Langsung ke konten utama

Museum Wayang Akan Direvitalisasi

Angka kunjungan wisatawan ke Museum Wayang Sendang Mas selalu rendah. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, Museum Wayang memang terlihat seram untuk dikunjungi wisatawan. Kesan pertama ini membuat para pengunjung merasa enggan untuk masuk ke dalam ruangan.
”Tahun 2016 lalu, Museum Wayang Sendang Mas hanya dikunjungi tidak lebih dari 15.000 orang. Daya tariknya juga masih kurang, akibatnya kunjungan setiap tahunnya selalu rendah” kata dia, kemarin.
Deskart mengatakan, seiring berjalannya revitalisasi kawasan Kota Lama Banyumas, Museum Wayang ikut dipercantik. Tahun ini pihaknya berencana untuk merevitalisasi museum tersebut.
Dia mengaku telah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kementerian Pariwisata sebesar Rp 1,2 miliar. Revitalisasi tersebut, kata dia, di antaranya berupa penambahan koleksi dan perluasan lahan.
Koleksi yang bakal ditambah yaitu arsip sejarah Banyumas, artefak dan benda peninggalan sejarah lainnya. Sebelumnya, pehobi foto Refleksi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsoed, menyoroti kondisi museum wayang yang kian memprihatinkan.
Lewat karya fotonya, dia menunjukkan rusaknya sejumlah fasilitas museum. ”Beberapa sudut bangunan sudah terlihat lapuk, catnya luntur, background tempat pajangan wayang yang sudah berjamur.
Tidak layak untuk dibilang sebuah museum,” kata Faishal Ihsan. Faisal menyebutkan, beberapa koleksi wayang juga tampak tidak utuh lagi. Ada yang tangannya patah, juga terlihat pula yang catnya mulai luntur.
Adapun Museum Wayang yang berdiri dengan luas bangunan 250 meter persegi ini diresmikan pada 31 Desember 1982. Awalnya, tempat itu digunakan sebagai paseban (tempat peristirahatan) bagi para tamu bupati.
Museum ini menyimpan ratusan koleksi wayang, gamelan, benda pusaka dan juga memiliki koleksi berupa alat musik tradisional Banyumas.
”Ini sebenarnya museum yang unik. Di tempat lain juga jarang ada. Ada beberapa koleksi yang sudah berumur. Tapi kok tidak terawat dan diabaikan pemerintah,” kata dia.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…