Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Rabu, 10 Mei 2017

Promosi Perlu Dioptimalkan UMKM Pasar Harsa Blok A

Promosi gerai UMKM Pasar Pratistha Harsa Blok A Purwokerto perlu dioptimalkan, supaya dapat dikenal masyarakat Banyumas dan sekitarnya.
Sekretaris PHRI Banyumas, Is Heru Permana, mengatakan, pemerintah kabupaten perlu mempromosikan gerai tersebut dengan melibatkan dinas terkait maupun pemerintah kecamatan. ’’Sebagai pemilik bangunan, pemerintah kabupaten harus menggerakkan agar gerai UMKM Banyumas ramai dikunjungi masyarakat,’’katanya, kemarin.
Dia menambahkan, bila pemerintah kabupaten hingga pemerintah kecamatan secara berkelanjutan mengenalkan serta mengajak masyarakat untuk berbelanja produk-produk UMKM khas Banyumas di gerai itu, maka dapat meningkatkan aktivitas jual-beli.
Selain itu, perlu rutin menggelar acara hiburan menarik seperti pentas seni maupun kegiatan lain yang mampu menciptakan keramaian di lokasi tersebut. ’’Pemerintah harus menciptakan keramaian, supaya lokasi tersebut menjadi tempat rekreasi dan pusat belanja oleh-oleh makanan, minuman, dan kerajinan khas Banyumas,’’katanya.
Masyarakat Banyumas, sambung dia, juga harus mendukung program pemerintah kabupaten dengan membeli produk- produk di gerai tersebut, sehingga mampu menumbuhkan motivasi para pelaku UMKM. ’’Pemerintah daerah sudah mengeluarkan banyak biaya, untuk membangun gedung guna memfasilitasi pemasaran UMKM. Jadi, masyarakat harus sengkuyung dan bangga membeli produk-produk khas Banyumas,’’katanya.
Supervisor Gerai UMKM Pasar Pratistha Harsa Blok A Purwokerto, Miko (33), mengaku gerai UMKM Banyumas perlu dipromosikan berkelanjutan supaya makin dikenal masyarakat, sehingga dapat berimplikasi terhadap peningkatan transaksi penjualan kerajinan, makanan, dan minuman olahan. ’’Sebagian konsumen yang datang ke sini mengaku baru kali pertama membeli produk di sini.
Jadi, kami perlu promosi supaya lebih dikenal luas,’’ujar dia. Dia mengatakan, transaksi di gerai itu setiap akhir pekan mencapai sepuluh hingga dua puluh transaksi. Para pembeli produk-produk makanan, minuman olahan, dan kerajinan merupakan konsumen dari wilayah Banyumas Raya dan sebagian dari luar daerah.
’’Kebanyakan konsumen yang datang membeli produkproduk kerajinan, seperti batik, pakaian adat dan suvenir, sedangkan untuk produk makanan dan minuman olahan sedikit,’’ katanya. 

PKL Jenderal Soedirman : Kita Mengalir Saja
Dipindah sebelum Puasa

Pedagang Kaki Lima (PKL) Jenderal Soedirman (Jendsoed), tidak keberatan jika ditempatkan di Pasar Pratista Harsa, sebelum puasa. Ketua Paguyuban PKL Jenderal Soedirman Dede Yayat, mengatakan pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah mengenai penempatan mereka. ”Kita mengalir saja, kita akan ikuti saja (keputusan pemerintah),” jelasnya, Selasa (9/5).
Rencana Kirab
Kendati siap, sejauh ini ia mengaku belum tahu pasti teknis penempatannya nanti akan seperti apa. Termasuk, lanjutnya terkait dengan rencana kirab sebagai sarana sosialisasi penempatan pedagang di Pasar Pratista Harsa. ”Barang dagangan kami macam- macam, ada pakaian, ada kerudung, ada sabuk,” tutur pedagang pakaian itu. Ia menilai, lokasi Pasar Pratista Harsa yang akan mejadi lokasi baru mereka untuk berjualan, terbilang layak.
Oleh sebab itu, ia berharap setelah pindah di lokasi baru penjualan akan semakin laku. ”Kita mohon dibantu promosi, agar saat berjualan di tempat baru lebih laris,” harapnya. Sebelumnya, Pengerjaan tempat untuk menampung PKL di Pasar Pratista Harsa ditargetkan selesai pada Rabu (17/5) mendatang.
Kepala Bidang Pasar dan PKL Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas Rojingun mengatakan, pembangunan los untuk menempatkan PKL Jenderal Soedirman di Pasar Pratista Harsa memang sedang dikebut. Hal itu, kata dia agar los dapat segera ditempati PKL Jenderal Soedirman. ”Dari pertemuan terakhir dengan PKL, diputuskan akan pindah sebelum puasa. Jadi pengerjaan fisik diharapkan selesai tanggal 17 Mei ini,” ujarnya.
Penempatan pedagang yang dilakukan sebelum puasa, menurutnya dilakukan atas berbagai pertimbangan. ”Kalau saat Lebaran, kondisi jalanan akan crowded di skeitar lokasi Jalan Jenderal Soedirman, sehingga dengan dipindah sebelum puasa, harapannya lalu lintas lebih lancar,” kata dia.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar