Langsung ke konten utama

Penataan PKL Alun Alun Purwokerto


Awal 2017, Satuan Polisi Pamong Praja, masih fokus mengawal penataan pedagang kaki lima di Alun-alun Purwokerto. Pedagang kaki lima PKL) di Alun-alun Purwokerto, dibolehkan berjualan di lokasi yang telah ditentukan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, PKL di sekitar Alun-alun Purwokerto hanya boleh berjualan di barat dan timur. “Boleh di sisi timur sekitar Jalan Pengadilan, dan sisi barat di sekitar Jalan Masjid. Kalau Jalan Jenderal Soedirman tidak boleh,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/1).
Dikatakan waktu yang diperbolehkan untuk berjualan, terbatas mulia pukul 16.00 – pukul 24.00. Kendati diperbolehkan, namun PKL diminta menjaga ketertiban, dengan berjualan di lokasi yang ditentukan. “Bila ada yang tidak sesuai kesepakatan kami akan angkut daganganya, termasuk bila ada yang meninggalkan peralatan dagang, seperti meja,” tegasnya.
Dikatakan, penindakan terhadap PKL sempat dilakukan. Seperti terlihat di lokasi, area yang dibolehkan untuk berjualan telah ditandai menggunakan tali tambang berwarna kuning. Lokasi tersebut terdapat di sisi barat dan sisi timur Alun-alun Purwokerto. Kendati masih fokus dengan penataan pedagang kaki lima di Alun-alun Purwokerto, pengawasan terhadap PKL di loaksi lain tetap dilakukan.
Pihaknya sudah mengantongi beberapa lokasi berjualan PKL yang dinilai tidak mempedulikan hak pejalan kaki, seperti menggunakan trotoar secara penuh dan tidak menyisakan ruang. Adapun pada waktu-waktu tertentu, pihaknya juga akan melakukan pemantauan dengan tim gabungan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perhubungan. “Kita juga patroli gabungan, saat malam minggu dengan Disperindag, dan Dishub.
Kita dan Disperindag memantau PKL, Dishub mengatur lalu lintasnya,” imbuhnya. Sementara itu, terkait penataan pedagang di Alun-alun Purwokerto, salah satu pengunjung Mukti mendukung upaya itu. “Kalau tidak ada pedagang saat di sini (alun-alun) kami juga susah mencari makanan, tapi kalau bisa yang rapi jadi tidak terlihat kumuh,” tuturnya.


sumber : Suara Merdeka.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…