Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 09 Agustus 2017

Pos Damkar Diusulkan Ditambah

Guna mendekatkan pelayanan ke masyarakat, pos pemadam kebakaran diusulkan ditambah. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas Daryono mengatakan, tahun ini usulan penambahan pos pemadam kebakaran telah diajukan, yakni untuk menambah pos di wilayah Kembaran. Ia mengatakan, saat ini pos pemadam kebakaran di Kabupaten Banyumas, baru ada tiga unit, yakni di Purwokerto, di Wangon, dan di Kemranjen.
”Tahun ini ada usulan, penambahan pos pemadam di wilayah Kembaran,” kata dia, baru-baru ini. Berkaitan dengan usulan tersebut, ia belum tahu pasti apakah akan direalisasikan atau tidak. Hal itu amat bergantung dari ketersediaan anggaran dari pemerintah. Namun demikian menurutnya penambahan pos itu, adalah salah satu cara mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, mengenai fasilitas kendaraan pemadam kebakaran pada 2016 lalu pihaknya telah menerima tambahan satu armada, berkapasitas 5.000 liter. Sebelumnya, pihaknya telah memiliki dua unit truk pemadam dengan kapasitas 4.000 liter, empat unit truk kapasitas 5.000 liter, mobil tangga, dan mobil komando.
Beberapa waktu lalu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas Imam Pamungkas mengatakan, wilayah Kembaran potensial untuk didirikan pos pemadam karena lokasinya yang berada ditengahtengah wilayah Kecamatan Sumbang, dan Kecamatan Sokaraja.”Jadi ke utara dekat, ke arah timur juga dekat, sehingga memudahkan menuju dua wilayah itu,” jelasnya.
Cukup Signifikan
Sebelumnya, Kasus kebakaran di Kabupaten Banyumas, dari Januari sampai dengan Juli 2017 mencapai 55 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2016 lalu.
Dari data UPT Pemadan Kebakaran Kabupaten Banyumas, dari Januari sampai Juli 2017, kejadian kebakaran di Kabupaten Banyumas mencapai 55 kasus. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan jumlah pada periode yang sama tahun 2016, yang hanya sebanyak 33 kasus.
Terkait dengan kondisi itu, menurutnya kejadian kebakaran memang tidak dapat diprediksi seperti kejadian bencana alam. Namun demikian kebakaran sebenarnya dapat dicegah, oleh sebab itu menurutnya kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan. Menurutnya, penyebab kebakaran seringkali adalah faktor kesalahan manusia (human error).
Maka dari itu tak henti-hentinya ia mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. ”Kompor, atau peralatan listrik jangan lupa diperiksa saat akan meninggalkan rumah, jaringan listrik juga perlu diperhatikan,” ucapnya.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar