Langsung ke konten utama

Rangkaian Hari Jadi Awali Kalender Wisata Budaya

Quote:
Rangkaian Hari Jadi Ke-446 yang digelar pada 18-22 Februari akan membuka kalender event wisata budaya Banyumas tahun 2017. Sedikitnya, tiga event disiapkan oleh Pemkab pada momentum tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko, mengemukakan, rangkaian kegiatan dibuka dengan Boyongan Replikas Saka Guru Si Panji. Momentum perpindahan tiang utama pendapa kabupaten ini mulai diperingati sejak tahun lalu, seiring dengan perubahan tanggal Hari Jadi dari 6 April ke 22 Februari.
”Sejak tahun lalu, tanggal peringatan hari jadi berubah karena ditemukan fakta sejarah yang baru. Momen itu diperingati dengan karnaval dengan menggunakan kendaraan. Arak-arakan berawal dari Kota Lama Banyumas menuju Alunalun Purwokerto,” katanya, kemarin.
Pusat Perhatian
Deskart mengatakan, acara tersebut menjadi peringatan saat perpindahan ibu kota kabupaten dari Banyumas ke Purwokerto. Pemindahan pusat pemerintahan ini terjadi pada 7 Januari 1937 saat itu KRAA Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata menjabat sebagai Bupati Banyumas. Usai prosesi boyongan, pada 19 Februari Kirab Pusaka digelar di Alun-alun Purwokerto. Kegiatan ini selalu menjadi pusat perhatian masyarakat.
”Ini yang biasanya ditunggu oleh warga Purwokerto dan sekitarnya. Mereka tumpah ruah di Jalan Jenderal Soedirman untuk menyaksikan kirab pusaka,” jelasnya. Secara terperinci, Deskart menjelaskan, agenda wisata budaya yang disusun mencantumkan 21 event andalan. Sejumlah kegiatan andalan bidang kebudayaan maupun pariwisata telah disiapkan.
”Ada Festival Rewandha Bojana dan Jaro Rojab di kompleks Masjid Saka Tunggal, Festival Serayu, dan Banyumas Extravaganza digelar pada bulan Juli dan Agustus. Juga Festival Kentongan dan Festival Seni Unggulan,” ujarnya. Sementara itu, pelaku wisata, Wiwit Yuni, mengatakan, kalender wisata budaya Banyumas harus segera disosialisasikan kepada stakeholder, sehingga mereka bisa ikut mendukung kegiatan tersebut.
”Pemkab juga harus menggandeng biro perjalanan wisata dan kalangan pengelola objek, hotel, maupun restoran. Mereka bisa membuatkan paket khusus atau diskon bagi wisatawan yang hadir pada saat agenda wisata budaya gelar,” kata dia.

Pariwisata Belum Digarap Maksimal

Selama 2016, sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas diakui belum digarap serius atau maksimal. Dengan demikina, destinasi wisata yang ada belum bisa dikenal luas, mendatangkan banyak manfaat baik bagi daerah dan masyarakat sekitar dan kebanggaan bersama.
Bupati Achmad Husein mengatakan, pada 2017 ini sektor tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas program pembangunan daerah. Hal itu dilakukan, supaya ada peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Bupati, sektor pariwisata memiliki peranan yang penting, terutama dengan melihat banyaknya potensi wisata yang ada di Banyumas.
”Untuk pengembangannya akan kami lakukan dalam segala hal, mulai dari infrastruktur, sarana dan prasarana, hingga manajemen pengelolaannya,” katanya, kemarin Kepala Dinporabudpar Banyumas, Muntorichin mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang akan dikembangkan, seperti Curug Cipendok, Dreamland, Pancuran Telu, Pancuran Pitu, hingga destinasi baru seperti Curug Nangga dan Small World.
Menurutnya, pengembangan pariwisata perlu didukung pengelolaan yang baik. Hal ini supaya masing-masing objek wisata bisa lebih mandiri dan siap. Secara daya tarik, lanjut dia, beberapa destinasi memiliki beberapa ciri khas, namun tetap akan dilakukan upaya-upaya pengembangan dan pembinaan agar lebih siap lagi.
”Harapannya masing-masing destinasi wisata di Banyumas ke depan benar-benar siap menyambut aneka ragam wisatawan baik dari dalam maupun luar Banyumas. Kalau tidak siap menyambut volume wisatawan, hal itu bisa menjadi boomerang.
Sehingga memang perlu dimaksimalkan sejak dini dulu,” katanya. Selain itu, kata dia, beberapa faktor pendukung pariwisata juga akan dibenahi dan diperkuat. Dia mencontohkan berdasarkan aturan yang ada, saat ini seluruh hotel yang ada harus bersertifikasi.
Namun untuk proses sertifikasi tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ”Perlahan-lahan ini perlu kami dorong supaya seluruh hotel atau penginapan di Banyumas memiliki sertifikat. Karena nantinya itu akan sangat berdampak pada pariwisata di Banyumas,” jelasnya.

sumber : suaramerdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…