Langsung ke konten utama

PLTP Cilongok, Butuh Solusi Meminimalisir Dampak Bukan Dihentikan

Update berita

PT SAE Komitmen Perkecil Dampak Proyek
PLTP Baturraden


PT Sejahtera Alam Energy (SAE) selaku pelaksana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden berkomitmen akan mengerjakan proyek dengan hati-hati, sesuai prosedur dan meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.
Hal itu ditegaskan perwakilan PT SAE, Hermansyah saat doa bersama untuk keselamatan dan pulihnya kembali kondisi air di hulu Sungai Prukut di wanawisata Curug Cipendok, Karangtengah, Cilongok kemarin (12/4). Hermansyah mengatakan dampak air keruh adalah bagian dari proses pembangunan pengadaan infrastruktur jalan PLTP.
“Berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya permasalahan air keruh ini sudah selesai dan sekarang sudah dapat pulih kembali. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan mohon maaf atas dampak bagi warga sekitar,” katanya. Ke depan, Hermansyah menyatakan pihaknya akan semakin berhati-hati dalam bekerja.
Ia pun menyatakan akan berusaha memperkecil dampak negatif yang ditimbulkan akibat pelaksanaan proyek pengadaan sumber listrik tersebut. Faktor cuaca yang mengakibatkan pembangunan jalan menjadi biang keruhnya air adalah pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak khususnya PT SAE.
“Terkait hal itulah kami meminta dukungan dari berbagai pihak agar proses pembangunan ini bisa berjalan lancar. Apalagi proyek ini adalah untuk mendukung ketersediaan dan mencegah krisis energi berbahan fosil pada 2025 nanti,” jelasnya.
Kelancaran Proyek
Manajer Wanawisata Curug Cipendok dari KPH Perhutani Banyumas Timur, Krusharto berterima kasih atas usaha PT SAE yang telah memulihkan kembali aliran air terjun Curug Cipendok sebagaimana semula. Ia berharap kondisi air keruh tidak terjadi lagi. Maka dari itulah ia terus mendorong pelaksanaan proyek listrik nasional tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur.
“Kami berharap doa bersama ini dapat menjadi kebaikan dan kelancaran proyek PLTP Baturraden ini. Ke depan, semoga warga di sini juga mendapatkan dampak positif,” katanya. Kepala Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Rusdi Mulyanto yang mewakili warga desa-desa terdampak air keruh di Kecamatan Cilongok menyampaikan dukungannya terhadap proyek ini.
Meski demikian, ia berharap agar dampak negatif yang merugikan warga sekitar lokasi proyek dapat diantisipasi dan diminimalisasi. Seperti diketahui, selain mengakibatkan krisis air bersih dan dampak ekonomi lainnnya, keruhnya air bersih juga menuai protes keras dari berbagai pihak.
Selain menyediakan sarana prasarana air bersih, PT Sejahtera Alam Energy (SAE) pertengahan Maret 2017 lalu juga melaksanakan pembersihan lumpur di objek wisata air terjun Curug Cipendok di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka normalisasi kegiatan wisata milik Perum Perhutani tersebut. Sementara itu proyek pengadaan jalan PLTP sempat dihentikan.

Setiap pembangunan pasti berdampak lingkungan, tapi bukan harus mandeg, yang penting solusi meminimalisir dampak itu, terkait PLTP Baturaden dan Cilongok, sudah ada upaya dari PT SAE , proyek ini bagian dari rencana pemerintah pusat mengatasi kekurangan pasokan listrik memanfaatkan potensi alam yang ada. 

saat ini PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE) selaku pemrakarsa proyek tersebut tengah fokus menyelesaikan permasalahan air keruh yang dikeluhkan warga di sejumlah desa di Kecamatan Cilongok selama dua bulan terakhir.
Supervisor sekaligus Ketua Posko Pengaduan Masyarakat PT SAE, Cepi Suryaman mengatakan, hingga kemarin proyek pengadaan jalan ini masih dihentikan. Sementara ini PT SAE terus memfokuskan kegiatan pembenahan hingga pembuatan filterisasi air keruh di hulu hingga hilir Sungai Prukut.
“Kami akan memulai kembali proyek infrastruktur ini setelah kondisi air sudah normal kembali. Setelah itulah nantinya kami akan bermusyawarah kembali dengan masyarakat. Karena itu, dalam waktu 10 hari ini kami terus berupaya untuk menangani permasalahan air keruh secara optimal,” katanya.
Delapan Bulan
Dijelaskan oleh Cepi, sebelumnya PT SAE menarget, pengadaan infrastruktur dapat terlaksana delapan bulan. Selain penyediaan infrastruktur jalan proyek PLTP, nantinya PT SAE akan melakukan proyek eksplorasi sekitar Juni 2017. Sedangkan untuk operasional PLTP atau geothermal panas bumi dari Gunung Slamet ini ditargetkan akan dimulai tahun 2022. “Untuk tahap pertama diperkirakan produksi listrik dari geothermal ini mencapai kapasitas 150 megawatt.
Sedangkan tahap kedua nanti bisa mencapai 100 megawatt. Produksi listrik ini nantinya didistribusikan ke wilayah Jawa Bali,” jelasnya. Site Manajer PT SAE, Hermansyah mengatakan, pembangunan PLTP Baturaden merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Jawa dan Bali di masa mendatang.
Untuk itulah sebagai pemrakarsa sekaligus nantinya sebagai operator PLTPBaturaden, PTSAE berharap dukungan semua pihak untuk kelancaran proyek ini. Menurutnya, nilai investasi PLTP Baturaden yang sedang direncanakan dan mulai dilaksanakan ini adalah senilai Rp 15 trilyun. PLTP ini dilaksanakan atas kerjasama PT SAE dan pihak Jerman.


sumbe
r Suara Merdeka

credit to Eko Cahyono 24-01-17


Komentar

  1. proyek ini untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. benarkah seperti ini?

    kalo hemat sy sperti ini.proyek yg dilakukan pemerintah sampai saat ini bertujuan utk mensejahterakan masyarakat semata. Sementara yg terjadi sekarang adalah masyarakat sudah mengalami kerugian sejak masa pembangunan proyek ini. Warga mengalami krisis air bersih, yg berdampak pada pemenuhan kebutuhan domestik, pertanian, peternakan dan jenis mata pencaharian warga yg lain. Terlebih lagi, sosialisasi soal Geothermal yg diadakan (yg amat sangat telat) tidak memaparkan dampak negatif yg ditimbulkan.
    - apakah itu bukan bentuk pembohongan publik?
    - apakah logikanya tidak terbalik?
    - lalu, dimanakah posisi pemerintah saat ini? terlebih (yg mengaku) para wakilnya rakyat yg duduk di kantor nan elit itu,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah sudah dirembug lagi tentang semua permasalahan itu dengan perangkat desa dan kecamatan serta perusahaan ? dengan adanya posko relawan seharusnya bisa diakomodasi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…