Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 23 Mei 2017

Kawanan Kera Rusak Pertanian Warga

Sejak beberapa pekan terakhir, petani di Desa Kemutug Kidul diresahkan dengan munculnya kawanan kera di lahan pertanian. Puluhan kera itu memakan dan merusak lahan pertanian seluas kurang lebih enam hektar.
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan kawanan kera itu memakan hasil pertanian warga seperti padi, pisang, ketela hingga cabai.
Sebagian lahan pertanian juga rusak akibat serangan tersebut. “Kawanan kera itu biasanya datang dan menyerang lahan pertanian milik warga pada siang hari. Kadang-kadang pagi, siang maupun sore. Serangan kera itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini,” ungkap dia, kemarin.
Dia mengatakan serangan kawanan kera itu tidak hanya terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi berulang kali. Kondisi itu membuat para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, karena tanaman hasil pertanian banyak yang rusak.
Kawanan kera itu, menurut dia, berasal dari tebing Sungai Lirip yang berada tidak jauh dari area lahan pertanian warga. Kawanan kera itu diduga kehabisan bahan makanan, sehingga turun ke lahan pertanian milik warga.
“Fenomena seperti ini sudah terjadi sejak lama. Kemungkinan kera-kera itu kelaparan sehingga turun ke lahan pertanian. Warga khawatir lama-kelamaan kawanan kera itu ke permukiman warga, karena jarak antara permukiman dengan lahan pertanian tidak terlalu jauh,” ujar dia.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, kata dia, para petani kini melakukan penjagaan di lahan pertanian masing-masing.
Petani menggunakan tongkat dan ledakan berbahan karbit agar kawanan kera tidak mendekati lahan pertanian. Salah satu petani, Santawi (60), mengatakan saat rombongan kera datang, petani akan meledakkan karbit yang mengeluarkan suara seperti senjata api.
Cara itu dinilai efektif, karena kawanan kera tidak berani mendekat. “Dari pada merugi, para petani harus melakukan penjagaan secara bergilir untuk mengusir serangan kera tersebut. Serangan kera tersebut sudah berlangsung lama, tapi serangan kera akan menggila ketika stok makanan di tebing Sungai Lirip habis,” kata dia. 
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar