Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 21 November 2016

Subterminal Banyumas Akan Ditata Ulang


Terkait Pembangunan Pasar

Quotesuaramerdeka.com :
Pemkab Banyumas akan menata ulang kompleks Sub Terminal Bus Banyumas yang berada di Desa Kejawar. Menurut rencana penataan akan dilaksanakan bersama dengan pembangunan Pasar Banyumas.

Camat Banyumas, Achmad Suryanto, mengusulkan ke Dinas perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas agar pasar lama dipindah ke lokasi di sekitar sub terminal. Tanah milik kas desa tersebut memiliki luas lahan antara dua sampai tiga hektare.

“Kami telah mengusulkan ke Dinperdindagkop, pada prinsipnya mereka setuju di dekat terminal. Kalau dengan lahan yang sekarang digunakan untuk sub terminal luasnya sekitar tiga hektare, nanti penataan sekalian dengan terminalnya,” katanya, kemarin. Dia mengatakan saat ini sedang berupaya mencari lahan pengganti tanah kas desa tersebut.

Menurutnya penyediaan lahan pengganti memerlukan waktu lama, karena tidak mudah mencari lahan yang layak untuk pengganti. “Ya nanti (pembangunan) pasar butuhnya berapa hektare, misal dua hektare, nanti yang satu hektare untuk terminal, konsep penataannya akan dilakukan bersamaan. Tahapan sekarang kami dengan desa sedang mencari lahan penggantinya terlebih dahulu,” jelas dia.

Dipindah

Seperti diketahui, Pasar Banyumas dinilai mendesak untuk dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Pasalnya kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak untuk aktivitas jual beli. Kondisi itu diperparah dengan kendaraan umum yang berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Kondisi jalan yang relatif sempit memaksa kendaraan lain menurunkan laju kendaraannya, sehingga menimbulkan antrean panjang. Pembangunan pasar baru, lanjut dia, awalnya direncanakan di Desa Danaraja yang dianggap strategis. Namun rencana itu urung dilakukan, karena tidak tersedia lahan yang memadai. Sehingga Pemkab mencari alternatif lokasi lain.

“Rencana yang di Danaraja tidak jadi, karena pemilik lahan tidak bersedia melepas tanahnya. Sehingga kami mencari lokasi lain. Mudah-midahan rencana pembangunan pasar dapat segera terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar