Langsung ke konten utama

Pemkab Siapkan Kantor Pemerintahan Terpadu Antisipasi Perkembangan Purwokerto

Quote:
Selama Pemerintahan Bupati Achmad Husein bersama Wabup Budi Setiawan, ada obsesi untuk menyiapkan pembangunan pusat pemerintahan daerah terpadu. Ini dirancang untuk perkantoran pemkab dan DPRD dalam satu kawasan.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Banyumas, Didi Rudwianto mengatakan, hal itu disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan wilayah dan perkotaan yang makin padat dan macet untuk transportasinya. Didi menggambarkan saat liburan panjang seperti Natal dan Tahun Baru lalu, kemacetan Jl Jenderal Soedirman di depan alun-alun, ke arah timur sampai perempatan Pasar Wage dan ke barat sampai perlintasan rel kereta api stasiun.
Dengan demikian, rancangan pusat pemerintahan terpadu yang sudah masuk dalam perencanaan daerah atau masuk dalam RPJMD Kabupaten Banyumas 2013-2018, jelas dia, di antaranya di kawasan kota baru atau kota satelit yang mempertemukan jalur transportasi baru yang sedang disiapkan. Yakni jalan tembus antara Jl Jenderal Soedirman-Jl gerilya dan Jl Sutoyo (Sawangan), Jl Kolonel Sugiyono, dan Jl Perintis Kemerdekaan.
“Sempat ada pemikiran pula, memanfaatkan perkantoran di kompleks GOR Satria (depan PDAM). Namun dari luasan lahan dinilai tidak memadai, dan harus diratakan dulu. Ini merepotkan karena harus cari kantor sementaranya, sehingga lebih baik membangun yang baru. Alternatif utama ya di kawasan kota baru atau kota satelit,” terang Didi, Selasa (3/1).
Gedung Bertingkat
Konsep pusat pemerintahan baru, kata dia, merancang gedung bertingkat, di mana semua instansi atau kantor SKPD, di luar yang membutuhkan lokasi alat berat, menyatu dalam satu kawasan dengan kantor bupati dan wakil bupati serta sekda. Kemudian juga berdekatan dengan kantor setwan dan gedung DPRD berada dalam satu lokasi pula.
‘’Di lokasi kota baru itu, kebutuhan lahan masih memungkinkan, karena lahan milik pemkab sendiri ada 49 hektare. Jika masih kurang bisa memanfaatkan lahan masyarakat.
Rancangan ini masih terus dikaji, mengingat butuh alokasi anggaran yang besar, sementara ada keterbatasan anggaran dan juga harus melihat kondisi ke depan yang ada usulan pemekaran,’’ ujarnya. Sedangkan kompleks Pendapa Si Panji dan gedung DPRD, lanjut Didi, bisa dirancang khusus untuk pendapa, rumah dinas bupati dan asrama atau wisma daerah atau wisma negara untuk kepentingan tamu-tamu pemerintah daerah maupun untuk koordinasi rapat dalam skala besar.
‘’Bangunan di kompleks kabupaten sebagian diusulkan masuk cagar budaya meskipun belum keluar surat penetapannya, sehingga harus ada yang dipertahankan. Karena itu, jika dibangun gedung baru banyak pertimbangkan.
Sekarang ini mau mengembangkan perkantoran di setda saja masih kesulitan, makanya Pak Bupati ada gagasan untuk menyiapkan pusat pemerintahan terpadu ke depan di lokasi beda,” katanya.

sumber : Suara Merdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…