Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 11 Januari 2017

Tahap Pertama Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Lingkar


Proses pembangunan jalan lingkar di Patikraja tahun ini, sejauh ini baru akan dilakukan dengan pelaksanaan pembebasan tanah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, pada tahun ini pembangunan jalan lingkar di Patikraja akan dilaksanakan tahap pertama.
Pada tahap ini, kegatan yang dilakukan yakni pembebasan lahan. Adapun mengenai pembangunan fisik jalan tersebut, lanjut dia, pihaknya juga akan mempersiapkan desain jalan tersebut. Nantinya desain yang disusun, akan dikonsultasikan dengan Satker Jalan Nasional, untuk mendapat persetujuan.
”Karena ini jalan nasional, perencanaan akan dikonsultasikan dengan Satker Jalan Nasional,” ucapnya, kemarin. Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pembangunan Jalan DPU Kabupaten Banyumas Achmad Taufik, mengenai fisik jalan, sesuai rencana jalan tersebut akan memiliki panjang sekitar 800 meter sampai dengan 900 meter.
Jalan tersebut, lanjutnya akan memiliki dimensi yang cukup lebar yakni 16 meter. Adapun mengenai trase jalan, menurutnya kemungkinan akan dimulai dari sekitar KUD, sampai dengan ke selatan jembatan. Menurutnya dengan adanya jalan lingkar tersebut, diharapkan kepadatan arus lalu lintas yang kerap terjadi di Simpang Patikraja dapat ditangani.
Bupati Banyumas Achmad Husein saat bertatap muka dengan kalangan wartawan akhir tahun lalu juga mengatakan, pembangunan jalan lingkar di Patikraja akan dimulai tahun ini. Menurutnya dengan adanya jalan lingkar, maka akan dapat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Simpang Patikraja.
Posisi Tikungan
Seperti terlihat di lokasi, sebagai salah satu lokasi yang memiliki empat kaki simpang, Simpang Patikraja memang kerap mengalami kepadatan. Disamping posisi simpang yang berada di tikungan, sikap pengendara yang kurang sabar juga menyumbang kesemerawutan arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Kondisi itu masih diperparah oleh kondisi jalan yang menyempit akibat banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan, serta adanya pasar tumpah. Salah seorang warga sekitar, Rohman mengatakan kepadatan lalu lintas, memang menjadi pemandangan sehari-hari di Simpang Patikraja. Hanya saja terkadang kepadatan dapat terurai dalam waktu tidak terlalu lama, namun jika terjadi cukup lama, biasanya akan segera dikabarkan kepada petugas.
”Sering macet di sini, terkadang jika macetnya sudah parah, saya akan laporkan kepada petugas kepolisian, agar kemacetan terurai,” imbuhnya.
Sumber Suara Merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar