Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 03 Januari 2017

Rangkaian Hari Jadi Awali Kalender Wisata Budaya

Quote:
Rangkaian Hari Jadi Ke-446 yang digelar pada 18-22 Februari akan membuka kalender event wisata budaya Banyumas tahun 2017. Sedikitnya, tiga event disiapkan oleh Pemkab pada momentum tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko, mengemukakan, rangkaian kegiatan dibuka dengan Boyongan Replikas Saka Guru Si Panji. Momentum perpindahan tiang utama pendapa kabupaten ini mulai diperingati sejak tahun lalu, seiring dengan perubahan tanggal Hari Jadi dari 6 April ke 22 Februari.
”Sejak tahun lalu, tanggal peringatan hari jadi berubah karena ditemukan fakta sejarah yang baru. Momen itu diperingati dengan karnaval dengan menggunakan kendaraan. Arak-arakan berawal dari Kota Lama Banyumas menuju Alunalun Purwokerto,” katanya, kemarin.
Pusat Perhatian
Deskart mengatakan, acara tersebut menjadi peringatan saat perpindahan ibu kota kabupaten dari Banyumas ke Purwokerto. Pemindahan pusat pemerintahan ini terjadi pada 7 Januari 1937 saat itu KRAA Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata menjabat sebagai Bupati Banyumas. Usai prosesi boyongan, pada 19 Februari Kirab Pusaka digelar di Alun-alun Purwokerto. Kegiatan ini selalu menjadi pusat perhatian masyarakat.
”Ini yang biasanya ditunggu oleh warga Purwokerto dan sekitarnya. Mereka tumpah ruah di Jalan Jenderal Soedirman untuk menyaksikan kirab pusaka,” jelasnya. Secara terperinci, Deskart menjelaskan, agenda wisata budaya yang disusun mencantumkan 21 event andalan. Sejumlah kegiatan andalan bidang kebudayaan maupun pariwisata telah disiapkan.
”Ada Festival Rewandha Bojana dan Jaro Rojab di kompleks Masjid Saka Tunggal, Festival Serayu, dan Banyumas Extravaganza digelar pada bulan Juli dan Agustus. Juga Festival Kentongan dan Festival Seni Unggulan,” ujarnya. Sementara itu, pelaku wisata, Wiwit Yuni, mengatakan, kalender wisata budaya Banyumas harus segera disosialisasikan kepada stakeholder, sehingga mereka bisa ikut mendukung kegiatan tersebut.
”Pemkab juga harus menggandeng biro perjalanan wisata dan kalangan pengelola objek, hotel, maupun restoran. Mereka bisa membuatkan paket khusus atau diskon bagi wisatawan yang hadir pada saat agenda wisata budaya gelar,” kata dia.

Pariwisata Belum Digarap Maksimal

Selama 2016, sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas diakui belum digarap serius atau maksimal. Dengan demikina, destinasi wisata yang ada belum bisa dikenal luas, mendatangkan banyak manfaat baik bagi daerah dan masyarakat sekitar dan kebanggaan bersama.
Bupati Achmad Husein mengatakan, pada 2017 ini sektor tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas program pembangunan daerah. Hal itu dilakukan, supaya ada peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Bupati, sektor pariwisata memiliki peranan yang penting, terutama dengan melihat banyaknya potensi wisata yang ada di Banyumas.
”Untuk pengembangannya akan kami lakukan dalam segala hal, mulai dari infrastruktur, sarana dan prasarana, hingga manajemen pengelolaannya,” katanya, kemarin Kepala Dinporabudpar Banyumas, Muntorichin mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang akan dikembangkan, seperti Curug Cipendok, Dreamland, Pancuran Telu, Pancuran Pitu, hingga destinasi baru seperti Curug Nangga dan Small World.
Menurutnya, pengembangan pariwisata perlu didukung pengelolaan yang baik. Hal ini supaya masing-masing objek wisata bisa lebih mandiri dan siap. Secara daya tarik, lanjut dia, beberapa destinasi memiliki beberapa ciri khas, namun tetap akan dilakukan upaya-upaya pengembangan dan pembinaan agar lebih siap lagi.
”Harapannya masing-masing destinasi wisata di Banyumas ke depan benar-benar siap menyambut aneka ragam wisatawan baik dari dalam maupun luar Banyumas. Kalau tidak siap menyambut volume wisatawan, hal itu bisa menjadi boomerang.
Sehingga memang perlu dimaksimalkan sejak dini dulu,” katanya. Selain itu, kata dia, beberapa faktor pendukung pariwisata juga akan dibenahi dan diperkuat. Dia mencontohkan berdasarkan aturan yang ada, saat ini seluruh hotel yang ada harus bersertifikasi.
Namun untuk proses sertifikasi tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ”Perlahan-lahan ini perlu kami dorong supaya seluruh hotel atau penginapan di Banyumas memiliki sertifikat. Karena nantinya itu akan sangat berdampak pada pariwisata di Banyumas,” jelasnya.

sumber : suaramerdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar