Langsung ke konten utama

Penjual Tanaman Hias Palsu Baturraden Dibina

Quote suaramerdeka.com :

Dipengaruhi Kondisi Ekonomi
Kemunculan Penjual Tanaman Hias Palsu


Kemunculan oknum penjual tanaman hias palsu di sekitar kawasan wisata Baturraden disebabkan beberapa hal. Antara lain dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Jatmiko, kemarin. Maka penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara komperhensif. “Soal adanya oknum penjual tanaman hias palsu itu juga menyangkut tingkat kemakmuran masyarakat di wilayah penyangga kawasan wisata Baturraden.
Maka perlu lebih komperhensif penanganannya,” kata dia. Untuk meningkatkan kemakmuran, pihaknya tengah menggagas pengembangan kawasan wisata Baturraden. Muka kawasan yang sekarang kurang dari satu kilometer, akan dikembangkan menjadi sekitar 15 kilometer ke arah barat.
Kawasan itu meliputi Kecamatan Baturraden, Kedungabanteng hingga Karanglewas yang meliputi enam objek wisata yang sedang berkembang. Pihaknya bekerja sama dengan BUMN, masyarakat, LSM wisata serta pengelola objek wisata. Lebih lanjut dia mengatakan selama ini telah berulang kali melakukan pembinan terhadap penjual tanaman hias palsu.
Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan pengelola hotel memasang papan peringatan bagi tamu agar waspada terhadap adanya penjual tanaman hias palsu. “Kami sudah sering melakukan pembinaan dan hasilnya (jumlah penjual tanaman hias palsu) sudah berkurang banyak dari awalnya. Wisatawan yang sudah berulang kali datang ke Baturraden biasanya sudah tahu tentang itu,” jelas dia.
Pengawasan
Untuk mengantispasi praktik penjualan tanaman hias palsu, pihaknya rutin melakukan pengawasan di sekitar objek wisata. Selain itu ia mengimbau kepada wisatawan agar berhati-hati ketika membeli tanaman hias. Seperti diberitakan, penjual tanaman hias di wilayah Baturraden, mengeluhkan keberadaan oknum yang menjual tanaman hias palsu. Fenomena itu menyebabkan omzet penjualan tanaman hias terus menurun.
Salah satu anggota paguyuban Nursery Kepodangmas, Muchrinto, mengungkapkan oknum penjual tanaman hias palsu biasanya beroperasi pada akhir pekan. Mereka kerap menjajakan tanaman hias di sekitar objek wisata Lokawisata Baturraden.
Berdasarkan hasil penertiban yang dilakukan Polsek Baturraden, tanaman hias palsu dijual dengan harga Rp 25.000 – Rp 50.000. Modusnya penjual mengikat akar asli ke batang tanaman dan ditanam dalam pot. Tanaman hanya akan bertahan dalam beberapa hari. 

Penjual Tanaman Hias Palsu Dibina


Pemerintah Kecamatan Baturraden meminta pemerintah desa membina penjual tanaman hias palsu di sekitar objek wisata.
Pasalnya praktik tersebut membuat citra Baturraden menjadi negatif. Camat Baturraden, Lukman Nazarudin mengungkapkan, oknum penjual tanaman hias palsu yang pernah tertangkap polisi sebagian besar merupakan warga lokal. Mereka yang terangkap telah diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
“Memang tidak dipungkiri ada oknum yang menjual tanaman hias palsu, ada beberapa warga Baturraden. Pemerintah desa kami imbau secara persuasif mendekati orang-orang tersebut supaya tidak kembali melakukan hal-hal yang tidak baik,” katanya, kemarin.
Menurutnya, praktik penjualan tanaman hias palsu yang telah berlangsung sejak lama itu merugikan para wisatawan. Lama- kelamaan akan menyebabkan citra Baturraden di mata wisatawan dari luar kota menjadi negatif. “Sejak lama sebenarnya kaya gitu (praktik penjualan tanaman hias palsured).
Polisi biasanya menertibkan (penujual tanaman hias palsu) pada saat high season supaya citra Baturraden tidak buruk. Dan kalau yang tertangkap dikasih pembinaan,” jelas dia. Untuk menekan praktik penjualan tanaman hias palsu, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng paguyuban penjualan tanaman hias yang tergabung dalam Kepodangmas. Anggota paguyuban diminta saling menjaga agar citra Baturraden tidak buruk.
Saling Menjaga
“Di sini ada paguyuban penjualan bunga, kami masuk di situ. Memberi pembinaan dan saling menjaga, biar citranya tidak jelak. Melalui paguyuban kami minta mereka semua ukut mengawasi. Mari bareng-bareng menjaga, karena ini bagian dari penjual tanaman hias,” ujar dia.
Seperti diberitakan, penjual tanaman hias di wilayah Baturraden, mengeluhkan keberadaan oknum yang menjual tanaman hias palsu. Fenomena itu menyebabkan omzet penjualan tanaman hias terus menurun. Salah satu anggota paguyuban Nursery Kepodangmas, Muchrinto, mengungkapkan, oknum penjual tanaman hias palsu biasanya beroperasi pada akhir pekan. Mereka kerap menjajakan tanaman hias di sekitar objek wisata Lokawisata Baturraden.
Berdasarkan hasil penertiban yang dilakukan Polsek Baturraden, tanaman hias palsu dijual dengan harga Rp 25.000 – Rp 50.000. Modusnya penjual mengikat akar asli ke batang tanaman dan ditanam dalam pot. Tanaman hanya akan bertahan dalam beberapa hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…