Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 19 Mei 2017

Mukidi ke Purwokerto

bagi-kiat-soetantyo-meochlas-alias-yoyok-sedang-berbagi-kiat-menulis-dalam-acara-meet-and-greet-di-gramedia-purwokerto-sabtu-135-lalu-laily-mediaradarmas
Siapa yang tidak mengenal Mukidi, tokoh yang diciptakan oleh Soetantyo Meochlas yang memiliki nama panggilan Yoyok, dalam bukunya yang juga berjudul Mukidi. Untuk menyapa para penggemar Mukidi, Yoyok menggelar Meet and Greet di Gramedia Purwokerto yang berlokasi di lantai satu dan dua Rita Supermall Purwokerto, Sabtu (13/5). BAGI KIAT : Soetantyo Meochlas alias Yoyok sedang berbagi kiat menulis dalam acara meet and greet di Gramedia Purwokerto, Sabtu (13/5) lalu. (LAILY MEDIA/radarmas) Pada momen tersebut, Yoyok membagikan pengalamannya sebagai penulis dan bagaimana akhirnya membuat kumpulan cerita humor yang diberi judul Mukidi. Yoyok mengatakan, saat menulis bertema komedi maupun tema lainnya, inspirasi yang diperolehnya ada dalam kehidupan sehari-hari. “Harus jeli melihat sekitar, karena dari situlah hal-hal yang mungkin dianggap biasa, bisa menjadi sebuah cerita,”ujarnya. Saat menerbitkan buku berjudul Mukidi ini, Yoyok sebenarnya ingin menyampaikan cerita lucu tetapi melalui tokoh dengan nama unik dan mudah diingat. Maka terciptalah buku Mukidi pada 2016 lalu. Menurut Yoyok, ketika membuat tulisan jangan pernah putus asa, apalagi jika baru memulai. Jika membuat tulisan untuk dibagikan di media sosial, tapi tidak ada yang menyukai atau memberi komentar, tidak usah berkecil hati. Begitu pula saat mengirim naskah pada penerbit, tetapi tidak diterima. “Semua butuh proses, yang jelas jangan patah semangat,” ujarnya. Di samping itu, Yoyok yang memulai menulis buku sejak 1970-an mengungkapkan, sebelum menulis buku juga harus sering-sering membaca dari beberapa penulis. Sebab hal itu dapat menjadi inspirasi gaya penulisanyang dianggap nyaman. Menurut dia, sampai sejauh ini belum ada yang meberikan komentar negatif tentang cerita Mukidi. Namun Yoyok tetap mengharapkan ada yang memberikan komentar meskipun kurang baik, tetapi bisa untuk embuat lebih baik. “Segala sessuatu pasti butuh koreksi, tapi sampai sekarang belum ada yang berkomentar tidak sedap, saya bersyukur kalau memang Mukidi bisa diterima masyarakat,” tandasnya. Supervisor Helmi Zufadli mengatakan, kedatangan Yoyok ini sebagai motivasi juga untuk para penulis muda dari Banyuams. Sebab Yoyok yang merupakan warga asli Banyumas, dapat membuktikan bahwa dia mampu menerbitkan sebuah karya yang dikenal di seluruh pelosok negeri.

Sumber:  Radarbanyumas.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar