Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 16 November 2016

Atraksi Budaya di Kota Lama Bakal Ditambah

Quote suaramerdeka.com :

Atraksi budaya di kawasan Sentra Budaya Kota Lama bakal ditambah. Hal ini untuk mengenalkan kawasan yang memiliki sejumlah peninggalan sejarah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Rustin Harwanti, mengemukakan, saat ini kawasan Kota Lama masih dalam tahap revitalisasi. Di antaranya Alun-alun dan Tamansari.
”Ke depannya, kawasan itu bisa digunakan untuk pementasan dan atraksi budaya lainnya. Di taman itu nanti akan dilengkapi gasebo, plaza dan panggung pentas seni terbuka,” ujarnya, kemarin. Dia mengatakan, setelah selesai dibangun, nantinya komplek Taman Sari dan Alun-alun akan diisi dengan sejumlah atraksi budaya yang dibuka bagi masyarakat umum.
Tujuannya untuk mendukung pengembangan wisata budaya di Kota Lama Banyumas. Beberapa atraksi yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu yaitu, Festival Takir pada bulan Sura dan Pentas Rongpuluhan. Beberapa komunitas budaya, dan kelompok perorangan juga kerap menggelar kegiatan budaya di dalam Pendapa Yudhanegara, Kota Lama Banyumas.
Bangunan Bersejarah
”Kalau sudah jadi nanti bisa ditambah lagi atraksinya, agar Kota Lama lebih hidup,” katanya. Sebagai informasi, kompleks Kota Lama Banyumas terdapat sejumlah peninggalan sejarah.
Salah satunya yang sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya adalah Masjid Agung Nur Sulaiman, gedung SMK 3 Banyumas, rumah tahanan, dan kompleks Dalem Kepangeranan. ”Sayangnya belum ada peninggalan sejarah yang lain yang ditetapkan oleh Pemkab, baru satu yaitu Masjid Nur Sulaiman.
Sebagai kawasan sentra budaya yang memiliki banyak peninggalan bersejarah, semestinya bangunannya diidentifikasi dahulu, yang mana yang memiliki nilai sejarah. Ini seharusnya menjadi kerja tim ahli Cagar Budaya yang dilantik awal tahun 2016 lalu,” kata pegiat Banjoemas History Heritage Community, Jatmiko Wicaksono. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar