Langsung ke konten utama

Permasalahan Arus Mudik Dipetakan

SM/Dian Aprilianingrum  RAMAI KENDARAAN : Arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon, Karanglewas, Purwokerto tampak padat, Senin (23/5). Saat musim arus mudik dan arus balik lokasi tersebut kerap menjadi simpul kemacetan. (33)
SM/Dian Aprilianingrum
RAMAI KENDARAAN : Arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon, Karanglewas, Purwokerto tampak padat, Senin (23/5). Saat musim arus mudik dan arus balik lokasi tersebut kerap menjadi simpul kemacetan. (33)


Momentum arus mudik, dan arus balik sudah menjadi rutinitas tahunan, namun demikian, ternyata berbagai permasalahan masih menghantui momentum yang bakal berlangsung dalam beberapa pekan kedepan itu.
Pemkab Banyumas telah memetakan permasalahan tersebut. Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Achmad Riyanto, kepada Suara Merdeka mengatakan, berdasarkan pengamatan tahun sebelumnya ada setidak-tidaknya lima permasalahan pada arus mudik.
Permasalahan itu, lanjutnya antara lain adanya kemacetan atau antrean pada persimpangan dan pusat perdagangan. Kondisi itu terjadi karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang, maupun kendaraan yang berbelok sehingga menimbulkan tundaan arus lalu lintas. Selain itu, permasalahan lain yakni pertemuan arus yang terjadi pada sejumlah simpang, seperti Simpang Menganti, Simpang Rawalo, dan Simpang Buntu.
Jalan Sempit
Dikatakan, bukan saja disebabkan kondisi yang terjadi di Banyumas, dampak kondisi di daerah lain ternyata juga dirasakan sampai di Banyumas. Salah satunya yaitu hambatan pada Exit Tol Brebes (Brexit) yang berdampak kemacetan hingga ruas Ajibarang – Wangon.
Di wilayah timur, pertemuan kendaraan dari arah Yogyakarta, Kemawi, dan Kemranjen di Simpang Kebokura, ternyata juga menimbulkan kemacetan. ”Pemudik dari arah Jakarta, lebih dominan melakukan perjalanan pada siang hari, sehingga bersamaan dengan aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perdagangan, kondisi itu menyebabkan terjadinya hambatan lalu lintas,” tuturnya, kemarin.
Bukan saja arus mudik, pemilihan waktu perjalanan pada siang hari juga menjadi permasalahan pada arus balik karena bersamaan dengan aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perdagangan. Selain itu, pertemuan arus di berbagai simpang yang ada di jalur selatan, ternyata juga menjadi hambatan yang kerap kali berujung kemacetan.
”Ruas jalur selatan, tepatnya di Jalan Margasana Jatilawang, juga menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan. Kondisi itu terjadi karena padat arus lalu lintas, jalan sempit, dan menjadi pertemuan arus dari Bandung – Jakarta menuju Yogyakarta,” ungkapnya. Guna mengatasi permasalahan tersebut, lanjutnya pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah.
Guna mengatasi kemacetan, menurutnya ada beberapa jalan alternatif yang disiapkan, namun demikian jalan alternatif baru akan dibuka ketika kondisi jalan utama mengalami kemacetan parah. ”Rambu, dan perlengkapan jalan tambahan juga sudah disiapkan, pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif, pembatasan operasi angkutan barang, termasuk pengaturan traffic light yang memprioritaskan jalur utama Lebaran,” jelasnya.
Sebelumnya, PTKAI Daop V Purwokerto juga telah melakukan beberapa persiapan jelang arus mudik dan arus balik Lebaran. Salah satu persiapannya dengan melakukan pemantauan dan pengawasan pekerjaan perbaikan jembatan bangunan hikmat (BH) 1650, dan pengeprasan tebing di sisi kanan dan kiri jalur kereta api antara Stasiun Gombong – Stasiun Ijo di Km 425+4/5 atau sepanjang 400 meter.
Manajer Humas Daop V Ixfan Hendriwintoko, mengatakan pekerjaan perbaikan jembatan bangunan hikmat (BH) 1650, dan pengeprasan tebing di sisi kanan dan kiri jalur kereta api antara Stasiun Gombong – Stasiun Ijo, mulai dilaksanakan pada Maret 2017 lalu. Pekerjaan perbaikan itu, ditargetkan selesai sebelum masa angkutan Lebaran 1437 H.
”Menghadapi angkutan Lebaran 1437 H pekerjaan itu ditargetkan sudah selesai, mengingat area tersebut merupakan titik rawan yang berpotensi bahaya bagi perjalanan kereta api, bahaya yang pernah terjadi seperti longsor, banjir yang berakibat terjadinya rintang jalan (rinja) sehingga beberapa kereta api terganggu perjalanannya,” jelasnya di Purwokerto. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…