Langsung ke konten utama

Eksotisme Anak Putu Banakeling Makin Lirik Warga Luar



SATU hari jelang ritual adat di Bulan Syakban atau Sadran, wilayah masyarakat adat Banakeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang mulai dikunjungi para tamu. Para tamu mulai dari mahasiswa, warga umum hingga komunitas fotografer itu berdatangan untuk berburu keeksotikan dan keunikan tradisi masyarakat adat yang menyebut dirinya ‘anak putu’ Banakeling.
”Yang dari Jakarta kemarin akan datang sekitar 25 orang. Mereka rencananya akan menginap di sini selama ‘perlon unggah-unggahan dilaksanakan,” jelas Sumitro, juru bicara sekaligus ketua pelestari masyarakat adat Banakeling.
Sesuai rencana sebagaimana perhitungan ‘anak putu’ Banakeling, tradisi unggah-unggahan berupa doa bersama dan ziarah ke makam Eyang Banakeling akan dimulai dari Kamis-Jumat (18-19/5). Kamis (18/5) direncanakan akan menjadi hari di mana ‘anak putu’ Banakeling dari sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap akan berdatangan.
Ya, mereka datang dari rumah mereka untuk berziarah ke Pekuncen yang jaraknya bisa mencapai 20 kilometer dengan berjalan kaki. Sebagaimana tradisi sebelumnya, anak putu Banakeling dari luar Pekuncen yang disebut wilayah ‘adiraja’ tersebut akan dijemput di perbatasan Desa Pekuncen.
Ratusan bahkan ribuan anak putu Banakeling ini biasanya datang dengan menggunakan baju khas Jawa. Bagi pria akan mengenakan ikat kepala, baju hitam dan kain batik dan sebagian bertelanjang kaki. Sementara anak putu Banakeling dari jenis kelamin perempuan akan memakai ‘kemben’ dan baju berwarna gelap.
”Mereka biasanya juga membawa bekal untuk sowan kepada juru kunci atau kepada ‘bedogol’ (pembantu juru kuci, red) masing-masing. Mereka juga ada yang membawa berbagai hal lain mulai dari sayur hingga hewan ternak untuk keperluan perlon,” kata Sumitro.
Jelang perlon unggah-unggahan, para warga Desa Pekuncen yang termasuk anak putu Banakeling juga akan turut serta swadaya biaya, tenaga, pikiran untuk kesuksesan acara tersebut. Sebelum memberikan swadaya dana ataupun tenaga, musyawarah antara anak putu Banakeling dilaksanakan di rumah juru kunci.
”Jadi sebelum mereka melaksanakan kegiatan tradisi, merekapun akan bermusyawarah bersama pimpinan adat yang ada. Dengan musyawarah inilah segala keperluan ditanggung bersama secara gotong royong. Itu sudah menjadi kesadaran bersama sejak dulu,” ujar Warsono, perangkat desa setempat.
Selain mempersiapkan keperluan ritual adat, para warga setempat terutama Sumitro dan sebagainya kini sibuk harus mempersiapkan penyambutan tamu dari luar daerah terutama para mahasiswa, fotografer dan berbagai komunitas lainnya. Warga setempat mengakui jika beberapa tahun terakhir keramaian pengunjung selain komunitas adat semakin terasa.
Terkait dengan banyaknya tamu yang akan datang untuk menyaksikan dan mengabadikan momen Perlon Unggahan jelang Ramadan itulah, masyarakat adat setempat menerapkan sejumlah ‘tata tertib’. Tata tertib itu dibuat untuk mendorong ketertiban, kenyamanan, keamanan anak cucu dalam melakukan ritual adat yagn menuntut kekhusyukan.
”Kami menyambut baik inisiatif dari masyarakat adat yang kini memberikan tata cara aturan hingga batas pemotretan. Kami berharap ini bisa menjadi bagian agar masyarakat adat tetap menjadi subyek dan terganggu eksistensinya,” kata Eko Yulianto, pendamping lokal desa (PLD) Desa Pekuncen, Jatilawang.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…