Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 14 November 2016

Petani Gunakan Mesin Tanam Padi Buruh Tanam Minim

Quote suaramerdeka.com :


Makin minimnya tenaga buruh tanam padi saat ini, membuat petani di Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang mulai memanfaatkan mesin tanam padi di area persawahan mereka.
Meski lebih mahal, namun petani menilai kinerja mesin tanam lebih efektif dan efisien. Pengurus Kelompok Tani Sri Ayu Ajibarang Kulon, Kusnaini mengatakan meski masih dalam tahap baru, namun pemanfaatan mesin tanam di wilayah Ajibarang menjadi perhatian petani dan warga lainnya. Apalagi mesin tanam ini terbilang masih baru bagi petani dan warga.
Selama ini mayoritas petani masih memanfaatkan jasa tanam padi dari para buruh luar desa untuk menanam padi. ”Namun ketika musim tanam tiba, biasanya kami sulit mencari buruh tanam ini. Dengan minimnya buruh tanam sekarang ini, kami harus bergantian. Konsekuensinya kami sering terlambat tanam padi dibanding yang lain. Makanya dengan adanya mesin tanam inilah diharapkan dapat menjadi alternatif,” katanya.
Menurut Kusnaini, ada perbedaan antara hasil tanam buruh tanam dengan mesin tanam. Dengan menggunakan mesin tanam, maka pola dan ukuran jarak tanam padi di sawah terbilang sama. Melalui mesin ini, proses tanam padi terbilang lebih cepat dan rapi. Namun untuk hasil belum dapat diprediksi karena memang masih baru.
”Dibanding dengan jasa buruh tanam, selisih biaya yang dikeluarkan memang lebih mahal menggunakan mesin tanam. Jika menggunakan jasa buruh, maka biaya per hektare berkisar Rp 1 juta sedangkan dengan menggunakan mesin maka mencapai Rp 1,3 juta,” jelasnya.
Jadi Alternatif
Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ajibarang, Sudiyono mengatakan penggunaan mesin tanam padi atau transplanter di wilayah Ajibarang menjadi alternatif solusi untuk petani yang saat ini kesulitan mencari buruh tanam padi. Selain itu dengan adanya pemanfaatan teknologi transplanter ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk tidak segan bertani.
”Dengan adanya teknologi pertanian ini maka sebenarnya tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak dapat bertani. Kami berharap ini menjadi pengalaman dan pertimbangan tersendiri bagi para petani untuk bisa bertani secara modern,” katanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar