Langsung ke konten utama

Pengelolaan Taman Kota Ajibarang Dalam Pembahasan



Pembangunan Taman Kota Ajibarang yang telah selesai akhir Desember 2016 lalu, kini dalam pembahasan. Rencananya pengelolaan ruang terbuka hijau tersebut akan dikelola Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) dan Pemerintah Kecamatan Ajibarang.
Hal itu disampaikan Camat Ajibarang, Eko Heru Surono kemarin. Menurutnya saat ini, konsep pengelolaan ruang publik tersebut sedang dibahas. Diharapkan dengan pengelolaan yang profesional dan baik, maka ruang publik ini bisa dikelola dengan baik sesuai dengan tujuan awalnya.
“Kami berharap sebagaimana tujuan awalnya, Taman Kota Ajibarang ini bisa menjadi ikon kota Ajibarang. Ruang ini bisa menjadi tempat untuk melepas penat warga kota ataupun warga lain yang singgah ke Kota Ajibarang,” katanya. Dijelaskan Eko Heru, dalam pengelolaan taman kota itu nantinya juga akan diatur soal penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga perparkiran.
Diharapkan dalam pengelolaan nanti, masyarakat bisa turut serta memiliki untuk saling menjaga taman kota Ajibarang. “Kami berharap taman kota ini bisa dijadikan sebagai ruang publik untuk hiburan hingga edukasi. Bukan untuk hal-hal negatif lainnya. Makanya kepedulian warga untuk pemanfaatan taman kota ini bisa lebih baik,” jelasnya.
Sosialisasi
Sebelumnya, pemerintah Kecamatan Ajibarang juga telah melaksanakan sosialisasi penataan PKL di wilayah Ajibarang. Seperti diketahui saat ini ratusan PKL banyak mangkal di sejumlah titik jalan protokol Ajibarang hingga Taman Kota Ajibarang.
Kasi Trantibum Kecamatan Ajibarang, Surono mengatakan pihaknya telah mulai melaksanakan tahapan penertiban PKL. Tahapan pertama penertiban berupa sosialisasi keliling kepada PKL di wilayah Ajibarang Kulon dan Wetan. “Saat ini tahapan tersebut menjadi langkah persuasif sebelum dilakukan penertiban oleh pihak terkait.
Sosialisasi sudah dilaksanakan keliling dengan mobil beberapa pekan lalu, “ jelasnya. Dijelaskan Surono, tiga tahapan sebelum pelaksanaan penegakan Perda atau peraturan lain yang berkaitan dengan PKL. Tiga tahapan tersebut adalah sosialisasi, penentuan zona pedagang dan penertiban pedagang.
“Untuk tahap kedua, lanjut Heru, pihaknya akan menentukan zona yang akan diizinkan dengan pembatas waktu untuk berjualan.Sehingga, selain tahapan sosialisasi, pihaknya juga sudah mendata pedagang yang berada di wilayah kedua desa tersebut terutama yang berada di jalan protokol,” jelasnya.
“Pendataan masih kami lakukan dan dalam pendataan tersebut, kami menyampaikan sosialisasi dan imbauan akan dilaksanakan peraturan daerah terkait PKL. Terutama di titik depan Kantor Kecamatan Ajibarang, UPK, Kantor Pos sampai Taman Kota,”jelasnya.

sumber Suara Merdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…