumas lebih kurang 12 hektare. Sebagian besar kini sudah difungsikan untuk penyediaan berbagai sarana dan prasarana. Rencana pengembangan membutuhkan tambahan lahan 13 ha. Untuk utara Gelanggang Sasana Krida sekitar 12 ha.
Sementara itu di barat kira-kira 1,5 ha. Di utara GOR, sesuai dengan masterplan, antara lain untuk kolam renang, lapangan tembak, asrama atlet, dan lapangan
indoor bela diri. Di barat gelanggang, untuk basket dan bola voli.
Ketua DPRD Banyumas Suherman mengemukakan, untuk pembelian lahan itu kemungkinan akan membutuhkan dana tidak kurang dari Rp 25 miliar. DPRD siap untuk membantu Pemkab dalam penyediaan dana untuk pembelian lahan itu. ''Ini bisa dianggarkan dalam tiga kali masa penganggaran (tiga tahun). Setiap tahun Rp 10 miliar,'' ungkapnya.
Suherman menyebutkan, untuk prioritas saat ini Pemkab harus segera membeli lahan yang sudah ditawarkan masyarakat dan tanah eks banda desa. ( Suara Merdeka Senin, 11 September 2006 )

Sementara itu, info dari berita yang lebih baru :

pengembangan lahan kawasan tersebut direncanakan pada lahan terbuka milik GOR seluas 60. 634,85 meter persegi. Kemudian ditambah lahan seluas 60.712 m2 lahan eks bengkok desa dan milik perorangan. Namun lahan itu belum bisa diambilalih. Kabag Hukum Setda Banyumas, Srie Yono, mengatakan pengendalian dan perlindungan hukum untuk pengembangan kawasan olahraga terpadu GOR
ada di Perda RTRW No 10 Tahun 2011 dan di Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…