Langsung ke konten utama

Kawanan Kera Rusak Pertanian Warga

Sejak beberapa pekan terakhir, petani di Desa Kemutug Kidul diresahkan dengan munculnya kawanan kera di lahan pertanian. Puluhan kera itu memakan dan merusak lahan pertanian seluas kurang lebih enam hektar.
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan kawanan kera itu memakan hasil pertanian warga seperti padi, pisang, ketela hingga cabai.
Sebagian lahan pertanian juga rusak akibat serangan tersebut. “Kawanan kera itu biasanya datang dan menyerang lahan pertanian milik warga pada siang hari. Kadang-kadang pagi, siang maupun sore. Serangan kera itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini,” ungkap dia, kemarin.
Dia mengatakan serangan kawanan kera itu tidak hanya terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi berulang kali. Kondisi itu membuat para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, karena tanaman hasil pertanian banyak yang rusak.
Kawanan kera itu, menurut dia, berasal dari tebing Sungai Lirip yang berada tidak jauh dari area lahan pertanian warga. Kawanan kera itu diduga kehabisan bahan makanan, sehingga turun ke lahan pertanian milik warga.
“Fenomena seperti ini sudah terjadi sejak lama. Kemungkinan kera-kera itu kelaparan sehingga turun ke lahan pertanian. Warga khawatir lama-kelamaan kawanan kera itu ke permukiman warga, karena jarak antara permukiman dengan lahan pertanian tidak terlalu jauh,” ujar dia.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, kata dia, para petani kini melakukan penjagaan di lahan pertanian masing-masing.
Petani menggunakan tongkat dan ledakan berbahan karbit agar kawanan kera tidak mendekati lahan pertanian. Salah satu petani, Santawi (60), mengatakan saat rombongan kera datang, petani akan meledakkan karbit yang mengeluarkan suara seperti senjata api.
Cara itu dinilai efektif, karena kawanan kera tidak berani mendekat. “Dari pada merugi, para petani harus melakukan penjagaan secara bergilir untuk mengusir serangan kera tersebut. Serangan kera tersebut sudah berlangsung lama, tapi serangan kera akan menggila ketika stok makanan di tebing Sungai Lirip habis,” kata dia. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…