Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 07 November 2016

Pola Organik Kurangi Biaya Operasional

Quote suaramerdeka.com :


Petani di wilayah Ajibarang terus didorong untuk bertahap beralih melaksanakan pola pertanian organik. Pola pertanian organik ini diharapkan dapat menghemat operasional pertanian petani.
Koordinator Fungsional Bapeluh KP Kabupaten Banyumas, Rohman, mendorong pola pertanian organik yang mulai dilaksanakan petani di wilayah Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang.
Ia berharap, meski belum 100 persen organik, namun upaya tersebut patut diapresiasi. Apalagi seperti diketahui pola pertanian organik ini cukup dirasakan manfaatnya oleh petani.
”Meski di sini baru sebatas pestisida organik, namun ini patut diapresiasi. Apalagi setelah ini petani juga berencana akan melaksanakan pola pertanian organik terutama dalam pemupukan ini.
Pasalnya, sebagai petani penggarap, petani juga harus membayar sewa lahan sekitar Rp 5 juta sekali musim,” katanya. Dijelaskan Rohman, sebagaimana petani di masa lampau, pola pertanian organik ini bisa dilaksanakan dengan mudah oleh petani sekarang.
Hal ini dikarenakan berbagai bahan organik yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, pestisida hingga nutrisi tanaman telah tersedia di alam sekitarnya.
Karena itu, petani diharapkan dapat memanfaatkan hal tersebut untuk kemajuan dan keberlangsungan hasil tanaman tersebut.
Pupuk Kimia
”Dengan tingginya pemakaian pupuk kimia yang ada saat ini, memang terbukti ada ketidakseimbangan alam terutama di tanah. Resistensi hama juga muncul akibat penggunaan pestisida yang berlebih.
Untuk itulah kami terus dorong agar konsep dan pola pertanian organik kembali digunakan,” katanya.
Kepala Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan Perikanan dan Kehutanan Ajibarang, Sudiyono mendorong selain petani wilayah Tiparkidul, petani wilayah Desa lain di Ajibarang juga diharapkan dapat kembali ke pola pertanian organik.
Pihaknya tidak tinggal diam dan siap untuk memfasilitasi dan mendampingi petani dalam hal pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.
”Kami berharap keberhasilan petani di wilayah Tiparkidul dalam memproduksi padi ciherang hingga lebih dari 7 ton per hektar dengan pola pertanian semi organik ini diteruskan. Ke depan diharapkan petani dapat secara menyeluruh menggunakan pola pertanian organik,” katanya.
Kepala Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang, Riyanto mengaku siap mendukung petani untuk terus berdaya secara ekonomi. Di era otonomi desa saat ini, petani harus berpikir lebih maju ke depan.
Keberadaan penyuluh juga diharapkan dapat semakin memperdekat dan memberi pengetahuan pertanian kepada masyarakat.
”Kami pun berterimakasih dengan berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah berupa 12 traktor, dan bantuan lainnya. Kami juga berharap ke depan dengan bimbingan penyuluh, maka pola pertanian organik dapat benarbenar dipraktikkan oleh warga di wilayah Tiparkidul ini,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar