Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 25 November 2016

Jalur Pekuncen-Ajibarang-Wangon Akan Dilebarkan



suaramerdeka.com

Jalur Tengah Langganan Macet

Jalur tengah tepatnya Ajibarang-Pekuncen dan Ajibarang Wangon saat ini dikenal sebagai jalur rusak dan langganan macet. Peningkatan dan perbaikan yang lebih kuat diharapkan segera dilaksanakan jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2017 mendatang.
Selama beberapa minggu terakhir ini, banyak warga yang melintasi dua jalur tersebut harus bersabar menghadapi tersendatnya arus lalu lintas akibat jalan rusak, kendaraan mogok hingga kecelakaan. Di tengah tingginya curah hujan saat ini, perbaikan jalan di jalur tengah inipun terus dilaksanakan.
Sayangnya, dengan cuaca dan banyaknya kendaraan bermuatan dengan tonase berlebih maka kerusakan jalan semakin cepat terjadi. Warga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Rakhmawati mengatakan, bersama keluarganya lebih sering memilih melintas di jalur alternatif Pekuncen-Ajibarang.
Pasalnya kenyamanan, keamanan hingga kelancaran lalu lintas di jalur utama Ajibarang-Pekuncen saat ini sulit dirasakan.
Apalagi selain rusak, berlubang, bergelombang, jalur ini juga padat kendaraan-kendaraan besar. “Kalau sudah masuk sore hari, maka dipastikan jalur tengah ini akan tersendat. Arus kendaraan yang melaju dari arah Ajibarang- Bumiayu ataupun sebaliknya akan padat merayap.
Apalagi kalau ada kendaraan yang mogok di lokasi jalan rusak, maka akan lebih parah lagi. Akibatnya warga lokal lebih memilih jalan kabupaten, sebagai jalur alternatif yang lebih nyaman dan aman,” katanya.
Adapun jalan alternatif yang sering digunakan oleh warga lokal untuk menghindari jalan utama itu antara lain mulai dari perbatasan Paguyangan, Brebes melalui Desa Krajan, Desa Kranggan, Desa Pekuncen, Pasiraman, Karangklesem, Pandansari dan Ajibarang.
Meski kondisinya lebih sempit, namun jalan kabupaten ini lebih banyak dipilih warga lokal karena lebih halus. Dari segi jarak dan waktu tempuh jalur alternatif ini dinilai lebih singkat dibandingkan dengan menempuh jalan utama yang rusak parah.
“Kami berharap agar jalan utama ini dapat diperbaiki lebih baik lagi, apalagi sebentar lagi akan datang liburan Natal dan Tahun Baru. Kalau jalan di jalur nasional ini rusak terus maka bisa dipastikan kelancarannya akan terganggu.
Kami juga berharap pemerintah lebih tegas dalam membatasi tonase kendaraan bermuatan yang melintas di jalur ini,” jelas Yulianto warga Pekuncen. Warga Purwokerto, Hanan Wiyoko yang sering melintas menuju ke Bumiayu juga mengeluhkan kondisi jalan di jalur tengah Banyumas yang rusak parah. Sebagai pengguna jalan, dia berharap agar jalur Ajibarang- Pekuncen dapat segera ditingkatkan dan diperbaiki.
Karena di ruas jalan lain terutama ketika sudah melintas ke wilayah Paguyangan, jalur nasional ini sudah lebih lebar dan lebih baik. “Kami berharap agar segera ada perbaikan yang lebih kuat lagi, sehingga jalan di jalur ini tidak berulangkali rusak dan mengakibatnya banyak kendaraan mogok, tersendat hingga macet.
Apalagi jalur ini merupakan jalur utama satu-satunya dari arah Purwokerto menuju Jakarta,” katanya. Kapolsek Pekuncen, AKP Sutarno juga prihatin dengan kondisi jalan nasional Ajibarang- Pekuncen yang rusak parah. Dia mengimbau kepada warga untuk semakin hati-hati ketika melintas di jalur sepanjang 4 kilometer. Terlebih lagi di sejumlah ruas jalan tersebut terdapat sejumlah tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
“Utamakan keselamatan dan keamanan ketika melintas di jalur tengah ini dari arah Ajibarang hingga perbatasan Banyumas- Brebes di Pekuncen ini. Apalagi selain jalan berlubang, banyak jalan yang bergelombang dan tikungan tajam,” tegasnya. Terkait dengan kerusakan jalan yang cepat inilah, harapan akan pelebaran, peningkatan kualitas jalan di jalur tengah terus mengemuka di masyarakat.
Pasalnya sudah terbukti jika perbaikan jalan dan penambalan jalan berlubang yang dilaksanakan berulangkali ini dinilai tak efektif untuk membuat jalan lebih kuat dan tahan lama. “Kondisi jalur tengah yang terbatas kapasitasnya menjadi banyak yang rusak. Makanya kami berharap wacana pelebaran dan peningkatan jalan yang terdengar sejak dulu dapat direalisasikan,” jelas anggota DPRD Banyumas, Samsudin. 

Akan Dilebarkan



Dua ruas jalan nasional arah Ajibarang- Pekuncen dan Ajibarang- Wangon akan diperbaiki dan dilebarkan. Diharapkan dengan pelebaran jalan nasional ini, jalan di jalur tengah Banyumas ini akan dapat lebih representatif.


Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen Jalan dan Jembatan Slawi- Bumiayu-Wangon Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Wahyu SW, kemarin. Dua titik jalan yang akan ditingkatkan berada di Km 35 sampai dengan Km 36 arah Ajibarang-Brebes.



Sementara itu, untuk arah Ajibarang- Wangon, perbaikan jalan akan dilaksanakan di arah Km 44. ”Jadi total peningkatan dan pelebaran jalan yang akan dilaksanakan ini adalah sekitar tiga kilometer. Semoga ke depan dapat berjalan lancar sehingga warga dapat menikmati infrastruktur jalan dengan lebih baik,” katanya.



Ditanya soal kerusakan jalan yang saat ini terus saja terjadi termasuk dari arah Ajibarang Brebes dan Ajibarang Wangon, Wahyu menyatakan tak berhenti melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan jalan. Namun sayangnya, dalam perbaikan jalan ini selalu terkendala cuaca yang tak bersahabat dan juga tonase berlebih dari kendaraan bermuatan berat yang melintas di jalan nasional tersebut.



Makanya kerusakan demi kerusakan terus saja terjadi meskipun perbaikan demi perbaikan dilaksanakan. ”Bahkan saat hujanpun dan siang malam perbaikan jalan rusak ini dilaksanakan. Namun memang seperti diketahui cuaca tidak mendukung. Tak hanya itu muatan berlebih kendaraan bermuatan berat yang melintasi jalur nasional ini juga terbilang tak terkendali,” katanya.



Masih Terlihat



Dia tak memungkiri jika kerusakan jalan di jalur tersebut memang cukup parah. Hujan deras dan lintasan kendaraan bermuatan berat di jalur tersebut memang sangat cepat memicu kerusakan jalan di jalur tersebut.



Dia mengakui, sebagian kondisi jalan di jalur tengah termasuk dari arah Ajibarang-Pekuncen sudah tak ideal lagi. ”Apalagi sebagaimana diberitakan di berbagai media, sejak jembatan timbang ditutup, maka banyak kendaraan bermuatan berat bertambah nekat membawa muatan berlebih.



Akibatnya jalan akan cepat sekali rusak,” katanya. Hingga kemarin, kerusakan jalan yang berat terlihat jelas terutama di wilayah Kecamatan Pekuncen tepatnya mulai dari Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang hingga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen. Sementara itu, di jalur Ajibarang-Wangon kerusakan jalan yang mencolok terlihat di Desa Banteran, Kecamatan Wangon.



Sebelum diuruk oleh petugas dinas terkait, jalan tersebut juga kembali berlubang. Tak hanya di wilayah Wangon, warga di sekitar lokasi jalan rusak di wilayah Kecamatan Pekuncen. Hal itu terlihat di Desa Banjaranyar, Pekuncen dan Cikawung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar