Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 14 November 2016

Belasan PLTMH Tak Berfungsi

Quote suaramerdeka.com :


Belasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tersebar di sejumlah desa kini mulai tidak berfungsi. Hal itu karena masuknya Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke desa-desa atau dusun yang semula belum terjangkau listrik negara.
Kabid Migas Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas ESDM Banyumas, Saptono Purwo Pranggoro mengakui, PLTMH yang msih difungsikan tinggal di beberapa desa. Di antaranya Desa Gunung Lurah, Pesawahan dan Sambirata, Kecamatan Cilongok.
Sementara, di desa lain yang sebelumnya juga memakai tenaga listrik terbaharukan ini, kini sudah berganti dengan listrik dari PLN. Seperti Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok serta beberapa desa di beberapa kecamatan lain. “Kalau dari biaya bulanan yang dikeluarkan warga yang menyalut, lebih murah dibanding saluran ke PLN. Namun, warga cenderung memilih yang lebih praktis,” katanya, kemarin.
Kondisi tersebut, kata dia, karena sekarang jamannya sudah bergeser, hanya PLTHM yang organisasi pengelolanya kuat yang masih bisa bertahan. Sisanya tergerus oleh masuknya PLN ke desadesa. Sebagaimana diketahui, warga desa mulai memakai PLTMH sejak 2003. Lima tahun kemudian yakni sekitar pada 2008 pemakaian PLTMH di desa-desa meningkat. Namun secara perlahan, PLN masuk ke desa-desa yang sebelumnya tidak terjangkau.
Lebih lanjut Saptono mengatakan, PLTMH pertama kali dibangun pada 2003 di Desa Kalisalak, dengan kapasitas 10 KW. Kemudian setelah ada bantuan dari PSDA Bandung, di-uprage kapasitasnya menjadi lebih besar dan menggunakan turbin.
Hanya saja setelah PLN masuk, warga desa mulai meninggalkan PLTMH dan sekarang sudah tidak digunakan lagi. Hal yang sama juga terjadi pada PLTMH di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok yang dibangun pada 2009. Dengan kapasitas 15 KW, PLTMH bisa memenuhi kebutuhan listrik 42 rumah di desa tersebut.
Tetapi pada 2015, PLN masuk ke Desa Sokawera dan sekarang PLTMH hanya dimanfaatkan untuk penerangan jalan saja. Dia mengungkapkan, pengembangan energi terbarukan dengan tenaga air di Banyumas sebenarnya cukup banyak. Jika ini bisa dipelihara dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal, bisa menyumbang ketahanan energi hingga sekitar 30 Mw untuk kebutuhan energi di Banyumas.
Selain PLTMH, di Grumbul Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, juga ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 15 Kw. PLTS ini sekarang juga hanya dipergunakan untuk penerangan jalan. Sebab, PLN sudah masuk dan warga beralih menggunakan listrik resmi dari negara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar