Langsung ke konten utama

Petani Gunakan Mesin Tanam Padi Buruh Tanam Minim

Quote suaramerdeka.com :


Makin minimnya tenaga buruh tanam padi saat ini, membuat petani di Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang mulai memanfaatkan mesin tanam padi di area persawahan mereka.
Meski lebih mahal, namun petani menilai kinerja mesin tanam lebih efektif dan efisien. Pengurus Kelompok Tani Sri Ayu Ajibarang Kulon, Kusnaini mengatakan meski masih dalam tahap baru, namun pemanfaatan mesin tanam di wilayah Ajibarang menjadi perhatian petani dan warga lainnya. Apalagi mesin tanam ini terbilang masih baru bagi petani dan warga.
Selama ini mayoritas petani masih memanfaatkan jasa tanam padi dari para buruh luar desa untuk menanam padi. ”Namun ketika musim tanam tiba, biasanya kami sulit mencari buruh tanam ini. Dengan minimnya buruh tanam sekarang ini, kami harus bergantian. Konsekuensinya kami sering terlambat tanam padi dibanding yang lain. Makanya dengan adanya mesin tanam inilah diharapkan dapat menjadi alternatif,” katanya.
Menurut Kusnaini, ada perbedaan antara hasil tanam buruh tanam dengan mesin tanam. Dengan menggunakan mesin tanam, maka pola dan ukuran jarak tanam padi di sawah terbilang sama. Melalui mesin ini, proses tanam padi terbilang lebih cepat dan rapi. Namun untuk hasil belum dapat diprediksi karena memang masih baru.
”Dibanding dengan jasa buruh tanam, selisih biaya yang dikeluarkan memang lebih mahal menggunakan mesin tanam. Jika menggunakan jasa buruh, maka biaya per hektare berkisar Rp 1 juta sedangkan dengan menggunakan mesin maka mencapai Rp 1,3 juta,” jelasnya.
Jadi Alternatif
Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ajibarang, Sudiyono mengatakan penggunaan mesin tanam padi atau transplanter di wilayah Ajibarang menjadi alternatif solusi untuk petani yang saat ini kesulitan mencari buruh tanam padi. Selain itu dengan adanya pemanfaatan teknologi transplanter ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk tidak segan bertani.
”Dengan adanya teknologi pertanian ini maka sebenarnya tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak dapat bertani. Kami berharap ini menjadi pengalaman dan pertimbangan tersendiri bagi para petani untuk bisa bertani secara modern,” katanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…