Langsung ke konten utama

Tohari : Sejak Dulu, Penderes Selalu Menderita

TINGGINYA angka kecelakaan kerja para penderes gula kelapa di Banyumas hingga April 2017 ini, menuai perhatian dan keprihatian berbagai pihak. Budayawan asal Tinggarjaya, Jatilawang, Ahmad Tohari menyatakan dari dulu hingga sekarang, kehidupan penderes mayoritas masih menderita. Bentuk keprihatinannya antara lain dituangkan dalam cerita novel Bekisar Merah.
Dalam karya sastra itu dengan sangat jelas dan detail, Kang Tohari menggambarkan penderitaan penderes gula kelapa beserta keluarganya. Termasuk risiko tinggi pekerjaan yang tak sebanding dengan fluktuasi harga gula yang tak pasti dan merugikan petani.
“Sampai sekarangpun harga gula sepenuhnya ditentukan oleh pasar. Bahkan harga ini sudah ditentukan sejak di kota besar. Pengepul atau tengkulak di daerah Banyumas hanya sebagai agennya saja. Sehingga tak heran sekarang penderes semakin jarang. Sebenarnya dengan adanya gula semut, gula kristal, harga ekonomi gula semakin bertambah dibandingkan dengan gula cetak tradisional,” jelasnya.
Tumbuh di lingkungan perajin gula kelapa, Tohari sangat menghayati bagaimana kerja keras yang dilakukan oleh keluarga penderes. Kerja keras keluarga penderes untuk mengubah nira menjadi gula ibarat merubah air menjadi batu. Seluruh keluarga harus bekerja keras semua. Meski demikian penghasilan penderes tetap saja minim dan pas-pasan.
Penderitaan Panjang
“Kalau buat gula itu sekeluarga capai semua. Anaknya repek (mencari kayu bakar), bapaknya nderes(mengambil nira kelapa) lalu ibunya indel, memasak nira sampai jadi gula.
Angger indel, wong wadon ayune ilang kalau sedang memasak, wanita hilang cantiknya), karena digarang api seharian,” katanya menggambarkan pekerjaan keluarga penderes. Penderitaan sangat panjang kehidupan penderes pun masih terjadi hingga sekarang. Karena penghasilannya sedikit, para penderes akan mencari bahan bakar dengan harga nol.
Maka mereka biasanya pergi ke hutan jati atau pinus untuk mencari kayu bakar gratis. “Makna sebenarnya keberadaan pabrik gula yang menampung nira dari para penderes ini sangat membantu. Padahal jika itu berjalan, maka ada waktu sampingan bagi penderes untuk mengembangkan pertanian, peternakan dan perikanan,” katanya.
Karena itu, dari keprihatinannya, ia selalu mendorong agar anak dari keluarga penderes bisa mendapatkan bekal pendidikan yang layak. Hal itu penting agar anak penderes jangan jadi penderes lagi. Apalagi terbukti masyarakat dan pemerintah tidak bisa banyak menolong penderes.
Terhadap ikhtiar peningkatan kualitas ekonomi penderes, ia pun mengidealkan adanya koperasi dan pabrik gula kecil di sekitar lokasi masyarakat penderes. “Itu sudah tertuang dalam novel saya, di mana dengan koperasi, penderes bisa menikmati subsidi. Keberadaan pabrik gula mini di Banjarnegara sebenarnya sudah cukup bagus. Sayangnya hancur karena ada kasus korupsi,” katanya.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…