Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 10 November 2015

Gerakan Save Mendoan

 Gerakan Save Mendoan



PURWOKERTO – Untuk “menyelamatkan” mendoan, mulai muncul gerakan save mendoan. Gerakan ini muncul pada Jumat (6/11), sebelum pemkab menggelar festival mendoan pada Minggu (8/11).
Dukungan tersebut melalui petisi ‪#‎SaveMendoan‬ “Mendoan Milik Kita Bersama” di www.mendoan.id, dimana masyarakat diminta mendukung petisi tersebut. Didalam situs tersebut tertulis “Mendoan milik kita semua. Bukan milik perseorangan. Sudah seharusnya Kemenkum HAM mengkaji ulang pemberian sertifikat merek ‘Mendoan’ untuk Fudji Wong”.
Dukungan tidak hanya dari warga Banyumas, namun juga warga lain. Masyarakat Malang Aditya Arifandi Muslim menulis : Mendoan itu sudah hak milik orang Jawa, khususnya Wong Banyumas. Kalau sudah milik bersama (apalagi sebuah identiti) nggak bisa diganggu gugat. Batik diklaim tetangga saja protes, gimana mendoan yg diklaim satu orang? Sudahlah, mendoan itu sudah kaya batik. Ini milik semua rakyat. Jangan dimonopoli lah. Kasihan warga lain nanti. Kalaupun ambil kasus kopitiam, ingat bung itu dimana? Malaysia bukan? Sistem hukum kita aja beda sama Malaysia. Jadi mekanisme yang
mengatur pun juga beda dong.
Banu Narendra (Jakarta): Mendoan milik kita semua, saya tidak setuju bila dimiliki oleh perorangan. Saya dukung petisi ini.
Sementara menurut Ketua Hackathon Banyumas Pri Anton Subagyo, awal mula dibuatnya petisi mendoan setekah ramainya pemberitaan dimana Fudji Wong menjadi pemegang hak eksklusif merek dagang mendoan.
Petisi tersebut selain memberikan dukungan juga terdapat kolom komentar untuk mengukur sebanyak apa dukukangan serta komentar yang dilayangkan untuk mendukung mendoan agar hak merek tidak dimiliki perorangan.
“Kita bikin portal dengan komentarnya agar kita tahu sebenarnya bagaimana respon masyarakat tentang mendoan ini. Katanya Fudji Wong mau mengembalikan hak merknya. Porta ini juga bisa untuk menampung kebebasan berfikiri teman2 seperti apa tanggapan orang Banyumas, diberbagai wilayah,” ujarnya.
Pembuat Portal www.mendoan.id Raka Aditya Satria mengatakan, portal tersebut akan tetap ada hingga masalah merek mendoan selesai. “Sebenarnya niat awalnya bikin ini cuma iseng. Sama sekali nggak ada tujuan buat petisi serius. Tapi ternyata antusias masyarakat tinggi,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar