Langsung ke konten utama

Penjualan Naik Drastis Pendampingan KUB Batik Pringmas Berakhir


Omzet penjualan batik milik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun.
Kenaikan menjadi salah satu parameter bahwa kelompok tersebut telah mandiri setelah mendapat pendampingan Bank Indonesia Purwokerto selama empat tahun, sejak 2013. Data di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto yang memfasilitasi pendampingan klaster batik mencatat, nilai penjualan meningkat dari Rp 13,8 juta pada 2013 menjadi Rp 34 juta pada periode akhir 2014.
Kemudian, pada triwulan pertama 2015, omzet penjualan tercatat menjadi Rp 41 juta dan pada akhir 2015 Rp 62 juta. Omzet ini naik terus hingga akhir 2016 tercatat sebesar Rp 102 juta. ”Selama empat tahun terakhir, omzet penjualan naik sepuluh kali lipat,” ungkap Konsultan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Purwokerto, Intan Nawangsari Sutarto, kemarin.
Menurut dia, pemasaran yang dilakukan kelompok menyasar konsumen di wilayah eks Karesidenan Banyumas melalui showroom, serta menjaring konsumen dari pameran produk baik tingkat regional, nasional bahkan pameran di mancanegera.
Jejaring Bisnis
Selain itu, para perajin batik Papringan mulai percaya diri memasarkan produknya dengan melakukan jejaring bisnis dengan pengelola hotel-hotel dan biro wisata di Purwokerto. ”Mereka sudah percaya diri memasarkan produknya, bahkan intensif melakukan kerja sama bisnis dengan pihak ketiga,” katanya.
Ia menambahkan, sekarang ini pendampingan dari Bank Indonesia Purwokerto kepada KUB Batik Pringmas telah berakhir. Mereka dituntut mandiri mulai dari produksi, pemasaran, serta mengelola manajemen organisasi. ”Mereka sudah dilepas. Kami sudah tidak lagi intensif (mendampingi), tapi kami masih membantu pemasaran produk serta legalitas usaha,” kata Intan.
Pengurus KUB Batik Pringmas, Iin Susiningsih, mengemukakan, kelompok batik terus berupaya meningkatkan produksi, kualitas produk dengan menggunakan bahan kain berkualitas, serta membuat batik warna alam.

sumber Suara Merdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…