Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 02 Mei 2017

Museum Wayang Akan Direvitalisasi

Angka kunjungan wisatawan ke Museum Wayang Sendang Mas selalu rendah. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, Museum Wayang memang terlihat seram untuk dikunjungi wisatawan. Kesan pertama ini membuat para pengunjung merasa enggan untuk masuk ke dalam ruangan.
”Tahun 2016 lalu, Museum Wayang Sendang Mas hanya dikunjungi tidak lebih dari 15.000 orang. Daya tariknya juga masih kurang, akibatnya kunjungan setiap tahunnya selalu rendah” kata dia, kemarin.
Deskart mengatakan, seiring berjalannya revitalisasi kawasan Kota Lama Banyumas, Museum Wayang ikut dipercantik. Tahun ini pihaknya berencana untuk merevitalisasi museum tersebut.
Dia mengaku telah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kementerian Pariwisata sebesar Rp 1,2 miliar. Revitalisasi tersebut, kata dia, di antaranya berupa penambahan koleksi dan perluasan lahan.
Koleksi yang bakal ditambah yaitu arsip sejarah Banyumas, artefak dan benda peninggalan sejarah lainnya. Sebelumnya, pehobi foto Refleksi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsoed, menyoroti kondisi museum wayang yang kian memprihatinkan.
Lewat karya fotonya, dia menunjukkan rusaknya sejumlah fasilitas museum. ”Beberapa sudut bangunan sudah terlihat lapuk, catnya luntur, background tempat pajangan wayang yang sudah berjamur.
Tidak layak untuk dibilang sebuah museum,” kata Faishal Ihsan. Faisal menyebutkan, beberapa koleksi wayang juga tampak tidak utuh lagi. Ada yang tangannya patah, juga terlihat pula yang catnya mulai luntur.
Adapun Museum Wayang yang berdiri dengan luas bangunan 250 meter persegi ini diresmikan pada 31 Desember 1982. Awalnya, tempat itu digunakan sebagai paseban (tempat peristirahatan) bagi para tamu bupati.
Museum ini menyimpan ratusan koleksi wayang, gamelan, benda pusaka dan juga memiliki koleksi berupa alat musik tradisional Banyumas.
”Ini sebenarnya museum yang unik. Di tempat lain juga jarang ada. Ada beberapa koleksi yang sudah berumur. Tapi kok tidak terawat dan diabaikan pemerintah,” kata dia.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar