Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 09 Januari 2017

2017, Banyumas Fokus ke Promosi Pariwisata

Quote:
Tahun 2017, Pemkab Banyumas akan berfokus pada untuk mempromosikan pariwisata daerahnya. Terutama untuk mengenalkan destinasi wisata yang belum dikenal luas.
Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Suwondo Geni mengatakan, tercapainya target pengunjung dan Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 merupakan modal yang sangat bagus.
“Untuk Lokawisata Baturraden yang mengandalkan potensi wisata alamnya peningkatan pengunjung sampai 500.000 dan pendapatan Rp 7,3 milyar sudah bagus. Tinggal digenjot potensi yang lainnya,” ujarnya, kepada Suara Merdeka, Jumat (6/1). Suwondo mengemukakan, promosi wisata bisa dilakukan dalam berbagai metode.
Mulai dari door to door ke instansi dan sekolah-sekolah di sejumlah daerah, promosi darat dengan memasang baliho di luar kota serta ekspose wisata di kabupaten lain. Menurut dia, setelah promosi beres, target selanjutnya adalah pemaksimalan objek wisata yang dikelola Pemkab.
Seperti Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, Balai Kemambang, Obyek Wisata Husada Kalibacin dan Museum Pangsar Soedirman. Suwondo mencontohkan, pengunjung Museum Pangsar Soedirman bisa dimaksimalkan dengan menambah fasilitas untuk permainan anak, replika dan patung serta sarana multimedia lainnya.
Selain itu, juga bisa digelar even-even edukatif yang memancing minat anak-anak untuk berkunjung. “Bisa saja nanti ada patung-patung pahlawan asli Banyumas untuk menarik minat masyarakat, atau adakan even edukatif untuk anak-anak sekolah,” tuturnya.
Agenda Wisata
Belum lama ini, kata Suwondo, Pemkab Banyumas telah merilis kalender yang berisi agenda wisata budaya sepanjang tahun 2017. Even-even ini harus segera disosialisasikan kepada stakeholder wisata.
“Dalam waktu dekat ini segera saya kumpulkan pelaku biro perjalanan wisata, pengelola hotel dan restoran, pelaku wisata lainya hingga kalangan jurnalis untuk membantu proses promosi agenda tersebut,” ucapnya.
Pegiat Asosiasi Penelusur Ngarai Indonesia (APNI), Isro Adi mengemukakan, salah satu potensi wisata minat khusus yang belum dipromosikan dengan maksimal oleh Pemkab Banyumas adalah telusur ngarai atau canyoning. Kekayaan alam di Banyumas semestinya bisa dimaksimalkan untuk aktivitas hiburan dan olahraga ini.
“Pada pembentukan APNI bulan Mei tahun 2016 lalu, Banyumas diputuskan sebagai pusat aktivitas canyoning. Nah, tinggal bagaimana Pemkab merespon potensi yang seharusnya bisa menjadi andalan di wilayahnya seperti canyoning di Bali, Malang, Kebumen, Purbalingga, Tegal dan beberapa daerah di pulau Sumatera,” katanya.

sumber Suara Merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar